Tweet fixado
afterthesavoury
204 posts

afterthesavoury
@schweppesgin
still alive even though i’m riding the wave.
Entrou em Mayıs 2023
57 Seguindo4 Seguidores
afterthesavoury retweetou

GUys ini sakit sih......
Lu pada ingat gak kemarin ada dua Dirjen Kemenkeu yang dicopot tanpa penjelasan resmi,
tanpa konferensi pers,
tanpa pernyataan apapun dari kementerian?
Semua pejabat Kemenkeu kompak bungkam.
Tidak ada yang mau menjelaskan kenapa.
Nah sekarang setelah konpers Purbaya mulai kelihatan gambarannya.
Dan ini jauh lebih dalam dari sekadar rotasi biasa.
Ternyata ada sabotase dari dalam.
Purbaya di konpers ini mengakui secara eksplisit ada informasi yang sengaja bocor dari internal Kemenkeu untuk merusak kepercayaan pasar.
Bocoran pertama:
kas pemerintah hanya cukup 3 minggu.
Bocoran kedua:
uang negara tinggal 120 triliun dan hampir habis.
Bocoran ketiga :
dan ini yang paling gila: ada yang dari internal bilang ke investor asing:
Jangan bawa Menteri Keuangan ini ke temu investor. Dia tidak bisa bahasa Inggris dan akan mengacaukan.
Itu dari internal, kata Purbaya secara langsung.
Bukan dari oposisi.
Bukan dari pengamat.
Dari dalam Kemenkeu sendiri.
Dampaknya nyata ke pasar.
Tiga informasi itu meskipun tidak akurat sudah terlanjur membentuk ekspektasi negatif di pasar.
Rupiah tertekan sebagian karena sentimen yang dibentuk oleh bocoran-bocoran itu.
Dan Purbaya harus terbang ke luar negeri,
ketemu investor satu per satu
menjelaskan bahwa kondisi fiskal kita tidak separah yang disebarkan.
Bule-bule itu bilang clear.
Investor-investor besar juga tidak menanyakan itu lagi.
Tapi kerusakan sentimen sudah terlanjur terjadi di dalam negeri.
Soal pencopotan dua Dirjen jawaban Purbaya sangat mengejutkan:
Ketika wartawan bertanya langsung apakah pencopotan itu ada hubungannya dengan bocoran-bocoran itu Purbaya menjawab:
Iya dan tidak. Ada sedikit.
Tapi ada yang lain-lain juga.
Ini adalah pengakuan implisit yang sangat jelas.
Ada sedikit hubungannya tapi bukan satu-satunya alasan.
Artinya ada akumulasi masalah yang akhirnya sampai di titik Purbaya memutuskan harus ada pergantian di level Dirjen.
Dan ada tiga masalah lain yang terungkap bersamaan:
Pertama
40 perusahaan asing tidak bayar pajak semestinya.
Mayoritas perusahaan China.
Under invoicing ekspor melaporkan nilai ekspor lebih kecil dari yang sebenarnya untuk memperkecil pajak dan bea keluar.
Dua sudah dikejar dan berjanji membayar.
Tapi 38 yang lain masih berjalan normal.
Tebakan mereka benar kita tidak akan berubah.
Dan yang lebih mengkhawatirkan Purbaya mengindikasikan ada kemungkinan oknum di Dirjen Pajak yang melindungi perusahaan-perusahaan itu:
Kalau dikasih ke orang pajak yang di situ aja sepertinya dilindungin juga kelihatannya.
Makanya rencananya membentuk tim khusus langsung di bawah Irjen atau Sekjen bukan Dirjen Pajak.
Kedua
dokumen pajak jalan tol dan pajak orang kaya yang Purbaya sendiri tidak tahu ada.
Wartawan tanya soal dokumen rencana pajak baru yang beredar pajak jalan tol, pajak orang kaya.
Jawaban Purbaya:
Pajak orang kaya saya baru dengar kemarin.
Pajak jalan tol sama, baru tahu kemarin."
Wartawan bilang dokumen itu ada tanda tangan elektronik Purbaya.
Oh, tanda tangan elektronik ada loh.
Kadang mereka bilang 'sudah aman Pak' saya tanda tangan."
Seorang Menteri Keuangan tidak tahu ada kebijakan yang beredar atas namanya karena terlalu percaya ke staf yang bilang "sudah aman."
Ketiga
sistem IT SPT pajak yang masih bermasalah.
Wajib pajak yang sudah mengisi SPT badan datanya bisa hilang begitu saja setelah server dimatikan 15 menit untuk maintenance.
Semua isian dari awal lagi.
Purbaya bilang sudah ada yang sengaja menghidupkan lagi akses yang sudah dimatikan:
Ada orang dalam yang ngidupin lagi gitu.
Gambar besarnya dan ini yang paling mengkhawatirkan:
Kemenkeu adalah kementerian yang secara eksternal paling dipercaya investor global saat ini. S&P bilang stable. IMF bilang bright spot.
Tapi di dalam:
Ada Dirjen yang diduga aktif sabotase kepercayaan pasar terhadap Menkeu-nya sendiri.
Ada 40 perusahaan asing yang tidak bayar pajak semestinya dengan indikasi ada yang melindungi dari dalam Dirjen Pajak.
Ada kebijakan yang ditandatangani Menteri tanpa Menteri benar-benar tahu isinya.
Ada sistem IT yang masih bisa disabotase dari dalam.
Dan Menkeu yang paling dipercaya investor global ini masih harus berperang melawan sistemnya sendiri dari dalam.
Kalau Kemenkeu saja masih seperti ini bayangkan kondisi di kementerian lain yang tidak mendapat sorotan sebesar ini.
sungguh sakit ini negeri kita

Indonesia
afterthesavoury retweetou

I do agree, that’s why Bitcoin’s current price already reflects the present conditions. However, if a major economic disaster hits, I believe Bitcoin will still be impacted. That said, such a moment could present a great entry point (if you have cash), as Bitcoin is likely to be one of the fastest assets to recover. If not, at least we’ll still be sitting on majority solid bags
As my mentor once said: there is nothing wrong with taking some profit
English
afterthesavoury retweetou

The Most Accurate Explanation of Today’s Situation
Today’s market event revolves around the mechanics of HLP (Hyperliquidity Pool) and appears to have been an intentional strategy that led to socialized losses.
What Happened?
1️⃣ A Large Player (or Group) Opened a High-Leverage Long
•By opening a 30x+ leveraged long, they created a liquidity attraction effect.
•Other market participants followed, pushing the price higher.
2️⃣ Exit Strategy Through Collateral Manipulation
•Instead of closing the position by selling (which would have caused an immediate price drop), the player started withdrawing collateral.
•This didn’t appear as a sell order but effectively reduced their margin coverage.
3️⃣ Forced Liquidation and HLP Absorbing Losses
•HLP detected insufficient collateral and took over the position, effectively going long against their will.
•To close this position, HLP had to sell, which triggered a price drop.
4️⃣ Simultaneous Short Position on Another Exchange
•At the same time, the large player likely opened a short position elsewhere.
•As the price dropped due to HLP’s forced selling, their short position profited while HLP absorbed the losses.
5️⃣ Outcome: HLP Took Heavy Losses, Market Panic Ensued
•HLP lost ~$4M in the last 24 hours, as noted in the official statement.
•This created FUD (fear, uncertainty, and doubt) among traders.
•In response, the exchange lowered maximum leverage on BTC and ETH to 40x and 25x, respectively, to reduce the risk of similar exploits in the future.
Key Takeaway:
This was not an exploit but an HLP vulnerability that allowed a large player to artificially create demand, exit their position profitably, and leave the losses to the system.
This incident raises concerns about HLP’s model and potential changes in the liquidation mechanism to prevent similar events in the future.
English
afterthesavoury retweetou

On the weekly chart of $HYPE, we see that the price is testing the monthly Fair Value Gap (FVG), highlighted by the green box. This serves as the main support level, which could act as a potential reversal point. Inside this monthly FVG, there is also a weekly FVG that may strengthen buyers’ reaction in this area.
The red box represents the new weekly FVG that formed at the beginning of this week. This is a seller’s zone where absorption of buying pressure is likely to occur. The main targets remain shifted downward, and even in the case of a local rise to $21, this level acts as a potential selling point.
The current structure indicates a phase of liquidity search, and as long as the weekly candles remain within this range, continued testing of support can be expected. Intraday positions are not being considered for now, as the key focus is on the weekly chart.

English












