Dhea Ayu Anggraini
17.7K posts

Dhea Ayu Anggraini
@Dhea_Krawing12
Ordinary girl || Indonesia || English || Malay || 🇮🇩
شامل ہوئے Mayıs 2020
443 فالونگ115 فالوورز
Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا
Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا

Bahasa Maltese itu sebenarnya salah satu bahasa paling unik di dunia.
Bahasa Semitik (rumpun bahasa yang sama dengan Arab dan Ibrani) yang ditulis pakai huruf Latin.
Jadi wajar kalau kosakatanya kayak gitu. Kata-kata modern kayak “football”, “computer”, dan “fridge” itu diserap langsung dari bahasa Inggris atau Italia, lalu disesuaikan ejaannya biar cocok sama sistem bunyi Maltese.
Proses ini namanya “loanword adaptation” yaitu ketika sebuah bahasa meminjam kata dari bahasa lain dan mengubah ejaannya sesuai aturan fonetik bahasa sendiri.
Bahasa Indonesia juga melakukan hal yang persis sama. “Komputer”, “restoran”, “kafe”, “televisi”
Bedanya kita udah terbiasa jadi nggak sadar 😅
Alixxa 🌆✨@Alixxa01
I'm sorry but I cannot take this language seriously 😭
Indonesia
Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا
Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا
Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا
Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا
Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا

Despite their hatred for Saudi Arabia, despite their constant attempts to attack Saudi Arabia either directly or via their puppets, despite their officials openly declaring their desire to attack Riyadh:
Saudi Arabia as always the country of true Islamic values and actions 🇸🇦💚
Tasnim News Agency@Tasnimnews_EN
Iranian Pilgrims Warmly Welcomed in Mecca A heartfelt reception was held for pilgrims arriving from Iran.
English

Keduanya! 🤤
mon@akukayaarayaaa
pilih sempol atau dimsum? gue pilih semuaaa karena enak banget!
Indonesia
Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا

Bayangin kamu ceritanya lagi naik tangga buat “jadi pinter”. Nah, ada yang namanya Taksonomi Bloom nih, Taksonomi Bloom itu kayak peta tangganya dari yang paling dasar sampai yang paling “pro level” dalam cara kita berpikir.
Penjelasannya gini:
Awalnya, kamu cuma ngumpulin info dulu. Ini level paling bawah, namanya mengingat. Kayak hafalin rumus, inget tanggal sejarah, atau sekadar tahu misal “oh ini namanya fotosintesis” gitu.
Naik dikit, kamu mulai ngerti. Bukan cuma hafal, tapi udah bisa jelasin pake kata-kata sendiri. Hal ini udah masuk ke dalam tahapan Memahami. Misalnya, kamu bisa cerita ulang kenapa tumbuhan butuh cahaya matahari tanpa ngelihat buku.
Terus, kamu masuk ke tahap pakai ilmunya. Ini level Menerapkan. Jadi bukan cuma ngerti teori, tapi bisa dipraktikkan. Contohnya, kamu pakai rumus matematika buat nyelesain soal atau pakai grammar yang bener pas ngomong bahasa Inggris.
Naik lagi, kamu mulai nih masuk tahap selanjutnya yaitu Menganalisis. Di sini kamu udah kayak detektif, bisa ngebedah sesuatu, nyari pola, atau ngerti kenapa sesuatu bisa terjadi. Misalnya, kamu bisa bandingin dua teori atau ngerti penyebab suatu peristiwa.
Abis itu, kamu masuk ke level Menilai. Di level ini kamu udah mulai “beropini tapi beralasan”. Kamu bisa bilang sesuatu itu bagus atau nggak, setuju atau nggak, tapi pake alasan yang kuat. Kayak nge-review film tapi bukan cuma “jelek”, tapi jelasin kenapa jelek.
Paling atas, level tertingginya ada Mencipta. Di sini kamu nggak cuma pakai atau nilai sesuatu, tapi bikin hal baru. Bisa berupa ide, karya, solusi, atau konsep yang belum ada sebelumnya. Misalnya bikin aplikasi, nulis cerita, atau nemuin cara baru buat nyelesain masalah.
Jadi intinya, Taksonomi Bloom itu kayak perjalanan:
dari “cuma tahu” lanjut ke “beneran ngerti” lanjut lagi “bisa pakai” maju ke “bisa bedah” berubah menjadi “bisa nilai” akhirnya sampai “bisa bikin sesuatu yang baru.”
Semakin naik, otak kamu makin “kerja keras” tapi juga makin keren.
Jadi dalam belajar tuh kita bener-bener harus tau tahapannya ya, supaya kita bisa berurutan ga asal loncat aja hehehehehe

Indonesia
Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا

Saat ingin pulang kampung. Dari Malang ke Banyuwangi
Nisa🐾🍳@bolehjoingk
kapan terakhir makan ayam pak gembus?🤤
Indonesia
Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا

You lying piece of shit. I'm an Iranian Armenian born and raised and you are lying out of your ass.
Every single church in Iran was built before '79. Specifically the St. Sarkis church on Karim Khan street which me and my family attended. That one was built in 1973 by Pahlavi. In fact, ZERO churches were built under the islamic republic.
While we're at it, the Ararat sports complex in Vanak Tehran, and the other one in Esfahan was gifted to the Armenian community by the SHAH so we could practice our cultures and traditions as we deemed. That complex has turned into a military base by your IRGC terrorist friends.
And Alcohol was never "allowed" and still isn't. I still remember your thug islamist friends raiding our wedding ceremonies and arresting people for alcohol possession, you lying bag of garbage.
Bushra Shaikh@Bushra1Shaikh
Did you know that the Armenian Christian Community in Iran only received their religious freedom rights, to practice their faith, under the Islamic Republic. While alcohol is illegal in Iran, the Iranian leadership permit the use of alcohol for Christian ceremonies.
English


Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا

TERNYATA HOBI BISA
BOCORIN KARAKTER
ASLIMU LOH...
📚 membaca
tipe yang tenang, suka mikir dalam, empatinya tinggi, dan nyaman dengan dunia sendiri.
⚽ olahraga tim
energik, kompetitif, gampang bergaul, dan berani ambil peran di depan.
🔍 memasak
kreatif, solutif, suka melayani, dan nggak takut coba hal baru.
📷 fotografi
peka, detail-oriented, cinta keindahan, dan jago nangkap momen.
🌱 berkebun
sabar, kalem, perfeksionis, dan penuh kepedulian.
🎮 main game
adaptif, terbuka, cepat nyatu di lingkungan sosial.
✍️ menulis
imajinatif, eksploratif, dan suka memperluas koneksi.
🚴 bersepeda
ceria, petualang, suka tantangan, dan menyenangkan.
Indonesia
Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا
Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا
Dhea Ayu Anggraini ری ٹویٹ کیا














