Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘

5.6K posts

Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘ banner
Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘

Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘

@sacyifice

fan account for #PANDAVVA especially #YudistiraYogendra

selective. Sumali ลžubat 2026
188 Sinusundan501 Mga Tagasunod
Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘ nag-retweet
puRuโœง
puRuโœง@kejulumerzยท
#NoteSun anak SMA jatuh cinta ckckck
puRuโœง tweet media
Indonesia
11
618
2.2K
10.1K
Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘ nag-retweet
rosie๐ŸŒน
rosie๐ŸŒน@evienroseesยท
rupanipun ngantos nggumunaken, mas๐ŸŒน #NakuLukis #Mevvarnai
rosie๐ŸŒน tweet media
Filipino
177
3.2K
8.6K
119.1K
Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘ nag-retweet
แข‰๐ญฉ
แข‰๐ญฉ@etoiledewยท
bener bener emosionalโ€ฆ we sang indonesia pusaka sebelum mundur
Indonesia
443
47K
112.8K
2M
Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘ nag-retweet
Kapten Haddock
Kapten Haddock@SeekHustleยท
Aljazair live liputan di lokasi sore tadi capt. Kenapa ini penting? Karena pemerintah takut kalau banyak media luar memberitakan ketidakpuasan masyarakat.
Indonesia
152
22.4K
60.7K
453.2K
Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘ nag-retweet
Elxveeee
Elxveeee@3lxveeeยท
๐Ÿฅƒ๐Ÿ” inspired by Michelangeloโ€™s Creation of Adam #beerlens
Elxveeee tweet media
English
1
259
873
4.3K
Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘
yah gw bangun tidur nangis
Arjuna Arkana โ˜€๏ธใ€PANDAVVAใ€‘@ArjunaArkana

Sejujurnya gue gak tau ini tulisan akan mengarah ke mana, hanya pikiran random jam 2 pagi setelah melihat demo seharian tadi. If you have time silakan baca or feel free to skip. Gue tumbuh besar di lingkungan yang sekitarnya penuh dengan kemiskinan. Gue sendiri berasal dari keluar yang biasa-biasa saja, mungkin hanya sedikit lebih beruntung dari yang lain. Orang-orang hidup dengan serba kekurangan. Boro-boro punya tabungan atau rencana masa depan, besok pun belum tau gimana caranya dapetin makan. Segala macam cara dilakukan untuk bisa dapat uang tambahan. Dulu kalo pagi suka ada tetangga nenek-nenek, namanya Romlah, sering datang ke rumah bawa jualan kayak jajanan kue atau gorengan, kalo siang ke sore dia lanjut pergi ke sawah. Beliau rajin banget, tapi anak-anaknya pun tetap harus putus sekolah. Ada juga ibu-ibu tetangga yang buka jasa cuci baju, namanya Bu Sop. Orang di kampung gak punya mesin cuci jadi nyucinya masih dikucek sendiri manual. Beliau meninggal dunia karena penyakit kronis dan tidak punya biaya untuk rutin berobat. Pengangguran ada banyak, yang putus sekolah banyak, yang sampai ke perguruan tinggi cuma sedikit sekali. Semuanya terhambat masalah ekonomi. Semuanya terjebak dalam kemiskinan struktural. Yang hidupnya nyaman dan berkecukupan bisa dihitung jari. Gue termasuk yang berkecukupan, tapi tetap ga bisa seenak jidat minta macem-macem ke orang tua. Kalo pengen sesuatu biasanya harus nabung uang jajan sekolah dan beli sendiri. Gue udah gak tinggal di lingkungan tersebut, tapi sampe sekarang gue selalu ingat betapa susahnya kehidupan orang-orang di sekitar gue dulu. Sekeras apapun mereka berusaha dan bekerja mereka gak akan bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Entah karena keterbatasan ilmu, kemampuan, atau akses ke informasi dan kesempatan. Mereka gak punya kemampuan untuk mengubah nasib atau memperbaiki kehidupan. Mereka gak tau musti ngapain. Mereka cuma bisa pasrah. Mereka gak peduli siapa yang jadi pemimpin karena buat mereka, siapapun pemimpinnya toh hidup mereka ya begitu-begitu aja. Di setiap masa pemilu, siapa yang bisa ngasih imbalan itulah yang akan dipilih. Mereka gak punya pilihan lain selain menerima. Mereka adalah golongan yang rentan dimanipulasi dan dimanfaatkan. Memang zaman sekarang orang sudah punya smartphone bahkan di daerah. Tapi teknologi tersebut tidak seimbang dengan kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis. Belum lagi banyaknya media yang dikontrol, disensor, dan buzzer di mana-mana. Kita, yang punya akses ke pendidikan yang lebih baik, yang mampu berpikir kritis, yang mengerti apa yang sedang terjadi di atas sana, yang bisa melihat kebohongan dan tipu muslihat, adalah wakil mereka. Suara kita adalah suara mereka. Perjalanan mungkin masih panjang, kita mungkin masih butuh banyak belajar, tapi gapapa pelan-pelan aja. Gue tau sangat mudah untuk merasa frustrasi dan putus asa di situasi seperti ini, tapi kita gak bisa buang harapan. Bareng-bareng yok. ---------- Even if I have to die, I will use the only voice I have to make some noise.

Indonesia
0
0
1
213
Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘ nag-retweet
Arjuna Arkana โ˜€๏ธใ€PANDAVVAใ€‘
Sejujurnya gue gak tau ini tulisan akan mengarah ke mana, hanya pikiran random jam 2 pagi setelah melihat demo seharian tadi. If you have time silakan baca or feel free to skip. Gue tumbuh besar di lingkungan yang sekitarnya penuh dengan kemiskinan. Gue sendiri berasal dari keluar yang biasa-biasa saja, mungkin hanya sedikit lebih beruntung dari yang lain. Orang-orang hidup dengan serba kekurangan. Boro-boro punya tabungan atau rencana masa depan, besok pun belum tau gimana caranya dapetin makan. Segala macam cara dilakukan untuk bisa dapat uang tambahan. Dulu kalo pagi suka ada tetangga nenek-nenek, namanya Romlah, sering datang ke rumah bawa jualan kayak jajanan kue atau gorengan, kalo siang ke sore dia lanjut pergi ke sawah. Beliau rajin banget, tapi anak-anaknya pun tetap harus putus sekolah. Ada juga ibu-ibu tetangga yang buka jasa cuci baju, namanya Bu Sop. Orang di kampung gak punya mesin cuci jadi nyucinya masih dikucek sendiri manual. Beliau meninggal dunia karena penyakit kronis dan tidak punya biaya untuk rutin berobat. Pengangguran ada banyak, yang putus sekolah banyak, yang sampai ke perguruan tinggi cuma sedikit sekali. Semuanya terhambat masalah ekonomi. Semuanya terjebak dalam kemiskinan struktural. Yang hidupnya nyaman dan berkecukupan bisa dihitung jari. Gue termasuk yang berkecukupan, tapi tetap ga bisa seenak jidat minta macem-macem ke orang tua. Kalo pengen sesuatu biasanya harus nabung uang jajan sekolah dan beli sendiri. Gue udah gak tinggal di lingkungan tersebut, tapi sampe sekarang gue selalu ingat betapa susahnya kehidupan orang-orang di sekitar gue dulu. Sekeras apapun mereka berusaha dan bekerja mereka gak akan bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Entah karena keterbatasan ilmu, kemampuan, atau akses ke informasi dan kesempatan. Mereka gak punya kemampuan untuk mengubah nasib atau memperbaiki kehidupan. Mereka gak tau musti ngapain. Mereka cuma bisa pasrah. Mereka gak peduli siapa yang jadi pemimpin karena buat mereka, siapapun pemimpinnya toh hidup mereka ya begitu-begitu aja. Di setiap masa pemilu, siapa yang bisa ngasih imbalan itulah yang akan dipilih. Mereka gak punya pilihan lain selain menerima. Mereka adalah golongan yang rentan dimanipulasi dan dimanfaatkan. Memang zaman sekarang orang sudah punya smartphone bahkan di daerah. Tapi teknologi tersebut tidak seimbang dengan kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis. Belum lagi banyaknya media yang dikontrol, disensor, dan buzzer di mana-mana. Kita, yang punya akses ke pendidikan yang lebih baik, yang mampu berpikir kritis, yang mengerti apa yang sedang terjadi di atas sana, yang bisa melihat kebohongan dan tipu muslihat, adalah wakil mereka. Suara kita adalah suara mereka. Perjalanan mungkin masih panjang, kita mungkin masih butuh banyak belajar, tapi gapapa pelan-pelan aja. Gue tau sangat mudah untuk merasa frustrasi dan putus asa di situasi seperti ini, tapi kita gak bisa buang harapan. Bareng-bareng yok. ---------- Even if I have to die, I will use the only voice I have to make some noise.
Indonesia
156
10K
22K
255K
Sakura. ๐ŸŒช๏ธ rest
Mau sedikit info di daerah Dukuh Atas masih rame ya guys kami belum mundur (aku turun ke jalan)
Indonesia
2
1
2
336
Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘ nag-retweet
PANDAVVA Official
PANDAVVA Official@PANDAVVA_IDยท
Keakraban para PANDAVVA terlihat jelas lewat game ini. Seperti apa interaksi mereka? saksikan malam ini hanya di #JUMAVVA Mabar! ๐Ÿฅณ Pukul 19.00 WIB!
PANDAVVA Official tweet media
Indonesia
73
898
2.5K
72.2K
Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘ nag-retweet
Piyorin๐Ÿฃ
Piyorin๐Ÿฃ@piyo_artยท
Piyorin๐Ÿฃ tweet media
QME
5
529
2.2K
9.8K
Ayiใ€๐™†๐™๐˜ฝ๐™ใ€‘ nag-retweet
adil
adil@macaroonpelangiยท
Arjuna mengaku Kaito Kuroba๐ŸŽฉ Art by @/sakiskaiksiaski #Artjuna #Arjunathumbnail
adil tweet media
Indonesia
12
1.4K
4.8K
30.1K