raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita
3K posts

raka andita รีทวีตแล้ว

@sporttiaphari Orang - orang yang setiap long weekend lebih memilih mengalah untuk tidak keluar rumah dan merelakan kotanya dinikmati para pendatang, jadi untuk hari ini biarkan mereka menikmati kotanya sendiri.
Indonesia
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว

Twit penutup hari ini (17/5)
✨ Julio Cesar titanic goals at the death who claims 1-2 victory PERSIB against home side, PSM at Parepare! 🥶💙🐯
via @FForFum
Indos FC@IndosFC
Need Julio Cesar goal with titanic song!!!!
English
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว

Bisa baca salah satu tulisan menarik dari vertesport ini!
Bahwa laki-laki akan akrab dengan tanggung jawab, penderitaan, dan kesedihan. Sepakbola dan klub kesayangan sering jadi satu-satunya tempat meluapkan emosi tanpa perlu banyak bicara.
Mungkin karena itu, banyak laki-laki akan menua bersama klubnya. Ikut kecewa saat kalah, ikut bahagia saat menang, dan tetap datang bahkan ketika harapan terasa tipis.
Source: instagram.com/p/DXv8mntk4tK/…

DZAN Football@adzan_
Gw seumur idup keknya blm pernah liat fans sepakbola yg pindah klub kesayangan ya? Apa iya seloyal itu
Indonesia
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว

BUKAN, bukan Sheva atau Kaka, bukan juga paketan Ibra dan Thiago Silva, apalagi Donnarumma. buat aku pribadi kepergian paling menyakitkan adalah transfer Sandro Tonali. bukan diukur dari kehebatan dan jasa mereka bagi Milan melainkan konteks kondisi Milan saat Sandrino pergi yang membuat dampaknya lebih menghancurkan.
Shevchenko pergi karena permintaan istri dan undangan kawan dekatnya Abramovich. Kaka pindah ke klub idamannya Real Madrid setelah sebelumnya menolak Manchester City. keduanya pergi setelah berkontribusi besar ke Milan dan saat itu, melihat kondisi Milan, ada keyakinan bahwa setelah kepergian mereka Milan masih akan baik-baik saja. sementara itu Zlatan dan Thiago Silva terpaksa dijual karena Milan terlilit krisis keuangan. sehingga masih lebih mudah merelakan kepergian mereka.
Sandro Tonali berbeda. ia datang tepat setelah Milan mulai lepas dari kegelapan banter era dan perlahan bangkit kembali menuju kemapanan. seorang anak muda yang gak pernah segan menunjukkan kecintaannya pada Milan sejak ia kecil - ia adalah bagian dari kita fans fanatik Milan. kedatangannya ke Milan diberitakan bagai sebuah dongeng, mimpi masa kecil yang jadi kenyataan.
bukan cuma bermodal cinta, Tonali juga datang dengan potensi dan kemampuan bermain yang dapat diandalkan. dan jika bicara soal 'grinta', Sandrino dengan fasih meniru kegarangan sang idola Gennaro Gattuso. dan tak kalah pentingnya, ia datang dibawa oleh Paolo Maldini, simbol dan legenda terbesar Milan.
tahun pertama Sandrino gak berjalan mulus - inkonsistensi, kecerobohan, dan masih banyak pelajaran dan penyesuaian yang perlu ia jalani. tahun berikutnya, dongeng dan mimpi itu menjadi sempurna - Milan meraih Scudetto dan Tonali menjadi berperan besar di dalamnya, termasuk gol penting ke gawang Lazio. semua milanisti bersuka cita, ekspektasi masa depan membumbung tinggi dan harapan terbang ke awang-awang. hari itu, 22 Mei 2022, pikiran semua milanisti saling terkait dalam satu kalimat, lantang dan yakin "WE ARE FINALLY BACK!!"
hari-hari berikutnya kita telah membayangkan dengan hati gegap gempita: bersama beberapa pemain andalan lainnya, Tonali dan Paolo Maldini akan stay di Milan selama mungkin, Tonali akan menjadi kapten Milan, menjadi bandiera baru Milan, di bawah asuhan sang kapten abadi, dan mereka akan membawa Milan kembali ke puncak kejayaan. menegaskan kembali identitas Milan ke hadapan dunia - Milanismo.
namun kemudian, nasib buruk tak mampu dihalau, dengan tangan cepat Magic Mike sekalipun - Redbird dan Cardinale terjadi. belum genap setahun kehadirannya, orang USA ini, atas pengaruh Furlani, memecat Maldini dengan cara yang sangat kurang ajar. belum cukup, dua bulan kemudian mereka juga menjual Tonali ke Newcastle United. Tuhan, dongeng indah itu ternyata punya plot twist super mengejutkan. tak pernah sepahit ini aku menerima penjualan pemain Milan. patah hati itu nyata.
saat itu aku pribadi berusaha menanggapi langkah absurd itu dengan khusnuzon seperti layaknya fan yang baik dan setia. kalau sebelumnya aku bisa ber-positive thinking terhadap Yonghong Li, kenapa gak bisa bereaksi sama terhadap Cardinale pikirku. namun, tiga tahun berlalu semenjak musim panas 2023 yang gila itu petunjuk semakin terang bahwa mimpi dan harapan itu sepertinya benar-benar pudar, dongeng indah itu berubah menjadi cerita horror. sementara di sini, di sudut kamar, di depan laptop ini, aku dengan sisa-sisa cinta dan gairah ini masih menantikan mereka kembali - Sandrino dan Paolo kami.
Buon Compleanno, Sandro Tonali. 🖤❤️

Indonesia
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว
raka andita รีทวีตแล้ว
























