
rel
141.9K posts

پن کیا گیا ٹویٹ

Ada baiknya, kalo kalian penasaran tapi gaberani reach out aku via chat lgsg, bole lho diisi lagi wkwk
I promise I wont bite😉
tellonym.me/aurell_lia
Indonesia

PAKE GELAS GUE MINUM PAKE GELAAASSSSS😡😡😡😡😡😡😡
Detri HF@alientweets21
Lagi rame di fb Kalian minum pake tumbler?
Indonesia

DAMN GANTENG BANGET FAK
Jadilah milikku sayang.
블치블🫐🧀🥐@b__kya
𝘐'𝘮 𝘴𝘭𝘰𝘸𝘭𝘺 𝘧𝘰𝘳𝘨𝘦𝘵𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘺𝘰𝘶𝘳 𝘧𝘢𝘤𝘦. #jjk #呪術廻戦 (*Tap to see Geto 😋)
Indonesia

rel ری ٹویٹ کیا
rel ری ٹویٹ کیا

Anjaayyy atiati kak nanti jadi tinder jalur AI
Alias berjodoh gegara fotonya di random sama AI😭😭😭😭
elzgatza@liogtttscrp
DAMNNN AI IS SCARYYYY😭😭😭😭guys yang pake AI buat ngedit foto kalian kayaknya harus warning dehkk. hati hati kalau mau ngedit di ai takut foto kalian kesimpen dan akhirnya di pake AI buat edit di foto orang lain
Indonesia
rel ری ٹویٹ کیا
rel ری ٹویٹ کیا

Gue sebagai kakak, untung adek gue masih ada waras warasnya.
Puji Tuhan, Alhamdullilah.
echil 🪐@dreamcandyx
punya adek kalo di call gak pernah di angkat, pasti ada aja alesan ini itu. terus barusan dia ngecall gue duluan, gue agak panik karena gk biasanya dia gini, apalagi bocahnya lagi keluar rumah. tau gak kalimat apa yang gue denger pas gue angkat telepon nya?
Indonesia
rel ری ٹویٹ کیا
rel ری ٹویٹ کیا
rel ری ٹویٹ کیا
rel ری ٹویٹ کیا

Km tau gak sih bayi smp umur 6 bulan itu “aman” kalo nyemplung di air?
Krn bayi itu punya apa yg disebut “MAMMALIAN DIVE REFLEX”.
Saluran napas dan paru2 nya otomatis nutup kalo kena air.
Krn tubuhnya itu “reflek inget” kalo dulu di perut ibunya, dia gak bernapas pake paru2 🙂
Lucas 🦇@vlucasrocha
o incentivo pra criança aprender a boiar
Indonesia
rel ری ٹویٹ کیا
rel ری ٹویٹ کیا

@AdamPrabata Dari 729 orang yang diteliti antara taun 1996-2008, 111 diantaranya meninggal.
Kategori penyebab kematiannya;
34 disebabkan kanker
37 disebabkan penyakit jantung
50 disebabkan selain penyakit jantung & cancer
Signifikan juga ternyata mendem perasaan 😭
Indonesia
rel ری ٹویٹ کیا

Gue baru tahu kalo sering "memendam emosi" ternyata berhubungan dengan "meninggal lebih cepat" setelah baca jurnal ini
𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗶𝗻𝗶 𝗮𝗿𝘁𝗶𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗺𝗮𝗿𝗮𝗵-𝗺𝗮𝗿𝗮𝗵 𝘀𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗱𝗿. 𝗧𝗶𝗿𝘁𝗮?
Yuk kita bahas penelitiannya!
Jadi ada penelitian di Journal of Psychosomatic Research (2013) melacak 729 orang Amerika selama 12 tahun.
Pada awal studi tahun 1996, semua peserta diukur tingkat emotion suppression-nya.
Pengukurannya sederhana, misalnya
-Seberapa sering kita sengaja nahan ekspresi emosi?
-Saat marah, apakah tetap disimpan?
-Saat cemas, apakah kita pura-pura santai depan orang lain?
Terus 12 tahun kemudian, penelitinya cek siapa yang sudah meninggal dan dari penyakit apa.
Hasilnya ternyata menunjukkan bahwa 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘀𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴 "𝗺𝗲𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝗺 𝗲𝗺𝗼𝘀𝗶" 𝗯𝗲𝗿𝗵𝘂𝗯𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗺𝗮𝘁𝗶𝗮𝗻 𝗮𝗸𝗶𝗯𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗻𝗸𝗲𝗿 𝘀𝗲𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿 70% 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘁𝗶𝗻𝗴𝗴𝗶.
Mekanismenya adalah saat kita menekan emosi, sistem saraf otonom bekerja lebih keras, sehingga tekanan darah bisa jadi lebih tinggi. Selain itu ada disregulasi neuroendokrin, yang menghubungkan antara kondis psikologi ke penyakit fisik, salah satunya adalah kanker.
𝗞𝗲𝘀𝗶𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻
"Memendam emosi" ternyata berhubungan dengan peningkatan risiko kematian.
Kemampuan untuk mengidentifikasi, memproses, dan mengekspresikan emosi, termasuk amarah, ternyata juga dapat berhubungan dengan kondisi fisik jangka panjang, termasuk risiko kematian.
Semoga bermanfaat!
Nicholas Fabiano, MD@NTFabiano
Emotional suppression is associated with an earlier death.
Indonesia
rel ری ٹویٹ کیا

Kata Terakhir Ayah Vidi ke Anaknya dan Ini yang Bikin Semua Orang Nangis
Bukan berita drama, bukan gosip.
Ini cuma cerita tentang cinta seorang ayah yang nggak akan bisa dilupain siapapun yang baca.
Harry Kiss, ayah Vidi Aldiano, akhirnya cerita momen persis detik-detik kepergian anaknya.
Dan ini berat banget dibacanya.
Waktu itu, ibu Vidi terus-terusan membacakan kalimat syahadat di sisi Vidi.
Seluruh keluarga sudah berkumpul.
Dan di momen itu, Harry Kiss mendekat ke telinga anaknya lalu berbisik. Isinya simpel tapi menghancurkan: pergilah, Nak.
Papa akan menjaga Sheila dengan sebaik-baiknya.
Setelah itu Vidi tersenyum.
Dan semenit kemudian, pukul 16.33, semua instrumen kehidupan berhenti.
Satu menit. Dari bisikan itu ke kepergiannya cuma satu menit.
Yang bikin makin sesak adalah konteks di balik kalimat itu.
Harry Kiss tahu anaknya pergi dengan satu kekhawatiran yang belum selesai Sheila Dara, istrinya. Jadi dia pilih memberi ketenangan itu di detik-detik terakhir.
Bilang bahwa Sheila akan dijaga, supaya Vidi bisa pergi dengan damai.
Itu bukan sekadar kalimat perpisahan.
Itu seorang ayah yang rela menanggung beban anaknya, supaya anaknya nggak perlu bawa beban itu pergi.
Vidi Aldiano meninggal 7 Maret 2026.
Dan cerita ini entah kenapa rasanya perlu diingat lebih dari sekadar tanggal di kalender.


Indonesia
rel ری ٹویٹ کیا

Dr. Tirta said :
"Kalau kamu punya trauma psikologis, HARUS DICERITAKAN, jangan dipendam."
Gak perlu punya teman segambreng untuk mencari yang mau dengar.
Temukan yang se-vibe, yang nyaman, yang sama-sama ingin berkembang.
Meski ketemunya dengan orang yang juga lagi sama-sama pusing,
setidaknya pusingnya dijunjung bareng.
Indonesia

AIH LUCUNYA FIELD TRIP BERSAMA ANJING ANJING LUCU INI YAAWOOH GEMUUSSSHHHHH AAAAKKKKKK😭😭😭😭😭😭
The Best@Thebestfigen
That is the premium version of life.
Indonesia







