D W
20.6K posts

D W
@d___diaz
Ngeluh since 1994.

This will be a common tweet in the 2030s. I'm sorry Jakartans for posting this, but its probably the world's most underrated megacity at this point. The social scene in particular is amazing if you're young and affluent, so many opportunities and side hobbies to partake in.

Ngga sengaja nemu ini di Thread, dan.. topiknya ngena banget. Aku juga punya anak cowok, masih 2 tahun.. tapi aku dan mas pernah bahas masalah ini juga. "Kalau anak kita nanti gay, gimana??" Si mas, yang emang orang sini ngerasa pertanyaanku kaya aneh. Dia bilang, "Ya gak gimana-gimana. Kalau dia gay dan mau nikah sama pasangan cowoknya, ya udah. Yang penting dia bahagia dan sehat." Aku diam, jujur aja ngga tahu harus bilang apa. Di Jerman, ini memang bukan masalah. Mau kamu gay, lesbi, atau aseksual sekalipun.. masyarakatnya open banget. Walikota München yang baru aja juga gay. Dan kota ini juga punya rainbow parade tiap tahun, ada pasar natal yang temanya gay.. pokoknya udah normal di sini. Bagiku, mungkin itu terlalu open minded. Bagiku ini masih topik sensitif. Aku ngga peduli kalau orang lain. Asal mereka gak ganggu aku, silakan.. itu hidup mereka dan bukan urusanku. Tapi pertanyaannya, gimana kalau anakku yang begitu?? Jujur.. aku tidak sanggup. Di titik ini, aku masih punya agama yang kupercaya dan kupegang kuat. Dan agamaku, pun kulturku dimana aku lahir dan dibesarkan.. membuatku melihat sisi lainnya. Aku bilang sama si mas, "Aku bakal sedih banget. Tapi apa yang bisa kita lakukan selain ngerasa sedih?" Dengan si mas, topik ini ngga akan bisa ketemu di jalur yang aku mau. Jadi aku cuma bisa berdoa, di setiap malamku ketika ngelus si pumpkin yang tidur, "Semoga Allah selalu melindungimu, nak."

if anyone’s ever interacted with any muslim child during ramadhan, you’ll find that their parents are trying to convince them NOT to fast, but the kids do half fasts out of their own choice. and may Allah reward them for their efforts.

My halloween this year is a bit, experimental.

SE asians aren’t affected with this gesture, only koreans, japanese, and chinese, please point this out too, there’s no “we” when it comes to defending yall next time ok, we dont want to be included, also… we dont have to pay for surgeries to feel confident, we’re born w it 😘

Kalo lo nganggep kantor cuma sekadar tempat kerja, maka kantor akan nganggep lo cuma sekadar pegawai.


It's sooo weird how the discourse somehow became "she's just doing what her boss asked🥺👉🏼👈🏻"
