Monde

21.2K posts

Monde banner
Monde

Monde

@Monmondede

efforts may lie, but will never be in vain. -YH

شامل ہوئے Temmuz 2020
1.1K فالونگ989 فالوورز
پن کیا گیا ٹویٹ
Monde
Monde@Monmondede·
"Love youself like someone you love"
English
0
0
0
931
Monde ری ٹویٹ کیا
Zlazloj Auror
Zlazloj Auror@zlazloj·
That's why we need to talk about this publicly to go against that way of thinking. Realitasnya, orang2 di luar sono ya lagi membela dirinya dengan cara itu. Gue bahkan gatau itu orang2 QRT gue dalem otaknya mikir apa 😅 Menurut gue diskusi ini bisa dipakai untuk: 1. Memperbaiki cara pandang orang2 yanh cari alasan2 itu 2. Kasih bekal buat temen2 yang bakal dibantai di tongkrongannya pake argumen privasi itu Orang2 ga akan berubah pikirannya kalo kita cuma ngatain pendapat mereka "aneh", tanpa ada penjelasan lanjutan
Indonesia
1
1
1
34
Monde
Monde@Monmondede·
@lulac_notlilac kayaknya kakaknya yang up nge private akunnya dehh
Indonesia
0
0
0
254
Monde
Monde@Monmondede·
Kak, kalau gue jadi lo, instead nyabut poster poster yang akan selalu tersebar itu, gue bakal seret adek gue ke depan patung yang didepan pintu masuk fh ui dan gue gebugin secara personal disana. Lo jadi kakak udah bagian dari tanggung jawab lo juga buat ngedidik adek lo.
Indonesia
65
2.8K
17.6K
331.3K
Monde ری ٹویٹ کیا
nastea 🐁
nastea 🐁@isontrial·
Kebiasaan buruk yang harus dihilangkan tiap ada kasus KS: SENSASIONALISASI. Untuk apa blow up hal2 kyk nama2 keluarga, dugaan2 relasi unverified, kronologi kasus yg jelas2 reviktimisasi, glorifikasi pihak2 lain kyk penyiar/streamer forum dan mediator kasus. Dewasa aja jgn norak.
Indonesia
4
345
1.3K
95.2K
Monde
Monde@Monmondede·
I'm not sure apakah pasal yang gue gunakan untuk sangkakan udah paling tepat atau tidak, tapi gue baca pasal lain, ini pasal jaring dasar yang bisa jaring 16 pelaku KS FHUI entah mau manuver pembelaan kayak gimanapun. Tapi bisa jadi ada pasal lain yang lebih tepat, cmiiw!
Indonesia
0
0
0
387
Monde
Monde@Monmondede·
Halo kak, kalau mahasiswa fakultas hukum tolong ulang kembali mata kuliah hukum pidananya ya ☺️ harap sadari bahwa pelecehan seksual baik fisik mapun NON FISIK telah di kriminalisasi di UU TPKS. Deliknya adalah delik FORMIL, tanpa pembatasan lokasi dimana pelecehan dilakukan.
Rahmaut | 🇵🇸| 光燃瑪@rahmaut

Might be unpopular opinion, tapi dalam hal ini gw bukan enabler dan gw cewe dengan riwayat ngebanting dan nyekek orang KS di transport publik ya. Terlepas dari cupu banget si ade2 mahasiswa ini, JIKA ini masih dalam batas: - percakapan ruang tertutup - tidak dilontarkan langsung kepada “objek”nya (gw pake kata objek bukan objektifikasi, tapi Subjek-predikat-objek) ~ dalam hal ini perempuannya - tidak menjadi aksi langsung (tindakan verbal, sentuhan, pemaksaan, dan lain2) Maka kasus ini BELUM bisa di cap 100% sebagai KS. Biarkan sanksi sosial, tapi kurang tepat jika harus DO. Tindakan real kriminal (pencurian, pemerkosaan, pembunuhan, perusakan fasilitas, kejahatan terencana) baru bisa dikategorikan sebagai layak DO. Gw kembalikan pada niat < ucapan < ajakan (hasutan) < tindakan. Dan tindakan ini juga ada tingkatan keparahan. Plus, sebagai nasib yg sering dianggap bro, gw dulu suka terdampar di obrolan cowo (dengan judul Presidium Malam). Dan itu memang kalo didenger perempuan bisa jadi kurang enak banget. Tapi gak ada yg sampe tindakan, apalagi nyebar foto dll. Mentok di obrolan circle (belom ada wasap jaman itu, tapi kan udah ada kaskus, milis, dll). Apalagi sebar foto pribadi. Nah, kalo udah sampe “nyebarin” foto pribadi apalagi stalking, itu bisa diperkarakan.

Indonesia
2
6
24
1.1K
Monde
Monde@Monmondede·
Satu satunya alasan kalian semua para pelaku masih selamat hari ini adalah karena kalian belum terdeteksi. Mungkin beda di besok hari.
Indonesia
0
0
0
195
Monde
Monde@Monmondede·
Meski dalam ruang privat (1 on 1 ataupun grup chat), selama ada tindakan pelecehan itu tetap tindak pidana. Hanya karena selama ini terjadi, tidak pernah dilaporkan, korban tidak mengetahui, BUKAN BERARTI ITU BUKAN TINDAK PIDANA YANG TIDAK BISA DIPERKARAKAN.
Monde tweet media
Indonesia
1
0
2
236
Monde ری ٹویٹ کیا
LBH👊 - Lembaga Baku Hantam👊
Contoh lain bisa dipakai sbg pandangan: KDRT. Kekerasan terjadi di ranah privat: perkawinan. Negara dlm hal ini menembus ruang privat & menjadikannya hukum publik demi kepentingan korban. Jadi bahasan privat/ga privat bs jd ga relevan di tindakan yg ada korbannya/ditentukan UU.
Indonesia
2
5
19
2.4K
Monde
Monde@Monmondede·
Sumpaahhh ini bumi cijantung kenapa serem banget dari tadi suara pesawat deket deket banget
Indonesia
0
0
0
66
Monde ری ٹویٹ کیا
Vicky Kurniawan
Vicky Kurniawan@vickyelkhaer_·
@NotTadanoHuman @BudiBukanIntel Pemerintah itu entitas umum. Tidak bisa disamakan dengan seseorang yg mana merupakan subjek hukum. Mens rea + actus reus tidak berarti otomatis pidana. Kritik ke pemerintah itu ekspresi yg dilindungi, bukan penghinaan, selama tidak menyerang kehormatan individu secara spesifik—
Indonesia
7
27
255
16.6K
Monde
Monde@Monmondede·
Ingat, selama tidak dinyatakan sebaliknya (alasan pembenar), siapa, dimana melakukannya, kapan melakukannya tidak berpengaruh, Tindak pidana telah dilakukan
Indonesia
0
1
3
360
Monde
Monde@Monmondede·
Cuma itu. Karena dilakuin di ranah privat itu jadi "tidak terdeteksi". Bukan jadi itu bukan merupakan tindak pidana. Lagian kan di uu tpks emang ada frasa "dilakukan di ruang publik"? Ga ada. Lokasi bukan masalah, dimanapun tetap tindak pidana.
Monde tweet media
Indonesia
1
2
4
491
Monde ری ٹویٹ کیا
Zlazloj Auror
Zlazloj Auror@zlazloj·
Gue tau ini pertanyaan yang seolah-olah bisa jadi "tameng" pelaku buat membela diri. Tapi posisinya perlu kepastian hukum juga, karena bisa jadi isu serius, bisa balik mengancam kita dalam konteks-konteks lainnya. Memang dalam kasus FHUI, memandang grup WA sebagai ruang publik dipandang baik dalam mengungkap ujaran di dalamnya. Tapi, jadi perlu ada diskusi lanjutan: 1. Apakah kasus ini legal diungkap karena grup WA dianggap sebagai ruang publik? 2. Apakah kemudian semua aktivitas dalam grup boleh diungkap? 3. Bagaimana membatasinya?
Ahmad Zakaria@za_ka

Apakah kita bisa mempersamakan grup WA/Line/chat sebagai ruang tertutup yang privat seperti kita memperlakukan pemikiran? Pemikiran adalah ranah privat yang selama belum disampaikan ke publik atau dilaksanakan seharusnya dilindungi dari pihak mana pun termasuk tidak boleh disentuh hukum pidana. Dalam menilai suatu tindakan khususnya pidana bukan kah harusnya selalu melihat mens rea dan actus reus? Bagaimana jika keduanya hanya dilakukan di dalam pikiran atau dalam hal ini dilakukan dalam ruang tertutup/privat? Ruang tertutup/grup private dianggap reasonable expectation of privacy, forum internum, private speech, Harm Principle? Silahkan didiskusikan sehingga kita dapat melihat kasus yang ramai belakangan ini dari segala perspektif dan korban serta pelaku mendapatkan kepastian hukum yang berkeadilan.

Indonesia
26
89
430
41K
Monde
Monde@Monmondede·
@tanyakanrl Ni orang juga komen di hit tweet gue, mendadak nge retweet postingan dia sendiri 😭😭 bingung gweh
Indonesia
0
0
1
791
Tanyarl 💚
Tanyarl 💚@tanyakanrl·
💚 maaf bukan membela pelaku NOT TOTALLY tapi be aware guys, chat2 seperti ini mudah dimanipulasi. banyak pihak di kondisi2 saat ini melakukan segala hal demi engagement apalagi jika akunnya cenblu. dari ratusan org yg speak up masa cuma dia yg diancem kan lucu..
Tanyarl 💚 tweet media
Indonesia
124
254
3K
227.2K