needcashmore

1.3K posts

needcashmore

needcashmore

@needmorekaching

Entrou em Ekim 2025
13 Seguindo13 Seguidores
needcashmore retweetou
Ibrahim Arief
Ibrahim Arief@ibamarief·
Ini Ibam, bicara sendiri agar Ririe terlindungi. Betul, ketika belum jadi tersangka, saya dapat ancaman: buat pernyataan "mengarah ke atas" kalau tidak kasusnya "akan diperluas". Saya tolak, ngga mau bohong & zalim. Tiga minggu kemudian, saya jadi tersangka. Saya tolak bukan untuk lindungi Nadiem, tapi karena memang ngga pernah ada arahan dari Nadiem ke saya agar pengadaannya jadi Chromebook semua. Seperti yang terungkap dari 22x sidang, tidak ada sama sekali arahan dari atas seperti itu. Saya hanya diminta memberi masukan netral dan objektif sebagai konsultan. Artinya, ketika menerima ancaman tersebut saya dihadapkan ke dua pilihan: Berbohong mengarang cerita menuduh orang lain untuk menyelamatkan diri sendiri. Atau, berpegang kepada integritas, kejujuran, dan kebenaran yang saya yakini, dan menolak untuk berbohong. Dengan shalat istikharah dan kesadaran penuh akan risikonya, saya memilih jalan yang kedua: kejujuran. Insya Allah selalu berpegang pada kejujuran akan berujung pada kebaikan untuk saya, Ririe, dan keluarga kecil kami. Kalau tidak di dunia, maka di akhirat kelak. Lalu jawabannya apa ketika saya menolak untuk berbohong? "Oke, kami perluas.” Saya tidak berdaya. Ya Allah, apa lagi yang bisa kami lakukan ketika dihadapkan pada pilihan seperti itu? Pegangan kami hanya prinsip integritas dan kejujuran. Ketika konsekuensinya beberapa minggu kemudian saya dinyatakan tersangka, kami hanya bisa memperbanyak istighfar dan ikhtiar. Kami jalani dan hormati proses hukum yang ada dengan tabah, kami berniat jelaskan di persidangan fakta-fakta yang membuat terang, kami masih percaya dengan hukum Indonesia. Mungkin ngga banyak yang tahu, tapi Ririe istri saya adalah seorang sarjana dan magister hukum. Di Belanda dulu kami banting tulang nabung dan berhemat banyak, supaya bisa bayar uang kuliah S2 Ririe. Dari Ririe, saya belajar banyak tentang hukum Indonesia, apa saja yang mungkin terjadi, dan bagaimana hukum kita tetap memungkinkan pembelaan yang efektif. Baik, mari berjuang di persidangan, luruskan seluruh tuduhan. Satu persatu fakta di persidangan muncul dengan terang benderang, satu persatu tuduhan bisa kami bantah. Sampai akhir rangkaian sidang, 57 orang saksi dihadirkan, tidak ada bukti saya menerima keuntungan dari perkara ini, tidak ada bukti masukan saya karena konflik kepentingan, tidak ada bukti saya mengarahkan. Yang terungkap malah saya sebagai konsultan sudah menyarankan Chromebook diuji dulu, pejabat menolak pengujian dan memutus Chromebook, nama saya dicatut di SK, masukan saya dipelintir. Kami merasa pembelaan hukum kami sudah maksimal, kebenaran sudah terungkap, tinggal menumpu harapan pada keadilan dan kebijaksanaan dari majelis hakim yang mulia, yang kami merasa sudah sangat objektif dan penuh kearifan sepanjang persidangan. Namun, ketika JPU menyebutkan tuntutan 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar, uang pengganti Rp16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara tambahan... Ini titik kezaliman yang sangat terang benderang, tekanan kepentingan yang sangat kentara, saya memutuskan pembelaan saya tidak lagi bisa hanya di persidangan. Besok saya akan sidang pembelaan (pleidoi) dan kami bersurat kepada Presiden @prabowo Subianto serta @KomisiIII DPR, untuk memohon perlindungan hukum dari kriminalisasi, ketidakadilan, intimidasi, serta pengkambinghitaman yang sudah sekentara ini. Kami takut untuk bicara? Takut ada intimidasi lain? Itu risiko yang jelas, tapi kami tidak gentar. Tuntutan 22,5 tahun dan belasan miliar yang tidak mampu kami bayar mungkin dianggap akan membuat kami terdiam, tapi kami malah semakin berani untuk melawan kriminalisasi ini. Mohon bantuan, dukungan, dan perlindungannya dari masyarakat Indonesia, dari pekerja kreatif dan pekerja pengetahuan, serta dari semua yang ingin bantu negara atau takut dizalimi negara. Kami berjuang bukan untuk kami sendiri, tapi agar tidak ada lagi kriminalisasi dan ketakutan bagi mereka yang tulus mau bantu Indonesia. Kami masih percaya Indonesia bisa menjaga dan menghadirkan keadilan dalam kasus kami.
Ibrahim Arief tweet media
Tom Wright@TomWrightAsia

UPDATE: Ibrahim Arief (Ibam) — the tech consultant facing 15 years — just told a press conference he was coerced to turn on Nadiem but refused to do so. In 30 years, the playbook hasn’t changed. A deeply corrupt legal system used to intimidate and coerce ordinary Indonesians.

Indonesia
118
2.1K
2.9K
85K
MeguMicin 🇲🇨
MeguMicin 🇲🇨@MeguMicin·
Bagi yang mau ke Jepang terutama buat kerja, pls kalian baca thread kakak ini biar g buta-buta banget. Banyak yang ke Jepang akhirnya nyesel karena: 1. Potongan Pajak banyak 2. Disuruh lembur 3. Kerja capek (lmao aneh sih klo mau kerja g capek jd bos aje lu) 4. Dibully orang Jepang. (Dikecilkan) biasanya ini yang g bisa bahasanya. Tp kalian bisa bahasa nya pun blm tentu si jepun berhenti bully kalian. 5. Biaya hidup mahal ⚠️kalo kalian prediksi ga bakal tahan mental akan ini, aku saranin silahkan di Indonesia aja. Krn klo kalian dh terbang, g tahan, kalian nyusahin terutama SO/LPK yang berangkatin kalian. Kedua orangtua. Kalian pasti harus bayar denda dan bayar tiket pulang lg. blm klo kalian berangkat pke utang segala.
Samuel@Samnvendr

Gue tinggal udah 4 tahun di Jepang. Gaji gue 3x lipat dibanding di Indonesia. Tapi setiap akhir bulan gue tetap nyaris broke. Ini thread tentang sisi gelap Jepang yang nggak akan lo temukan di feed Instagram siapapun. Baca sampai habis terutama kalau lo lagi ngerencanain pindah ke sana.

Indonesia
101
620
4K
769K
needcashmore retweetou
needcashmore retweetou
Jawa Pos
Jawa Pos@jawapos·
Mantan konsultan Kemendikbudristek Ibrahim Arief alias Ibam tidak kuasa menahan tangis saat mendengar tuntutan 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari. Ibam merasa kasus dugaan korupsi Chromebook yang menjerat dirinya merupakan kriminalisasi. Sementara, istri Ibam, Dwi Afriati pun tidak kuasan menahan tangis. Ia menyesalkan atas tuntutan penjara yang dijatuhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap suaminya. Afriati pun merasa keberatan atas tuntutan pembayaran uang pengganti Rp 16,9 miliar subsider 7,5 tahun penjara. Menurutnya, tuntutan pembayaran uang pengganti itu sangat berat baginya dan keluarga. Baca selengkapnya di jawapos.com
Indonesia
51
944
2.3K
245.8K
needcashmore
needcashmore@needmorekaching·
@Yuumu2110 Ini tuh meledak pas menkesnya terawan tau. Antivax muncul banyak banget pas eranya terawan.
Indonesia
4
5
315
20.9K
needcashmore
needcashmore@needmorekaching·
@03__nakula Harusny pria solo itu bukan sih yang dituntut. Kan beliau yang ngotot nambah pengadaan laptop
Indonesia
0
0
0
188
Nakula
Nakula@03__nakula·
Owalah... Pantes aja JPU menolak pihak google dijadikan saksi, karena mereka takut kebenarannya terbongkar. Tapi Alhamdulillah akhirnya hakim mengijinkan, dan dalam kesaksiannya pihak google membantah semua dakwaan Jaksa terkait ada niat jahat dan ada unsur timbal balik dalam pemilihan Chromebook.
Indonesia
31
565
1.5K
50.1K
needcashmore retweetou
Papan (Necromancer Bare Metal) Berjalan
Pejabad Panik, Jaksa tidak belajar ilmu logika matematika waktu kuliah. Jadinya menghukum org tidak bersalah. Bebaskan Ibam!
Ibrahim Arief@ibamarief

Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼 Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam. Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang. Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar. Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali. Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan. Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana. Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan. Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam. Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami. Tolong, suarakan ketidakadilan ini. Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi. Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka. Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.

Indonesia
3
195
571
12.8K
needcashmore retweetou
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Video berdurasi 4 menit 30 detik ini membuka secara gamblang sisi gelap dari proses pengadaan yang selama ini tersembunyi. Dalam video ditampilkan bahwa yang diduga melakukan praktik kotor adalah oknum pemerintahan, tetapi yang menjadi korban adalah konsultan.
Ibrahim Arief@ibamarief

Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼 Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam. Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang. Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar. Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali. Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan. Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana. Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan. Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam. Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami. Tolong, suarakan ketidakadilan ini. Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi. Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka. Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.

Indonesia
5
257
535
12.6K
needcashmore retweetou
Elon Murz | SVP of Meme Engineering
Have yall seen this video??? Listen to how the official stutters when answering a very simple question
Ibrahim Arief@ibamarief

Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼 Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam. Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang. Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar. Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali. Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan. Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana. Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan. Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam. Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami. Tolong, suarakan ketidakadilan ini. Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi. Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka. Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.

English
12
492
1.2K
41.7K
Rendy B. Junior
Rendy B. Junior@rendybjunior·
Ada kementrian kontak utk konsul tentang data engineering, kalau dikasih gratis masih berisiko kena seperti mas Ibam nggak ya?
Indonesia
54
16
271
21.5K
needcashmore retweetou
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Funfact: Budget MBG selama 5 tahun bisa digunakan untuk membayar seluruh guru sekolah negeri di Indonesia dari jenjang TK - SMA, termasuk Honorer, P3K dan non ASN dengan gaji... Rp 15 Juta perbulan selama 5 tahun.
Indonesia
86
10.8K
31.1K
270.8K
needcashmore retweetou
needcashmore retweetou
babinkamtibmas
babinkamtibmas@k4ng_batagor·
Orang-orang udh pada lupa ya ada ibu-ibu tewas pas ngantri gas gara-gara Bahlil
Indonesia
28
6.7K
22.6K
183.9K