ֶָ֢

252 posts

ֶָ֢ banner
ֶָ֢

ֶָ֢

@integritask

Присоединился Ocak 2026
0 Подписки0 Подписчики
ֶָ֢
ֶָ֢@integritask·
materi yg paling males gw baca di lbe maupun lbi adalah biologi, dan keduanya sgt mungkin ada di utbk thn ini 🫩🫩
Indonesia
0
0
0
29
ֶָ֢
ֶָ֢@integritask·
bayangin soal biologi pake bhs inggris, udhlah gw mls baca anjir BINGUNH
Indonesia
1
0
0
16
ֶָ֢ ретвитнул
raging adolf
raging adolf@cokinalternatif·
semua kritik harus konstruktif itu warisan suharto
Indonesia
11
481
1.6K
28.4K
ֶָ֢ ретвитнул
Logos ID
Logos ID@logos_id·
Ensiklopedia Gerwani sudah dapat diakses melalui gerwani.logosid.app 🥳 Selamat membaca dan bebaskan pendidikan!
Logos ID tweet media
Indonesia
6
336
619
9.9K
ֶָ֢ ретвитнул
efkaha👨‍🎤
efkaha👨‍🎤@MajorStarMan·
Kampus Top 3 suka narik2in antar alumninya doang itu satu hal. Tapi gaada yg pernah nanya ke Pemerintah, kenapa Indonesia merdeka udh 80 tahun, "kampus bagus"nya cuma 3. Itu juga yg lokal cuma UGM. ITB sama UI akarnya dari kampus Belanda.
ale@aleearuma

ternyata bener guyss😭😭😭 background univ top 3 ada previlagenya, btw lihat post an anak mapres ini lewat gyp gua. gasengaja lihat komennya

Indonesia
50
2K
12.5K
282.1K
ֶָ֢ ретвитнул
f
f@fathiyaaf·
Negara yg dikit2 pake AI ga akan paham konsep kerja kreatif
Bayu Aji Bandoro@bayuajibandoro

Izin saya menambahkan konteks biar diskusinya lebih tajam. Kasus ini bukan cuma soal "jasa editing dihargai Rp 0." Itu memang bagian paling mencolok dan bikin emosi, tapi masalah strukturalnya lebih dalam. Amsal Christy Sitepu itu videografer yang bikin video profil untuk 20 desa di Kabupaten Karo, masing-masing Rp 30 juta. Videonya jadi, sudah tayang di YouTube, dan 20 kepala desa yang jadi saksi di persidangan bilang tidak ada masalah dengan pekerjaannya. Satu pun tidak ada yang komplain. Yang bikin masalah adalah, auditor Inspektorat Karo menetapkan harga wajar cuma Rp 24,1 juta per video. Selisih Rp 5,9 juta dikali 20 desa, jadilah "kerugian negara" Rp 202 juta. Dan di dalam perhitungan RAB versi auditor itu, lima komponen pekerjaan kreatif, yaitu penciptaan ide/konsep, cutting, editing, dubbing, dan penggunaan mic/clip-on, semuanya dipatok Rp 0. Nol. Alasannya? Tidak ada kwitansi fisik pembelian dari pihak ketiga. Karena proses editing itu terjadi di kepala dan di depan layar komputer, bukan beli semen yang ada notanya. Nah, ini yang perlu kita lihat lebih jernih. Logika auditor itu memang cacat, tapi cacatnya bukan karena orangnya bodoh. Cacatnya karena Standar Harga Satuan di hampir semua pemda di Indonesia memang tidak punya acuan untuk menghargai kerja kognitif. Pemda fasih menghitung harga semen per sak, aspal per ton, konsumsi rapat per orang. Tapi tarif per jam kerja editor video? Biaya amortisasi lisensi software editing? Tidak ada pedomannya. Jadi ketika auditor dihadapkan pada komponen yang tidak bisa dibuktikan dengan nota belanja fisik, mereka ambil jalan paling "aman" secara birokrasi, yaitu menolkannya, daripada dianggap subjektif oleh BPK di atasnya nanti. Tapi bukan berarti itu bisa dibenarkan Yah. Menolkan nilai editing sama saja bilang bahwa raw video bisa langsung jadi video koheren tanpa campur tangan manusia. Menolkan ide kreatif sama saja bilang storyboard, konsep visual, dan narasi itu muncul dari udara kosong. Ini penyangkalan total terhadap kekayaan intelektual. Dan ada masalah hukum yang mungkin luput dari perhatian publik. Amsal didakwa pakai Pasal 3 UU Tipikor, yang intinya soal "menyalahgunakan kewenangan karena jabatan." Masalahnya, Amsal itu vendor swasta. Dia tidak pegang jabatan di pemerintahan, tidak punya akses untuk mencairkan dana APBDes, tidak punya wewenang administratif apa pun. Yang punya wewenang otorisasi pencairan dana itu justru kepala desa. Tapi 20 kepala desa itu cuma dijadikan saksi, bukan tersangka. Yang ditahan justru penyedia jasanya. Agak aneh kalau dipikir, ya. Saya nggak bilang Amsal pasti benar seratus persen. Bisa saja ada selisih harga yang perlu dipertanyakan. Tapi kalau memang ada kelebihan bayar, mekanisme koreksinya seharusnya lewat jalur administrasi atau perdata, bukan langsung dilompati jadi pidana korupsi. Apalagi dengan nominal yang kalau dipecah per desa cuma selisih kurang dari Rp 6 juta. Besok, 30 Maret, Komisi III DPR akan gelar RDPU soal kasus ini. Dan vonis dijadwalkan 1 April. Semoga majelis hakim punya keberanian untuk melihat bahwa ada yang salah dengan cara kita menghargai kerja kreatif di negara ini. Karena kalau preseden ini dibiarkan, siapa yang berani ambil proyek pemerintah lagi? Ini perspektif saya yah, bisa jadi ada sudut yang belum saya lihat.

Indonesia
5
1.6K
4.7K
45.3K
ֶָ֢ ретвитнул
Arin
Arin@ftourth·
Kalau mulai hari ini sampe awal mei temen kalian prengat prengut, mungkin dia fansnya George Russell
Indonesia
3
309
904
8.3K
ֶָ֢ ретвитнул
MBG Jelek
MBG Jelek@menuembegejelek·
Kan, sepekan lebih tanpa ada pendistribusian embege ternyata enggapapa, kan? 🙂
Indonesia
269
5.6K
26.8K
496.8K
ֶָ֢ ретвитнул
斯特拉⁶³
斯特拉⁶³@stellanurheart·
“the youngest driver to–“ ENOUGH
English
3
72
533
9.8K
ֶָ֢ ретвитнул
da
da@biduanlntrovert·
jangan suka begadang. tags: wuhluhwuh, ltensilan sesbi, sver otimulated, human x ghost, mir aancur, delapan beras coret.
da tweet mediada tweet media
Indonesia
1
510
4K
163.3K