َ
1.5K posts




Ini penjelasan lengkapnya bisa kalian lihat vidio ini dengan jelas prosesi Khanduri Laot di Lhok Bakongan, Desa Darul Ikhsan, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, yang berlangsung pada Kamis, 30 April 2026, memicu beragam reaksi warganet. Banyak yang mengira masyarakat melempar kerbau utuh ke laut. Namun warga setempat menjelaskan, kerbau tersebut sebelumnya telah disembelih sesuai syariat. Dagingnya dimanfaatkan untuk konsumsi masyarakat dan sedekah, termasuk kepada anak yatim. Sementara yang dilepaskan ke laut hanyalah kulit dan tulang kerbau yang diisi ampas kelapa serta bahan lain sebagai makanan ikan, lalu dijahit kembali hingga menyerupai bentuk aslinya. Masyarakat menegaskan prosesi itu bukan sesajen, melainkan bagian dari tradisi Khanduri Laot yang telah lama dijalankan masyarakat pesisir Aceh.




POV: What life was like before social media existed




The moringa tree, known as the “miracle tree”, is one of the most nutrient-dense plants on the planet and is prized for its healing qualities. It also has another huge benefit, according to new research: it’s excellent at removing microplastics from water. cnn.it/4tL6KDG






@ainzvr Perkataan wayang dan kulit adalah perkataan Melayu. Kalau jawa pun guna wayang dan kulit itu adalah kata pinjaman dari Melayu. Anyway shadow play ni daripada india dan china dan di Asia Tenggara mula dipakai oleh Srivijaya. Dari situ berkembang ke Langkasuka, Siam dan juga jawa

DikMalayUberAlles gak akan siap dengan data dan fakta berikut ini. Mau prasasti Kambuja maupun Campā mereka selalu spesifik ketika menulis tentang Jawa: Prasasti K. 809, 80x Śaka dari Raja Angkor Indravarman: 'cīnacampāyavadvīpabhūbhrd̥ uttuṅgamastake yasyājñā mālatīmālānirmmalā cumvalāyate' ---> yavadvīpa Prasasti C. 149 (833 Śaka) utusan diplomatik Campā ke Jawa pada masa dyah Balitung berkuasa: 'yavadvīpapuraṃ bhūpānujñāto dūtakarmmaṇi gatvā yaḥ pratipattisthaḥ siddhayātrāṃ samāgamat || ---> yavadvīpa pura merujuk kota di Jawadwipa (cari tweet tentang diplomasi Campā di akun ini) Kedua negeri tersebut tahu bagaimana membedakan Yava (Jawa) dan Yavana (Đại Việt), dan yang jelas bukan Semenanjung. Di abad-abad berikutnya 'yava' ini berubah jadi 'java' di prasasti² kedua negeri, tetap merujuk ke javadvipa. Terlalu panjang kalau mau diuraikan. Cari saja di search tentang prasasti Campa atau Kambuja yang interaksi dengan Jawa

WOW: YouTube has reached a deal with FIFA to broadcast World Cup games live!




Sultan Ternate ingin perdagangan cengkeh2 dengan orang Jawa melalui Serong, sebuah bangsa yang berdagang dengan mereka di pulau Ambon Siapakah Serong itu?🤔 Apakah Anda tahu siapa mereka? Kota Sorong? (Saya kira tidak demikian) (paruh pertama abad ke-16)

This study suggests: Exercise may promote neuroplasticity in the brain. Better mood. Better brain function. Movement changes how your brain adapts.

Setiap tahun di bulan Phālguna sekitar dekade akhir abad ke-12, Raja Pañjalu Kameşvara II diundang menghadiri festival terbesar yang digelar Raja Jayavarman VII di Preah Khan, kompleks bangunan suci terbesar di Angkor. Dalam Prasasti K. 908 yang dibuat tahun 1191 menyatakan bahwa setiap tahun pada bulan Phālguna (Februari-Maret), beberapa arca para dewa dari daerah² penting dibawa ke kompleks Preah Khan untuk dipamerkan dan dilakukan ritual memandikan, termasuk 25 arca Jayabuddhamahānātha, Śrī Vīraśakti dari Wat Nokor di Kampong Cham, Vimāya dari Phimai di timur laut Thailand, Bhadreśvara dari Wat Phu di Laos, Cāmpeśvara yang asalnya tidak diketahui, Prthuśaileśvara dari Phanom Rung di timur laut Thailand, dan dewa-dewi pelayan mereka yang berjumlah 122 arca. Menurut prasasti yang dibuat setahun penuh tersebut, dalam bait 158-166, raja-raja Jawa, Yavana (Đại Việt), dan Champa akan mengunjungi Angkor dengan air suci setiap tahun untuk menghadiri sebuah festival yang diadakan di Preah Khan. Selama masa pemerintahan Jayavarman VII, festival padi tahunan, menurut catatan Zhou Daguan, merupakan perayaan tahunan terbesar atas kesuburan bumi, di mana padi dibakar sebagai persembahan kepada semua Buddha di Angkor. º dvijáś śrí-súryabhatta^ádyá java^indro yavana^íśvara¬ cámpa^indrau ca prati-dinam bhaktyá snána^amvudháriça¬ "Mereka yang membawa air suci untuk ritual memandikan arca para dewa setiap hari selama festival adalah para Brahmana, Súryabhatta dan yang lainnya, serta raja Jawa, raja Yavana, dan dua raja Cham." Berdasarkan tahun prasasti K. 908 (1191), raja Jawa kemungkinan besar adalah Kameşvara II atau śrī mahārāja śrī kāmeśvara trivikramāvatāra, anivāryya-vīryya-parākrama digjayottuṅgadevanāma, yang prasastinya berasal dari tahun 1185 (Ceker). Atau, jika festival terus digelar setelah pembuatan Prasasti K. 908, raja Jawa bisa juga diwakili Raja Crnga atau Krtajaya, yang dalam prasasti pertamanya disebut śrī sarveśvara trivikramāvatārānindita śr̥ṅgalāñchana digvijayottuṅgadevanāma (1194; Prasasti Sunghai atau Kamulan). Keduanya memerintah di Kadiri. Raja Yavana adalah Kaisar Annam Long-cán, yang naik tahta pada tahun 1175 dengan nama LÍ Cao-tôn dan memerintah hingga tahun 1210. Dua raja Champa adalah Raja Vijaya Suryajavarmadeva, saudara ipar Jayavarman VII, dan Raja Pandurang Suryavarmadeva, yang sebelumnya adalah Pangeran Vidyanandana, anak didik Jayavarman VII. Pembagian Champa menjadi dua kerajaan hanya berlangsung dari tahun 1190 hingga 1192. Apakah ini berarti Pañjalu merupakan salah satu mandala dari Angkor? Mungkin kita harus mendalami prasasti² Jayavarman VII yang berkuasa cukup lama, setidaknya sampai Pañjalu ditaklukkan oleh Śrī Rajasa dari Tumapêl.

@babirusa2025 @Calametha Beda ya, contoh orang sunda yg tinggal di pulau jawa, apa mereka mau dilabeli sebagai orang jawa? Kalau disebut orang yang tinggal di pulau Jawa, masih okelah. Lagipula ilmu itu terus berkembang, kalau orang eropa salah paham dari dahulu, harusnya kita benarkan.


Not just a Malay culture, but a S'porean Malay culture: PM Wong at re-opening of Malay Heritage Centre bit.ly/3R25gpW





