
Pemerintah masih mengkaji aspek keselamatan dan teknis penggunaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kg yang diwacanakan untuk menggantikan peran LPG 3 kg. Kajian tersebut dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi Lemigas dan ditargetkan selesai dalam tiga bulan ke depan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, mengatakan pemerintah juga memastikan tabung CNG nantinya tetap kompatibel dengan kompor LPG yang sudah digunakan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu mengganti kompor. “Tabung tipe 4 dia menggunakan valve atau converter yang juga harus plug and play dan tidak menyebabkan beban tambahan, dan sampai ketika nanti sudah diproduksi, dia harus menyesuaikan sedemikian sehingga kompor tidak perlu diganti, tinggal plug, sudah mengalir. Tapi tadinya yang pakai LPG sekarang pakai CNG,” ujar Laode. Laode menjelaskan, tabung CNG tipe 4 yang sedang dikembangkan menggunakan material komposit fiber yang lebih ringan dan kuat. Ia menyebut Indonesia berpotensi menjadi negara pertama yang memproduksi tabung CNG 3 kg tipe tersebut secara masif. Menurut Laode, penggunaan CNG diperkirakan dapat mengurangi subsidi energi hingga 20–30 persen sekaligus menekan impor LPG yang terus meningkat setiap tahun. Pemerintah juga membuka peluang harga tabung CNG nantinya bisa lebih murah dibanding LPG 3 kg. 📸: Dok. PGN. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: bisnisupdate | update | bisnis | oneliner | R130 | R060 | E036 #bicarafaktalewatberita #kumparan