




uch13๐๐ ๐ฎ๐ฉ๐ต๐ธ
42.9K posts

@uch13
believe what u wanna believe. yg bukan mutual jauh2 ya






Jujur aja, respon AHY menanggapi kejadian kereta Bekasi adalah respon terbaik dari pemerintah saat ini ๐ Empatinya hadir, tegasnya keluar, bijaknya ada. 11-12 sama SBY dalam merespon bencana.

Inilah salah satu penyebab kecelakaan KA/KRL masih sering kejadian. Ya karena masih ada orang yang gak sabaran dan dengan sadar nekat nerobos. Yang ada palang aja masih diterobos, apalagi yang gak ada.


AHY soal usul Menteri PPPA agar gerbong KRL wanita dipindah ke tengah, bukan di paling depan dan belakang: "Artinya, memang belum pernah terjadi sebelumnya ada tubrukan antara KRL dari belakang dihantam oleh Kereta Api Jarak Jauh dan kebetulan yang paling belakang adalah kereta khusus wanita. Jadi, pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan, yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru yang mendapatkan bisa dikatakan risiko yang paling tinggi. Ini juga bagian yang akan terus kita evaluasi. Tapi yang jelas adalah laki-laki (dan) perempuan sama saja, tidak boleh menjadi korban dalam insiden apapun. Jadi, yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan laki-lakinya, tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman (dan) nyaman. Safety first itu bukan hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik." Sumber: Doorstop Menko AHY di RSUD Bekasi

Tim SAR Indonesia peringkat 4 terbaik Asia Pasifik (ICAO), gak kebayang kalo gak ada mereka berapa banyak nyawa terselamatkan.. Kasih mereka Bintang Jasa Pak Presiden ๐

753


Pak Jonan dulu waktu Dirut KAI selalu bilang: โJangan bikin regulasi dari atas meja AC doang. Turun ke lapangan, rasakan sendiri bagaimana kondisi sebenarnya.โ Sekarang lihat statement ini: โLaki-laki taruh di depan & belakang, perempuan di tengahโ pasca tabrakan KA. Solusi dadakan yg terdengar โpeduliโ, tapi justru absurd. Nyawa laki-laki & perempuan sama berharganya. Kalau gerbong perempuan memang biasanya lebih sepi, malah gerbong depan-belakang yg padat bakal jadi tumbal lebih besar. Ini klasik contoh kebijakan tergopoh-gopoh tanpa riset mendalam & tanpa empati lapangan. Kalau pejabat negara masih suka bikin statement seperti ini tanpa turun langsung ngerasain operasional harian, ya hasilnya akan terus begini: solusi yg malah bikin publik geleng-geleng kepala. Leadership Jonan dulu sukses karena beda: merasakan dulu baru mengatur. Bukan sebaliknya.








