niswah tidak skenA

7.7K posts

niswah tidak skenA banner
niswah tidak skenA

niswah tidak skenA

@amvrtigro

any pronouns are ok | 20 شامل ہوئے Haziran 2022
352 فالونگ253 فالوورز
پن کیا گیا ٹویٹ
niswah tidak skenA
niswah tidak skenA@amvrtigro·
thread niswah membaca :]
Indonesia
1
0
0
564
niswah tidak skenA ری ٹویٹ کیا
Ody Dwicahyo
Ody Dwicahyo@odydc·
Kutipan kata2 Kartini favorit saya:
Ody Dwicahyo tweet media
Indonesia
1
395
1.1K
15.6K
najwa
najwa@nudgingnaj·
semua org gw rusuhin perkara rab kkn
najwa tweet medianajwa tweet media
Indonesia
3
0
0
44
niswah tidak skenA ری ٹویٹ کیا
Huyogo Simbolon
Huyogo Simbolon@huyogo_simbolon·
@SistersInDanger Saya memuji tulisan ini. Dan maaf saya balas pake meme ini. 🙏
Huyogo Simbolon tweet media
Indonesia
3
773
3K
62.7K
niswah tidak skenA ری ٹویٹ کیا
mir
mir@ombakcherry·
@mikrobiotwt normalisasi penyimpangan
Indonesia
4
92
409
7.6K
niswah tidak skenA ری ٹویٹ کیا
𝓑𝓵𝓪𝓲𝓻 #1312
She is THAT angry daughter
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger

Empat syarat Kartini sebelum (terpaksa) mau dipoligami: 1. Boleh mendirikan sekolah & mengajar untuk putri di Rembang, melanjutkan cita-citanya memajukan pendidikan perempuan. 2. Penolakan adat feodal dalam upacara pernikahan: tidak mau berjalan jongkok di belakang suami, tidak berlutut, tidak menyembah/mencium kaki suami. 3. Kesetaraan bahasa: berbicara dengan suami menggunakan bahasa Jawa Ngoko (bahasa sehari-hari setara), bukan Krama Inggil (bahasa hormat yang menunjukkan hierarki istri lebih rendah). 4. Boleh membawa ahli ukir dari Jepara ke Rembang untuk mengembangkan kerajinan secara komersial sebagai kegiatan ekonomi perempuan. Semua syarat ini (sangat progresif & radikal pada masa itu) dipenuhi oleh calon suaminya, Bupati Rembang Raden Adipati Djojoadiningrat. Kartini melihat poligami sebagai bentuk penindasan terbesar terhadap perempuan. Ia menyaksikan langsung penderitaan ibunya, Ngasirah, yang dimadu oleh ayahnya. Dalam surat-suratnya, ia menulis dengan getir bahwa tak ada perempuan yang bahagia dimadu, & laki-laki yang memadu kehilangan kehormatan. Poligami dianggapnya sebagai "dosa" yang membuat perempuan menjadi saingan dan korban, sementara laki-laki bebas. Ia juga menolak pernikahan paksa dengan orang asing yang belum dikenal, karena cinta sejati harus dimulai dari rasa hormat, bukan paksaan adat. Namun, pada 1903, Kartini di usia 24 tahun (dianggap perawan tua yang memalukan keluarga ningrat pada masa itu) terpaksa menikah dengan Raden Adipati Ario Djojoadiningrat, Bupati Rembang yang jauh lebih tua (~25 tahun) & sudah punya 3 istri (salah satunya baru meninggal) karena tekanan budaya feodal priyayi pada masa itu & karena ayahnya, R.M. Adipati Ario Sosroningrat, sakit serta terus "dibully" teman-temannya karena anak perempuannya belum menikah. “Saya telah berjuang, bergulat, menderita, dan saya tidak dapat menjadikan nasib celaka Ayah, dan dengan demikian membawa bencana bagi semua yang saya cintai." (Surat Kartini kepada Abendanon, 14 Juli 1903) Meski seumur hidup menentang poligami & pernikahan paksa, Kartini terpaksa mengalahkan idealismenya, terpaksa menanggalkan egoismenya, serta harus berkompromi dengan realitas sosial feodal Jawa demi menjaga kehormatan ayah & keluarga yang dicintainya. Tekanan budaya feodal & partriarkis kelas priyayi pada masa itu terlalu kuat & ketat, di mana poligami & pernikahan paksa merupakan norma adat (diperkuat ajaran agama), sehingga meskipun Kartini sempat menolak keras, beliau kalah, beliau akhirnya terpaksa menerima pernikahan poligami itu. Kartini tetap melanjutkan perjuangan emansipasi & pendidikan perempuan dari dalam pernikahan, meski hanya berlangsung singkat karena beliau wafat 4 hari setelah melahirkan anak pertamanya pada pada 17 September 1904 di usia 25 tahun. Penyebab utama kematiannya adalah komplikasi persalinan, diduga akibat preeklampsia (tekanan darah tinggi pada kehamilan yang dapat memicu kejang dan kegagalan organ). Tragedi ini sangat ironis karena Kartini baru saja mulai mewujudkan cita-citanya setelah menikah, yang salah satu visinya tentu saja untuk meningkatkan akses kesehatan yang lebih baik bagi perempuan, khususnya kesehatan reproduksi & maternal (masa kehamilan, persalinan, & pasca melahirkan). Alfatihah untuk Ibu Kartini, damai di surga 🌹🌷🌼💐🌺🌸🪻

English
5
1.7K
7.9K
113.1K
niswah tidak skenA
niswah tidak skenA@amvrtigro·
kamar gw juga pernah copot plafonnya fakk grgr puting beliung
Indonesia
0
0
0
6
niswah tidak skenA ری ٹویٹ کیا
Logos ID
Logos ID@logos_id·
Selamat Hari Kartini dan selamat membaca koleksi terlengkap Api Kartini (41 volume, 1.200+ halaman)! Semuanya bisa diakses secara gratis di langka.logosid.app 🥳
Logos ID tweet media
Indonesia
9
1.4K
2.6K
84.8K
mahasigma
mahasigma@bangkuitem·
cp7 cihuy
mahasigma tweet media
Indonesia
1
0
2
47