Junejuned
64 posts


@FunJunkies apasii kak yang diharapkan dari 2 orang problematik wkwkwk
Indonesia

⚠️WARNING: KONTEN SENSITIF
Gambar uncensored: creepy.id/2026/03/mayat-…
• Mayat Dalam Freezer di Bekasi •
Mayat seorang pria ditemukan di dalam freezer sebuah kios ayam geprek yang berada di Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (28/3/2026). Penemuan tersebut sontak menggegerkan warga sekitar sekaligus memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian.
Korban diduga merupakan salah satu karyawan kios bernama Abdul Hamid (39). Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kios berinisial ES (32) saat datang ke lokasi pada pagi hari untuk membuka usahanya. Namun, saat membuka freezer penyimpanan daging ayam, ES justru dikejutkan dengan temuan jasad seorang pria yang diduga adalah Hamid, dikenali dari ciri-ciri warna kulitnya.
Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menjelaskan bahwa pemilik kios segera melaporkan penemuan tersebut kepada pihak kepolisian. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kondisi korban ditemukan sudah tidak bernyawa dan disimpan di dalam freezer.
Setelah penemuan itu, ES mencoba menghubungi dua karyawan lainnya, yakni ACN (23) dan S (27). Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena keduanya tidak dapat dihubungi. Kondisi ini semakin menimbulkan kecurigaan, terlebih diketahui dua unit sepeda motor milik kios serta uang tunai sebesar Rp500.000 hasil penjualan juga turut hilang.
Sebelumnya, kedua karyawan tersebut diketahui sempat meminta izin untuk mudik Lebaran, sementara Abdul Hamid tetap tinggal dan menjaga kios karena tidak memiliki keluarga yang dapat dikunjungi. Hilangnya kedua karyawan beserta barang-barang tersebut membuat ES semakin yakin ada sesuatu yang tidak beres.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bergerak cepat melakukan penyelidikan. Dalam waktu singkat, polisi berhasil menangkap dua terduga pelaku yang berinisial Saman alias S dan Aksa alias DS alias ANS. Keduanya diketahui merupakan rekan kerja korban di kios ayam geprek tersebut.
Menurut keterangan polisi, kedua pelaku sempat melarikan diri usai kejadian dan diduga membawa kabur dua sepeda motor serta uang tunai milik kios. Setelah dilakukan pengejaran, keduanya akhirnya berhasil diamankan di wilayah Majalengka, Jawa Barat.
Dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku juga disebut telah menunjukkan lokasi tempat mereka membuang bagian tubuh korban di wilayah Bogor. Hingga kini, polisi masih terus melakukan pengembangan kasus, termasuk pencarian bagian tubuh korban dan pendalaman motif di balik peristiwa tragis tersebut.
Kedua tersangka saat ini terancam dijerat dengan pasal pembunuhan berencana serta pasal terkait mutilasi, dengan ancaman hukuman berat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Indonesia

@cchir88 @itsmebilaa19 @SamektaAnjar @tanyakanrl hahahaha benerrrrrrr, “aku nikah sama anaknya bukan keluarganya” itu adalah kata kata bucin orang yang belom ngerasain nikah ckckck
Indonesia

@itsmebilaa19 @SamektaAnjar @tanyakanrl Klu belum nikah ya begini, udah nikah nanti rasain deh rasanya. Meskipun suami membela tetap aja capek hati. Lagian sejauh mana sih suami membela, ujung-ujungnya darah lebih kental dari air
Indonesia

@tanyakanrl ga ada ya, suami gua isinya medsos ya soal bisnis, game, sama politik. ga ada tuh cewe joget joget, emang buaya aja tuh suamimu
Indonesia

@LittleScrett_ padahal udah bikin banyak, dan akhirnya ni tempat tutup sementara juga. untung di promosiin lewat thread akhirnya kejual semua. kataku ini bener bener ngerugiin orang sih, egois
naudzubillah
Indonesia

@LittleScrett_ jujur dia dzolim banget, judol kesalahannya tapi dia gantung diri bikin orang lain rugi.
ini kayanya di thread ada yang bahas kalo yang punya usaha ini lagi mau kerjasama sama tukang roti atau cheesecake gitu. hari h udah bikin banyak ternyata ada masalah jni akhirnya gajadi jual
Indonesia

@DianFadill63855 @creepyroom ini video yang lengkap semuanya. jadi dia ada video kaya geladi resik gitu (?) trus nanti baru eksekusinya plus foto fotonya. sorry tapi gua dapet info ini dari komen sama bahasan di berbagai sosmed karna ga berani liat langsung
Indonesia

@creepyroom Tapi muka nya kok mirip video yang pernah admin upload itu min? Yang di lagi coli terus di tebas lgsg. Bukan nya itu udh mati? Kok masih ada video yang lain min? Mau nntn parno anjir. Takut gua
Indonesia

Video & Penjelasan: creepyroom.web.id/2025/12/the-vi… (Warning ⚠️: Konten sangat disturbing! )
THE VIETNAMESE BUTCHER
Pada Juli 2025, salah satu misteri internet paling meresahkan mulai menyebar secara daring — kasus mengerikan yang kini dikenal sebagai The Vietnamese Butcher. Dijuluki sebagai video snuff pertama yang sesungguhnya, video ini menggemparkan internet dengan perencanaan yang mengerikan, beragam sudut pengambilan gambar dan dampak yang mengerikan.
Dalam artikel ini, admin akan mengupas Video The Vietnamese Butcher, identitas korban, dunia fetish tersembunyi di baliknya, dan mengapa banyak orang percaya bahwa ini mungkin video snuff pertama yang pernah terekam kamera.
Admin juga akan menelusuri bagaimana rekaman tersebut menyebar melalui grup Telegram, dan juga investigasi daring yang akhirnya mampu mengungkap kasus ini.
Baca selengkapnya di link di atas. Admin tidak bisa menjabarkan semuanya disini karena sangat sensitif.

Indonesia

@creepyroom kalo emang uu anak gabisa ngehukum. hukum ortunya aja. kemana aja ortunya bisa nyampe bikin anak sendiri berbuat begitu, didikannya gimana bisa
jaman edyan emang
Indonesia

Video: creepyroom.web.id/2025/12/remaja…
SIMALUNGUN — Satreskrim Polres Simalungun berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang siswi SMP berinisial ZR (15) dalam waktu kurang dari empat jam sejak jasad korban ditemukan. Pelaku berinisial AH (15), yang diketahui merupakan pacar korban dan juga masih berstatus pelajar SMP, ditangkap pada Minggu (28/12/2025) malam.
Kasus ini bermula dari penemuan jasad ZR di area perkebunan PT Bridgestone Blok Z.24, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, sekitar pukul 15.45 WIB. Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh dua orang saksi yang kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Herison Manullang, memimpin langsung olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim gabungan dari Unit Jatanras dan Polsek Serbelawan. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit telepon genggam merek ZTE, uang tunai sebesar Rp11.000, serta dua batang kayu ubi yang diduga digunakan pelaku saat melakukan penganiayaan.
Sekitar pukul 17.00 WIB, pihak keluarga memastikan identitas korban sebagai ZR, siswi kelas IX SMP Negeri 2 Tapian Dolok. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD dr Djasamen Saragih untuk dilakukan visum et repertum.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi, polisi mengidentifikasi terduga pelaku berinisial AH, yang juga merupakan pelajar SMP dan berdomisili di Kecamatan Tapian Dolok. Pelaku akhirnya ditangkap sekitar pukul 19.30 WIB di rumah kakak kandungnya di Huta Pondok Burian, Nagori Nagur Usang.
Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menyampaikan bahwa proses penangkapan dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
“Pelaku diamankan tanpa perlawanan. Seluruh proses dilakukan secara profesional karena yang bersangkutan masih di bawah umur,” ujar AKP Verry Purba, Senin (29/12/2025).
Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui seluruh perbuatannya. Polisi mengungkap bahwa korban diketahui tengah dalam kondisi hamil. Dugaan sementara, pembunuhan dipicu oleh permintaan korban kepada pelaku untuk memberikan uang guna membeli obat penggugur kandungan.
Pelaku disebut melakukan kekerasan secara berulang terhadap korban dengan motif persoalan uang yang berkaitan dengan permintaan tersebut. Aksi kekerasan dilakukan dengan cara mencekik korban dari belakang, memukul kepala korban menggunakan batu, memukul dengan kayu ubi sebanyak lima kali, serta menusuk korban menggunakan pisau hingga sepuluh kali, yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Polisi menegaskan bahwa penanganan perkara ini akan menggunakan mekanisme Sistem Peradilan Pidana Anak, mengingat pelaku masih berusia di bawah umur. Hingga kini, Polres Simalungun menyatakan penyidikan masih terus berlanjut guna melengkapi berkas perkara, termasuk pemeriksaan saksi tambahan serta pendalaman lebih lanjut terkait motif pembunuhan.

Indonesia

⚠️ WARNING: Konten Sensitif!
Manokwari diguncang kasus pembunuhan brutal yang menelan korban seorang wanita asal Blitar, Aresty Gunar Tinarda (38), yang tinggal bersama suaminya yang merupakan pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Manokwari, Aresty meregang nyawa secara tragis setelah dibunuh dan dimutilasi oleh buruh bangunan yang sedang merenovasi rumahnya sendiri.
Pelaku bernama Yahya Himawan (29), buruh bangunan yang sebelumnya baru saja menerima upah renovasi sebesar Rp 3,3 juta pada Minggu (9/11/2025). Namun alih-alih digunakan untuk kebutuhan hidup, uang tersebut habis seketika setelah pelaku bermain judi online (judol) dan kalah besar.
“Uang itu habis,” ungkap Kapolresta Manokwari Kombes Ongky Isgunawan, Kamis (13/11/2025).
NIAT MERAMPOK BERUJUNG PEMBUNUHAN
Kehabisan uang akibat kecanduan judol membuat pelaku mulai berpikir melakukan perampokan. Pada Senin (10/11), Yahya mendatangi rumah korban di kawasan Reremi Puncak, Manokwari, sebab ia sudah tahu bahwa Aresty sedang seorang diri.
Begitu tiba, Yahya langsung memaksa korban menyerahkan uang. Namun korban menolak. Penolakan itu memicu kemarahan pelaku yang kemudian melakukan serangan brutal.
“Pelaku menusuk bagian dada, memukul, dan menutup mulut korban hingga meninggal dunia,” jelas Ongky.
Setelah memastikan korban tewas, pelaku memasukkan jasad Aresty ke dalam boks kontainer plastik warna pink. Ia lalu menggunakan ponsel korban untuk memesan jasa mobil angkut barang. Bahkan sebelum meninggalkan lokasi, pelaku sempat membersihkan rumah agar terlihat seolah tidak terjadi apa-apa.
MAYAT DIBUANG KE SEPTIC TANK, BOKS DIBAKAR
Pelaku membawa kontainer berisi jasad korban ke sebuah rumah kosong di belakang Karaoke Melodika, masih di kawasan Reremi Puncak. Di tempat itulah ia membuang tubuh korban ke dalam septic tank, lalu menutup dan mengecor bagian atasnya demi menghilangkan jejak.
Tak hanya itu, boks kontainer tempat ia mengangkut korban juga dibakar.
Kasat Reskrim Polresta Manokwari AKP Agung Gumara Samosir mengungkapkan fakta lebih mengerikan: korban sempat dimutilasi menjadi tiga bagian sebelum dibuang.
“Pelaku memutilasi setelah membawa korban ke rumah kosong, TKP 2. Berdasarkan hasil visum, korban dipotong menjadi tiga bagian dari pangkal paha dan kaki,” tegasnya.
SEMPAT MEMINTA TEBUSAN RP 10 JUTA
Tak puas hanya menguasai ponsel korban, Yahya juga mencoba mengelabui suami korban dengan meminta uang tebusan Rp 10 juta.
“Benar, pelaku meminta uang tebusan setelah pembunuhan, menggunakan HP korban,” kata AKP Agung.
Namun permintaan itu tidak dipenuhi. Merasa ada kejanggalan setelah percakapan dengan pelaku, suami korban langsung melapor ke polisi.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku berhasil ditangkap. Saat diinterogasi, ia diminta menunjukkan lokasi jasad Aresty yang sudah ia buang ke septic tank.
TERANCAM HUKUMAN MATI
Atas kejahatan sadis ini, Yahya Himawan dijerat:
• Pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana)
• Pasal 338 KUHP (pembunuhan)
• Pasal 365 ayat 3 KUHP (pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan kematian)
Pelaku terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Indonesia

@stevejobp @fasha_ntn tapi kan bagi jule paling lebih “laki”an si safri daripada lakinya yang kalem gitu
Indonesia

@fasha_ntn Kalo iya beneran selingkuh, mohon maaf nih.. SELINGKUHAN NYA JELEK BANGET BANGSAT
Indonesia

@ichsmyslf ga ngaruh karna pake akun bodong kan? hehe
kalo pake akun asli gabakalan sekuat ini gua rasa wkwkwk
Indonesia

gk ngaruhh, kena mental pun nggak😎😎
𝐆𝐑63||🌌 𝓝𝓲𝓰𝓱𝓽 𝓡𝓪𝓬𝓮 𝓦𝓲𝓷𝓷𝓮𝓻 🪐@YourAwesomeBebe
Hebat sih ini cewek masih belum private akun. Padahal udah diberondong sama rakyat Twitter 🤣
Indonesia

@creepyroom jahat banget tapi niatnya si maling. udah maling trus bawa bondet. untung aja dia yang kena, kan kasian kalo warga yang ga bersalah yang kena
Indonesia

(⚠️ WARNING: Konten Sensitif)
Rekaman video: creepyroom.web.id/2025/09/maling…
WINONGAN – Aksi pencurian motor di Kabupaten Pasuruan berakhir tragis. Seorang terduga maling motor bernama Rohmatul Lil Alamin, warga Lekok, tewas setelah bondet (Bom Ikan) yang dibawanya meledak di tangan di area persawahan Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, pada Rabu (17/9/2025).
Kejadian bermula ketika dua terduga pelaku, Mianto (41), asal Sumbersuko, Desa Plososari, Kecamatan Grati dan Rohmatul Lil Alamin (26) warga Dusun Tampung Utara, Desa Tampung, Lekok, Kabupaten Pasuruan, dipergoki warga saat berusaha membawa kabur sepeda motor di depan Koperasi CMD, Dusun Menangas Kulon, Desa Kebonrejo, Kecamatan Grati. Aksi keduanya sontak memicu amarah warga yang langsung melakukan pengejaran bersama aparat kepolisian.
Dalam upaya kaburnya, Mianto sempat melempar bondet ke arah petugas dan warga hingga sampai di Desa Prodo, Kecamatan Winongan. Beruntung, ledakan tidak mengenai siapa pun. Mianto akhirnya berhasil dikepung, ditangkap, dan sempat menjadi bulan-bulanan warga.
Sementara itu, Rohmatul memilih melarikan diri ke area persawahan Desa Bandaran, Kecamatan Winongan. Namun naas, bondet yang dibawanya justru meledak di tangannya sendiri. Tubuhnya terkapar dengan luka parah dan tangan hancur. Amarah warga yang sudah tersulut pun membuat Rohmatul semakin babak belur usai dihajar di lokasi kejadian.
Rohmatul dikabarkan meninggal di RSUD Grati. Kapolsek Grati, Iptu Prasetyo, membenarkan bahwa Rohmatul meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSUD Grati.
“Iya, 15 menit yang lalu meninggal. Yang bersangkutan luka parah di bagian tangan, sempat dirawat di RSUD Grati,” ujarnya.
Sementara itu, pelaku lainnya, Mianto, kini masih menjalani perawatan di RSUD dr. Soedrasono, Kota Pasuruan. Polisi mendalami lebih lanjut jaringan pencurian motor yang kerap menggunakan bondet sebagai senjata untuk melawan warga maupun aparat.

Indonesia

@gathi_dwi @NotReallyAlive0 @creepyroom tapi udah tau odgj kenapa dinikahin sampe punya anak ya? kepikiran sampe situ ga sih bro?
Indonesia

@NotReallyAlive0 @creepyroom Lu tolol bego atau kenapa, lu liat ga ibunya ODGJ bapaknya kena TBC mau berobat gada duit. Gimana cara anak itu survive ? Ini bukan kesalahan orangtua nya tapi emang pejabat dan bpjs mempersulit dan presiden pun diem aja liat berita ini malah kasih 50jt buat DPR, dimana otaknya
Indonesia

Tragedi Kematian Raya: Balita Sukabumi yang Meninggal dengan Tubuh Dipenuhi Cacing
Di sebuah rumah panggung reot di Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, seorang bocah 4 tahun bernama Raya menjalani hidup yang tak pernah benar-benar layak disebut kehidupan. Sejak lahir, ia tumbuh dalam keterbatasan yang mencekik. Tubuhnya kecil, kurus, dan selalu berada jauh di bawah garis merah pertumbuhan anak.
Sehari-hari, Raya hanya mengenal dunia sempit: rumah bilik dengan lantai bambu yang rapuh, kolong rumah yang dipenuhi kotoran ayam, dan udara pengap bercampur bau yang menusuk. Dari sanalah penyakit mulai merayapi tubuh mungilnya, cacing-cacing parasit yang secara perlahan mengambil alih organ demi organ.
Ayahnya sakit-sakitan, tidak mampu bekerja. Ibunya mengalami gangguan jiwa, tak bisa memberikan perawatan yang semestinya. Hidup Raya adalah kesunyian panjang, tanpa suara tawa riang, tanpa permainan, tanpa perhatian medis. Ia hanya dirawat seadanya dengan cara tradisional, seolah kesehatan hanyalah kemewahan yang mustahil mereka raih.
VIDEO YANG MEMBUKA LUKA
Kisah Raya mencuat ke publik ketika akun Instagram @rumah_teduh_sahabat_iin mengunggah sebuah video berdurasi 9 menit. Dalam video itu, relawan tampak berusaha menarik seekor cacing hidup sepanjang 15 cm dari hidung Raya.
Adegan memilukan itu tak hanya membuat publik terenyuh, tapi juga menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana mungkin di era modern ini, seorang anak bisa hidup dan mati dengan tubuh yang dipenuhi cacing?
Video itu viral. Ribuan komentar membanjiri lini masa. Ada yang menangis, ada yang marah, ada pula yang menuding pemerintah lalai.
PERJUANGAN MELAWAN MUSTAHIL
Tim pegiat sosial akhirnya membawa Raya ke rumah sakit. Saat itulah kenyataan yang lebih kejam terungkap. Dari tubuh mungil Raya, dokter berhasil mengeluarkan cacing hidup hingga seberat 1 kg. Bayangkan, satu kilogram parasit yang selama ini hidup, berkembang biak, dan merayap di dalam tubuh seorang bocah 4 tahun.
Hasil CT Scan lebih menghancurkan hati: cacing dan telurnya telah menyebar sampai ke otak. Itu berarti penderitaan Raya bukan hanya pada tubuhnya yang lemah, tapi juga pada syaraf dan pikirannya yang terganggu. Setiap detik baginya adalah siksaan yang tak bisa dibayangkan.
Relawan berlari, mencari pertolongan. Surat permohonan bantuan dilayangkan ke pemerintah, lembaga sosial, hingga donatur pribadi. Tetapi jawaban yang datang sama: nihil. Sementara itu, tubuh kecil Raya semakin kehilangan cahaya, seperti lilin yang terbakar habis.
DETIK-DETIK TERAKHIR
Pada 22 Juli 2025, perjuangan panjang itu berakhir. Raya menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit. Tak ada peralatan canggih yang mampu menyelamatkannya, tak ada tangan kokoh negara yang hadir tepat waktu. Ia pergi dalam diam, meninggalkan luka dalam yang tak akan pernah sembuh.
Bagi keluarga miskin yang ditinggalkan, kematian Raya adalah kepedihan yang tak terlukiskan. Bagi para relawan yang merawatnya, kepergiannya adalah kegagalan yang membekas. Dan bagi publik yang menyaksikan kisahnya, tragedi ini adalah tamparan keras di tengah gegap gempita slogan kesehatan dan gizi anak.
SEBUAH IRONI
Raya seharusnya masih bermain dengan kawan sebayanya, belajar mengenal huruf dan angka, atau sekadar berlari di halaman rumah. Namun kenyataannya, ia meregang nyawa dengan tubuh dipenuhi cacing, di negeri yang setiap tahun mengumandangkan program gizi anak dan kesehatan keluarga.
Tragedi ini bukan hanya tentang satu anak bernama Raya. Ia adalah simbol, potret buram tentang bagaimana kemiskinan, kelalaian, dan sistem yang rapuh bisa merenggut nyawa anak-anak tak berdosa.
Raya telah tiada, tapi kisahnya tetap hidup sebagai jeritan sunyi. Jeritan yang bertanya:
Sampai kapan anak-anak miskin harus menunggu keadilan?
Sampai kapan tubuh kecil harus dikorbankan hanya karena lahir di tengah keluarga miskin yang tak pernah tersentuh perhatian pemerintah?
Indonesia
Junejuned ретвитнул













