=
8.2K posts

پن کیا گیا ٹویٹ
= ری ٹویٹ کیا

= ری ٹویٹ کیا

Kemarin aku sampai nangis sesenggukan di depan suami. Bener-bener kecewa sama cara dia ngomong dan bersikap ke aku.Ceritanya, Sabtu pagi aku, suami, sama dua anak main ke rumah mertua. Pas sampai sana, mertua bilang nggak ada lauk karena lagi puasa.
Yaudah, aku inisiatif jalan kaki buat belanja karena pasarnya deket, sementara suami udah berangkat kerja. Pulang belanja, aku masak banyak sekalian buat hari itu sama besok. Ada sambal goreng cecek dan tahu, capcay, sama lele goreng.Menjelang buka, bapak mertua bilang ternyata buka puasanya di acara kenduri.
Aku santai aja, toh makanan yang aku masak masih bisa dimakan kami sekeluarga. Sore suami pulang, langsung makan. Habis itu dia bilang mau keluar beli makanan buat bapaknya buka puasa. Aku heran dong, kan makanan di rumah masih banyak.
Tapi dia malah jawab, "Masa bapak buka puasanya makan beginian?" Jujur, hati aku langsung nyes. Rasanya masakanku dianggap nggak layak.Aku jelasin lagi kalau bapaknya buka di kenduri, tapi dia malah bilang mau beliin anak pertama kami ayam. Aku bilang anak juga bisa makan telur atau lele yang udah ada. Eh malah dibilang seolah-olah aku nggak setuju dia beliin anak makan enak.
Padahal ujung-ujungnya anakku malah lahap makan tahu sama nasi. Suami akhirnya keluar juga, tapi pulangnya cuma bawa gorengan banyak.Malamnya, pas habis Maghrib lagi duduk bareng, bayi kami yang umur 8 bulan tiba-tiba muntah di pangkuan suami. Aku buru-buru mau ambil tisu yang posisinya agak jauh, eh malah dibilang lelet.
Padahal aku juga lagi gerak cepat.Belum selesai sampai situ. Waktu aku mau makan malam, aku tanya baik-baik soal sisa nasi enaknya disimpan di mana karena kebanyakan masaknya. Bukannya dijawab biasa, aku malah disuruh cepetan dan dibilang kebanyakan mikir. Rasanya kayak ditampar. Seharian aku belanja, masak, beres-beres, ngurus dua anak, tapi yang aku dapat malah omelan.
Akhirnya aku habisin makananku, beresin semua piring, simpan sisa makanan, terus izin tidur di kamar anak-anak. Suami mulai sadar ada yang beda. Dia nanya kenapa berkali-kali, tapi aku cuma bisa nangis. Setelah didesak, aku bilang rasanya aku selalu salah di matanya. Dia akhirnya minta maaf dan bilang kalau suatu saat dia ngulang lagi, tolong diingetin.
Yang paling aku pengen sebenarnya cuma satu. Tolong jaga cara ngomong sama pasangan. Kadang bukan soal masalah besarnya, tapi kata-kata yang keluar tanpa dipikirin bisa ninggalin luka yang dalam. Sebagai istri, rasanya sakit banget kalau usaha yang udah dilakuin seharian malah dibalas dengan ucapan yang bikin hati hancur.
Indonesia
= ری ٹویٹ کیا

"Selama 10 tahun terakhir, 4 orang meninggal dalam pelatihan wajib militer di Korea Selatan. 10 tahun ya, dan itu jumlahnya 2 juta orang. Indonesia, hanya dalam 2 minggu, 5 orang meninggal untuk pelatihan militer, hanya pesertanya 32.000 orang"
"Dan lebih ironi lagi, kalau di Korea Selatan itu pelatihan militernya untuk perang, di Indonesia pelatihan militernya untuk calon manajer toko kelontong. Ini absurd, ini aneh, ini tidak bisa diterima dengan akal sehat. Jadi cara berpikir pengambil kebijakan kita, balik lagi ke tahun 1970-an"
"Sejak kapan disiplin hanya bisa dibentuk oleh militer? Karena disiplin itu nilainya universal, bukan hanya milik militer tapi milik semua profesi. Dokter juga bisa disiplin, pilot, hakim, jurnalis juga bisa disiplin. Jadi menurut saya ini tahun 2026, dan saya berharap negara menyelesaikan masalah dengan cara yang benar, bukan dengan cara yang salah."
Konon sebelum manusia purba menemukan api, Mas Media sudah terlebih dahulu menyala 🔥
Indonesia
















