%

205 posts

% banner
%

%

@lezgals

Clementine Kruczynaski has had Joel Barish erased from her memory. Please never mention their relationship to her again.

Entrou em Aralık 2025
24 Seguindo15 Seguidores
%
%@lezgals·
Ketika terjadi sesuatu di rel kereta api tsb? Gua jg tau kereta jalannya cepet dan gabisa dihindarin 😭 kalo misal kejadiannya bukan taksi mogok tapi pohon roboh misalnya, itu kereta jg bakal bikin orang2 tewas 🥲
Indonesia
0
0
0
40
%
%@lezgals·
gw kerja dan shift gw gabisa dituker fak emg monyet banget si yg mindahin gw ke area lain
Indonesia
0
0
0
6
%
%@lezgals·
gw kayanya gabisa ngerjain tugas praktik matkul adm pemdes 😭
Indonesia
1
0
0
7
%
%@lezgals·
ini contoh mind mappingnya ada di lampiran 3.. tapi di manakah lampiran 3 tsb sy tdk menemukannya
% tweet media
Indonesia
1
0
0
38
%
%@lezgals·
tmn tmn ada yg udah mulai ngerjain tugas 1 matkul administrasi pemerintahan desa? tutornya pak hendra wijayanto
Indonesia
1
0
0
249
%
%@lezgals·
ya gua aja gatau jing tanya lah sama yang laen
Indonesia
0
0
0
4
%
%@lezgals·
gua jg bingung hal seharmless itu tapi bisa ketrigger tuh gimana
Indonesia
1
0
0
7
% retweetou
Anies Rasyid Baswedan
Anies Rasyid Baswedan@aniesbaswedan·
Wacana penutupan program studi yang dianggap tidak relevan dengan industri ini memunculkan pertanyaan dan kekhawatiran. Ada kebijakan yang tampak efisien dalam jangka pendek, tapi bila tidak hati-hati, justru membelokkan arah perjalanan bangsa dalam jangka panjang. Sambil menunggu informasi lengkapnya, izinkan berbagi tentang paradigma ilmu murni dan ilmu terapan ini. Ilmu murni kerap dipandang jauh dari praktik. Seolah berdiri di menara gading, tidak menyentuh denyut kebutuhan industri. Padahal, di sanalah akar dari hampir seluruh inovasi yang kita gunakan hari ini berasal. Rumus-rumus yang tampak abstrak, teori-teori yang dulu dianggap “tidak berguna”, justru melahirkan teknologi yang kini kita anggap keniscayaan. Kita menikmati internet, kecerdasan buatan, hingga kemajuan di bidang kesehatan, tapi tak selalu ingat bahwa fondasinya dibangun oleh para ilmuwan yang bekerja tanpa kepastian aplikasi. Mereka meneliti bukan berbasis permintaan pasar, tetapi karena keingintahuan memahami bagaimana dunia bekerja. Kita perlu ingat bahwa relevansi tidak selalu bisa diukur dalam horizon waktu yang pendek. Apa yang hari ini tampak tidak terkait industri, bisa jadi esok hari menjadi tulang punggungnya. Negara yang hanya menyiapkan tenaga siap pakai, tanpa melahirkan pemikir-pemikir dasar, berisiko terjebak sebagai pengguna belaka. Kita menjadi pasar, bukan pencipta. Kita mengimpor solusi, alih-alih menghasilkan jawaban dari dalam negeri dan membaginya kepada dunia. Lebih jauh lagi, kebijakan publik yang kuat juga lahir dari pemahaman dasar yang kokoh. Mulai dari ilmu epidemiologi (berbasis matematika dan biologi dasar) yang berjasa besar saat pandemi, lalu ilmu lingkungan (ekologi dan geofisika) dalam menghadapi bencana perubahan iklim, hingga ekonomi teoretis dalam merancang kebijakan fiskal. Semua itu berakar pada ilmu-ilmu yang sering dianggap “tidak praktis”. Menutup atau melemahkan ilmu murni berarti mengurangi kemampuan kita untuk memahami dunia secara mendalam. Tanpa pemahaman itu, keputusan kita mudah terjebak jadi dangkal. Tentu, keterhubungan dengan industri itu penting. Bila suka apel bukan berarti benci jeruk. ;) Perguruan tinggi jelas tidak boleh terlepas dari kebutuhan zaman. Namun, menjawab tantangan itu tidak harus dengan menutup ilmu murni. Yang diperlukan adalah menjembatani, bukan menggantikan. Menguatkan ekosistem, bukan menyederhanakan secara berlebihan. Pada akhirnya, pendidikan tinggi bukanlah soal mencetak pekerja bagi industri, tetapi tentang menyiapkan masa depan dan membangun peradaban bangsa. Masa depan itu tidak pernah dibangun hanya dari apa yang terlihat berguna hari ini, pun membangun peradaban tak boleh direduksi jadi sekadar membangun industri. Maka, barangkali yang perlu kita jaga adalah keseimbangan. Antara yang langsung terpakai dan yang menjadi fondasi. Antara keterampilan dan pemikiran. Antara kebutuhan hari ini dan visi hari esok. Dengan menjaga keseimbangan itulah, kita dapat berdiri tegak sebagai bangsa yang tak hanya mengikuti kemajuan dunia, tetapi juga menciptakannya.
tempo.co@tempodotco

JUST IN: Kemendikti Bakal Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Industri

Indonesia
418
20.8K
51.5K
1.3M
%
%@lezgals·
kalo punya wacana kebijakan tuh tolol tolol banget ga pernah sekalipun berpihak sama rakyat anjing anjing
Indonesia
0
0
0
3
%
%@lezgals·
yang dari fhisip gimana? tutor kalian masih review hasil diskusi kalian dan ngasih nilai ngga? atau udah ganti AI?
Indonesia
3
0
0
359
%
%@lezgals·
bayangin lu copas ai dibales ai 🤣
Indonesia
0
0
0
4
%
%@lezgals·
@utfess iya lagi
Indonesia
0
0
0
228
%
%@lezgals·
@utfess hi ayo
Filipino
0
0
0
32
UTFESS | CEK PINNED 📌
yuyur janggal udah pekan tuton tapi timeline aku belum ada anak UT yg sambat, jadi di sesi pertama ini, aku mengajukan untuk bermutualan agar bisa misuh misuh tuton bersama. AYO MUTUALAN UT!
UTFESS | CEK PINNED 📌 tweet media
Indonesia
96
0
128
6.4K
%
%@lezgals·
@utfess apa cb
Indonesia
0
0
0
14
UTFESS | CEK PINNED 📌
Mantap rbv udah ga bisa di ss guys. Versi webnya udah auto connect ke MK sesuai nim kita kaya rbv ver aplikasi. ut!
UTFESS | CEK PINNED 📌 tweet media
Indonesia
22
3
110
8.8K
%
%@lezgals·
sedang mengedukasi adik gw yang cowo untuk jadi cowo "pick me" pick me yg dimaksud: feminis, tidak misogynist, tidak melecehkan, respect perempuan, tidak mengobjektifikasi perempuan, tidak melanggengkan diskriminasi terhadap kaum marjinal
joan@pengwinningg

EDUCATE🫵🏻YOUR🫵🏻SON

Indonesia
0
0
0
46