🦕

9.9K posts

🦕 banner
🦕

🦕

@orbfitz

suka tidur

Sumali Nisan 2019
27 Sinusundan25 Mga Tagasunod
🦕 nag-retweet
andi
andi@andihiyat·
Kesabaran wni itu diuji ketika: - Ngga punya duit - Baca berita - Ngga punya duit sambil baca berita
Indonesia
9
63
156
4.2K
🦕 nag-retweet
jakartalk
jakartalk@Jakartalk·
Tau tau rayain ultah Tau tau ke luar negeri Tau tau beliin motor buat bgn Tau tau beliin mobil kopdes Tau tau naikin BBM Ada aja gebrakannya rezim tanpa oposisi ini
Indonesia
36
372
843
8.4K
🦕 nag-retweet
The Killing Joke
The Killing Joke@ManBehindThe9un·
@ezash Kenaikan Solar non-subsidi bikin truk ekspedisi swasta tekor, ongkos kirim naik, harga barang ikut melambung. Transportasi umum non-subsidi terpaksa menaikkan tarif, masyarakat makin terbebani. Industri pun kena imbas, biaya produksi naik, ujungnya harga barang makin mahal
Indonesia
27
856
3.2K
89K
🦕 nag-retweet
𝐍𝐨𝐳𝐞𝐥⚚ノゼル
“yaelah bbm non subsidi doang yg naik, ga ngaruh ke gw” Yang naik emg bkn subsidi, tp bbm non subsidi dipake sektor logistik dan industri. Ongkos kirim naik —> biaya produksi naik —> harga barang ikut naik. Ujungnya ya kita ttp kena dampak.
Indonesia
53
902
1.8K
20.6K
🦕 nag-retweet
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Artis udah pada speak up Influencer juga udah akademisi juga udah mahasiswa juga udah ini emang kagak mau di gubris kek nya
Lambe Saham tweet media
Indonesia
208
5.4K
18.7K
144.6K
🦕 nag-retweet
:)
:)@dnielGh·
@ruhulanakgaul Chrome book d jadiin Kasus TIPIKOR, sedangkan MOTOR TRAIL MBG , Kaos Kaki MBG, dll adalah sesuai anggaran wkwkw
Indonesia
1
23
169
12K
🦕 nag-retweet
Zan
Zan@kapten__monyet·
Kalo di umur segini lu blm pernah morotin cowo buat beli skincare, bodycare, outfit, makan, dll. Sumpah lu KERENN BANGETT
Indonesia
596
2.5K
12.5K
189.6K
🦕 nag-retweet
listyantidewi
listyantidewi@listyantidewi·
Saya usul kembali ke buku matematika SD tahun 90an. Buku fisik dan semua harus punya. Buku ini, materinya sederhana dan diulang-ulang. Kalimat yang digunakan sangat efektif, sederhana, singkat, dan mudah dipahami. Tidak terlalu banyak gambar² ilustrasi yang mengalihkan perhatian anak saat belajar. Anak ke sekolah tidak perlu bawa hape. Orangtua didiklat soal screen time dan harus menerapkan di rumah pakai aplikasi parental kontrol. Tidak usah menggunakan media pembelajaran digital selama SD. Kecuali guru dan orangtua MEMILIKI LITERASI DIGITAL YANG TINGGI.
listyantidewi tweet medialistyantidewi tweet medialistyantidewi tweet medialistyantidewi tweet media
IF@IFnubia

ANAK SMA GAK BISA NGITUNG! Kurang lebih begitu judul provokatif di beberapa video pendek yang sempat saya tonton. Saya kurang percaya. Apa iya: penjumlahan, pengurangan, pengalian, dan pembagian dasar saja, lambat? Sampai akhirnya beberapa hari terakhir mengharuskan berinteraksi lumayan intens dengan beberapa anak SMA baru (akan) lulus di sebuah kabupaten pesisir. Remaja dengan aktivitas biologis sedang galak-galaknya, banyak menghabiskan waktu scrolling tiktok, sekolah asal lulus, tapi bisa makan MBG sampai 5 ompreng karena sekolah mereka selalu diberikan jatah lebih. Muridnya sedikit. Bagusnya: mereka mau mengerjakan apa saja asal "bisa hidup". Mulai dagang cilok di gerobak dorong, membantu di warung, sampai jadi tulang urut panggilan. Ternyata benar, mereka sangat lambat berhitung. Perkalian dasar setingkat SD saja lemah. Perlu bermenit-menit menghitung 8 kali tiga. DELAPAN KALI TIGA! sampai-sampai seluruh jari tangannya dikeluarkan semua, dipakai menghitung dengan cara menjumlahkan. Saya mengurut dada. Dada sendiri. Sedih. Kecewa. Marah. Semua campur aduk. Bukan marah kepada mereka pribadi, karena biar bagaimana, mereka adalah PRODUK pendidikan. Pendidikan formal di sekolahan, di rumah, dan di lingkungan. Dan, ini saya sampaikan kepada mereka pelan-pelan dengan bahasa amat sederhana. Bahasa sederhana yang sekiranya dipahami oleh mereka yang seumur hidup belum pernah membaca satu buku pun hingga tuntas. Bukan salah menteri dengan kebijakan asal-asalannya, karena jangan-jangan mereka pun TIDAK PAHAM atau di bawah todongan. Pun bukan salah sekolah, apalagi orang tua. Yang tidak tahu tidak bisa dikenakan delik, bukan? Abad-21 dipenuhi piranti canggih, namun pengguna kecanggihan tersebut kalah telak oleh generasi dua ribu tahun lalu, atau abad pertengahan, jauh sebelum renaissance. Kala itu manusia usia belasan tahun sudah siap mandiri, sendiri mengarungi kehidupan. PR terbesarnya kemudian: bagaimana 'menyembuhkan' mereka, yang semula sebagai PRODUK GAGAL sistem pendidikan, menjadi generasi tangguh, terampil, cerdas sekaligus mandiri di tengah tantangan dunia yang semakin berat? Berat. Sangat berat. *** Stella, ini buktinya. Tiap hari makan MBG sampai 5 ompreng pun TIDAK bikin cerdas.

Indonesia
165
1.9K
5K
115.7K
🦕 nag-retweet
𝗬𝗨 ♡
𝗬𝗨 ♡@yu_myeon·
We are one forever 🤍
English
4
3.1K
7.7K
82.2K
🦕 nag-retweet
🕸
🕸@itstime4changed·
dipikir2 bener juga ya. fungsi menpanrb apa ya cok, gaji tukin dia ga mampu perjuangin, soal kepegawaian dia ga punya power, pelatihan pendidikan bisa dicover LAN bahkan skrg dialihin ke tentara. bubarin aja gasih itu kementerian satu lebih banyak mudharatnya drpd manfaatnya😌
Hakim@hakimirza

@itstime4changed First thing first. KemenPanRB cocoknya dibubarin. Emang manfaatnya apa coba sebutin?

Indonesia
55
898
3K
88.7K
🦕 nag-retweet
Santi kzl
Santi kzl@Santi_nya·
Santi kzl tweet media
ZXX
33
2.1K
5.9K
50.6K
🦕 nag-retweet
dew
dew@dewirahmat_·
gapapa kemana-mana sendiri, asal diperbanyak SALDO REKENINGKU YA ALLAH 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Indonesia
144
1.6K
5.5K
51.1K
🦕 nag-retweet
goshberyy
goshberyy@goshberyy·
exo performing crazy was one of those surreal moments as a fan because exo needn’t go all out at this point in their careers but they still do because they’d never ever show something half assed to the fans #Flatline_마침내_만난_우리 #review_for_EXhOrizon
English
0
420
1.7K
19.2K
🦕
🦕@orbfitz·
@WilliamAndals @tempodotco dikira orang-orang tuh pns seragam semuanya di beliin negara padahal mah beli sendiri ya kak mana harga seragamnya mahal pula 😂
Indonesia
0
0
0
13
William
William@WilliamAndals·
@orbfitz @tempodotco haha for real, keluargaku aja keget baru tahu kalau seragam pns tuh modal sendiri 🤣
Indonesia
1
0
0
22
tempo.co
tempo.co@tempodotco·
News Update: BGN Habiskan Rp 1,5 Miliar buat Beli Sikat dan Semir Sepatu Kalau dilihat dari kebutuhan, menurut kamu gimana? 👀
tempo.co tweet mediatempo.co tweet media
Indonesia
2.7K
6.7K
19.7K
913.2K
🦕
🦕@orbfitz·
@imsusisie @tempodotco iya kak makanya enak banget BGN semua di modalin negara sedangkan yg udah ngabdi ke negara bertahun-tahun semuanya di suruh modal sendiri dengan gaji kita yg imut itu mana sering pula seragam nambah ini itu, baru beli eh ada lagi aturan baru 🤣
Indonesia
0
0
0
22
uci
uci@imsusisie·
@orbfitz @tempodotco Miris ya kak, BGN katanya ASN kak, baru diangkat PPPK, sedangkan PNS yang udah kerja tahunan, seragam khaki, korpri, seragam putih, pramuka, sepatu, bahkan pin, nametag beli sendiri pakai uang sendiri, mana ada aja ketentuan pakaian dinas yang terbaru, harus beli lagi 😭
Indonesia
1
0
0
61
🦕 nag-retweet
Pikachu
Pikachu@itsufika·
“Ah lu mah enak duitnya nggak habis-habis” Di antara semua fitnah yang ada, tolong yang ini dikabulkan ya Allah
Indonesia
18
484
1.3K
15.5K
🦕 nag-retweet
Elfan MDI
Elfan MDI@elfanmdi·
Bayangin lo lagi santai di kantor, tiba-tiba HP bergetar. Pesan atasan: “Besok mutasi ke Papua, demi pemerataan ASN.” Rumah baru lunas, anak sekolah nyaman, keluarga ikut susah. Gitu deh yang lagi ramai gara-gara DPR mau revisi UU ASN. Katanya buat PNS merata ke daerah 3T. Tapi banyak yang curiga, ini solusi beneran atau cuma “asal bapak senang” buat tekan PNS kritis? Dulu masalahnya jelas. PNS numpuk di Jawa, pelosok kekurangan guru dan dokter. Revisi ini mau kasih pusat kuasa mutasi lebih besar supaya pelayanan publik merata. Dari sisi kebijakan publik, ini bagus soal ngatasi ketimpangan. Tapi sisi gelapnya langsung keliatan. Mutasi mendadak bisa bikin keluarga berantakan. Gaji sama, biaya hidup beda jauh. Kalau nggak ada dukungan, pegawai burnout. Administrasi publik bilang kebijakan harus feasible, bukan cuma mulia di kertas. Lalu masuk risiko politik. Kekuasaan mutasi di pusat bisa bikin “asal bapak senang” makin gampang. PNS yang vokal kritik tiba-tiba dikirim ke pelosok. Netralitas ASN terancam. Birokrasi jadi takut bersuara, rakyat yang rugi Tapi ada sisi baiknya juga. Kalau transparan, kriteria jelas, dan ada insentif seperti tunjangan lebih, ini bisa perkuat merit nasional. Kebijakan publik bilang ini soal desain yang tepat plus pelaksanaan hati-hati. Sekarang kita awasi bareng. Butuh safeguard kuat: mutasi berbasis merit, perlindungan buat PNS kritis, dukungan keluarga. Kalau nggak, revisi malah jadi bumerang. Intinya, ini dua mata pisau. Bisa bantu pemerataan atau rusak semangat birokrasi. Lo gimana? Setuju asal ada pelindung, atau khawatir kekuasaan makin besar? Cerita di komentar yuk. ASN pelayan rakyat, bukan alat politik. Birokrasi sehat, Indonesia maju bareng.
tirtoid@TirtoID

Komisi II Akan Revisi UU ASN, Permudah Pemerintah Mutasi PNS tirto.id/dpr-akan-revis…

Indonesia
167
1.2K
4.8K
676.2K
🦕 nag-retweet
Ayman Alatas
Ayman Alatas@AymanAlatas·
Cape deh, rasanya pengen duit 10 M aja
Indonesia
93
7K
14.1K
159.7K