@@

8.1K posts

@@

@@

@bluecaffeinner

stand #OASIS till die

شامل ہوئے Şubat 2022
101 فالونگ44 فالوورز
@@ ری ٹویٹ کیا
yogaa calon pustakawan²⁴🐈
ternyata banyak yg kehilangan diri sendiri di masa-masa kuliah ya...
Indonesia
677
12.3K
55.8K
1M
@@ ری ٹویٹ کیا
meow.
meow.@apriIdust·
di hari kartini ini gue cuma berharap semoga makin banyak tempat aman dan nyaman buat perempuan di sini berkembang, bekerja, dan lakuin apapun yang disuka. meski kita tau sistem negara ini rusak dan mostly ternoda patriarkisme yg gak ngotak.
Indonesia
6
13.3K
24.1K
266.8K
@@ ری ٹویٹ کیا
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, Bu Rani Anggrini Dewi konselor pernikahan 25 tahun lebih, sudah menikah 44 tahun bilang sesuatu yang menurut gua adalah penjelasan paling nyesek yang pernah gua dengar tentang kenapa banyak perempuan menyesal setelah menikah. Dan ini bukan opini. Ini dari orang yang setiap hari duduk berhadapan dengan pasangan-pasangan yang pernikahannya sedang hancur. Jawabannya satu kalimat mereka masuk ke pernikahan tanpa tahu siapa diri mereka sendiri. Dan begitu mereka masuk semua yang membentuk identitas mereka sebelumnya karir, mimpi, ambisi, pengembangan diri pelan-pelan hilang. Bukan karena dirampas. Tapi karena struktur pernikahan yang mereka masuki memang tidak dirancang untuk menampung itu semua. Bu Rani bilang polanya sangat konsisten dari ribuan kasus yang dia tangani. Perempuan menikah. Anak lahir. Semua fokus beralih ke peran sebagai ibu dan istri. Pengembangan diri berhenti. Dan di suatu titik entah dua tahun kemudian atau sepuluh tahun kemudian mereka bangun dan bertanya siapa saya sekarang? Saya sudah S1, saya pernah kerja, saya punya mimpi. Sekarang saya cuma masak ngurus anak, dan menunggu suami pulang. Dan yang membuat ini sistemik dan bukan hanya nasib buruk individu adalah satu fakta yang Bu Rani sebut dengan sangat tegas orang tua Indonesia sekarang sudah sadar untuk menyiapkan anak perempuannya. Mereka kirim ke universitas terbaik. Dorong untuk berkarir. Ajarkan untuk mandiri secara finansial. Tapi mereka lupa menyiapkan anak laki-lakinya. Hasilnya adalah collision yang tidak bisa dihindari. Perempuan yang sudah berkembang menikah dengan laki-laki yang masih membawa mindset bahwa suami harus dilayani, urusan rumah tangga dan anak adalah urusan istri, dan suami harus selalu lebih tinggi dari istri dalam segala hal. Dua orang dengan level perkembangan yang sangat berbeda masuk ke satu institusi. Dan perempuannya yang selalu diminta untuk menyesuaikan diri ke bawah bukan laki-lakinya yang didorong untuk naik ke atas. Dan ini yang paling menyakitkan dari seluruh cerita ini. Banyak perempuan yang menyesal bukan karena suaminya jahat. Bukan karena pernikahannya penuh kekerasan. Tapi karena perlahan-lahan tanpa ada satu momen dramatis yang bisa ditunjuk sebagai titik balik mereka kehilangan diri mereka sendiri. Dan begitu mereka sadar bahwa yang hilang itu tidak bisa dikembalikan oleh siapapun termasuk oleh suami yang mencintai mereka itulah penyesalan terdalam yang Bu Rani temui dalam kasusnya setiap hari. perempuan yang menyesal setelah menikah bukan perempuan yang salah pilih pasangan. Mereka adalah perempuan yang masuk ke struktur yang tidak pernah dirancang untuk menampung mimpi mereka. Dan selama struktur itu tidak berubah selama anak laki-laki tidak disiapkan dengan cara yang sama dengan anak perempuan angka penyesalan itu tidak akan turun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
283
8.5K
24.4K
1.1M
@@ ری ٹویٹ کیا
xpy
xpy@xpyoo_·
@bung_madin Gaji jaksa 15 juta/bulan, asetnya Rp2 miliar. Ini KPK masih libur lebaran apa gimana
Indonesia
56
485
3.8K
134.4K
@@ ری ٹویٹ کیا
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Jadi peneliti Stanford ngetes 11 AI model paling populer termasuk ChatGPT dan Gemini. Mereka analisa lebih dari 11 ribu percakapan nyata orang yang minta saran ke AI. Dan hasilnya sama semua. Setiap AI setuju sama penggunanya 50 persen lebih sering dibanding manusia biasa. Artinya apa? Waktu lo cerita ke ChatGPT soal berantem sama pacar, konflik di kantor, atau keputusan yang lo ragu AI itu hampir selalu bilang lo yang bener. Bukan karena lo emang bener. Tapi karena itu yang bikin lo senang. Dan AI ditraining buat bikin lo senang. Yang lebih gelap lagi peneliti nemuin bahwa AI ini tetap validasi penggunanya bahkan waktu penggunanya cerita lagi manipulasi orang lain, nipu teman, atau nyakitin orang lain. AI nya gak protes. Gak nantang. Malah supportif. Terus mereka lakuin eksperimen yang lebih nyata. 1600 orang lebih diskusi konflik pribadi mereka sama AI. Sebagian dapat AI yang selalu setuju. Sebagian dapat AI yang netral. Hasilnya ngeri. Kelompok yang dapat AI tukang iya iya jadi lebih susah minta maaf. Lebih susah kompromi. Lebih susah lihat sudut pandang orang lain. Mereka jalan keluar dari percakapan itu jadi versi yang lebih egois dari diri mereka sendiri. Dan yang paling ironis mereka yang dapat AI tukang iya iya itu justru bilang AI nya lebih bagus. Lebih mereka percaya. Lebih mau mereka pakai lagi. AI yang bikin mereka jadi orang yang lebih buruk terasa seperti produk yang lebih baik. Dan ini yang bikin siklusnya berbahaya. Pengguna suka AI yang selalu setuju. Perusahaan train AI buat bikin pengguna happy. AI makin jago muji. Pengguna makin gak bisa introspeksi diri. Tiap hari jutaan orang minta saran ke ChatGPT soal hubungan, konflik, keputusan hidup. Dan tiap hari hampir semuanya dapat jawaban yang sama. Lo yang bener. Mereka yang salah. Bahkan waktu kenyataannya kebalikannya.
Nav Toor@heynavtoor

🚨BREAKING: Stanford proved that ChatGPT tells you you're right even when you're wrong. Even when you're hurting someone. And it's making you a worse person because of it. Researchers tested 11 of the most popular AI models, including ChatGPT and Gemini. They analyzed over 11,500 real advice-seeking conversations. The finding was universal. Every single model agreed with users 50% more than a human would. That means when you ask ChatGPT about an argument with your partner, a conflict at work, or a decision you're unsure about, the AI is almost always going to tell you what you want to hear. Not what you need to hear. It gets darker. The researchers found that AI models validated users even when those users described manipulating someone, deceiving a friend, or causing real harm to another person. The AI didn't push back. It didn't challenge them. It cheered them on. Then they ran the experiment that changes everything. 1,604 people discussed real personal conflicts with AI. One group got a sycophantic AI. The other got a neutral one. The sycophantic group became measurably less willing to apologize. Less willing to compromise. Less willing to see the other person's side. The AI validated their worst instincts and they walked away more selfish than when they started. Here's the trap. Participants rated the sycophantic AI as higher quality. They trusted it more. They wanted to use it again. The AI that made them worse people felt like the better product. This creates a cycle nobody is talking about. Users prefer AI that tells them they're right. Companies train AI to keep users happy. The AI gets better at flattering. Users get worse at self-reflection. And the loop tightens. Every day, millions of people ask ChatGPT for advice on their relationships, their conflicts, their hardest decisions. And every day, it tells almost all of them the same thing. You're right. They're wrong. Even when the opposite is true.

Indonesia
64
970
3.9K
237.8K
@@ ری ٹویٹ کیا
Tanyarlfes
Tanyarlfes@tanyarlfes·
💚 MENYALA SEKALI IRAN 😭😭😭
Tanyarlfes tweet media
Indonesia
409
10.1K
72.6K
710.6K
@@ ری ٹویٹ کیا
Extra Time Indonesia
Extra Time Indonesia@idextratime·
🗣️ "Urus bola aja ngapain bahas-bahas politik" Bro tidak tahu kalo yang perang adalah tuan rumah Piala Dunia tahun ini 😭😭
Indonesia
185
2.8K
27.5K
604.6K
@@ ری ٹویٹ کیا
Sobat Raina (tapi gak deket)
Sobat Raina (tapi gak deket)@dagang_rendang·
Ngeblacklist pelanggar LPDP pada gercep bgt. Giliran ngeblacklist pelanggar HAM berseragam dan berkopiah, gak ada yg kesampean. Dasar Konoha.
Indonesia
211
17.5K
55.2K
555.9K
@@ ری ٹویٹ کیا
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Berita baik banya datang dari
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
1.4K
6.7K
55K
1.1M
@@
@@@bluecaffeinner·
@jejakrasa27 Intinya, jangan sampai mereka tahu. Karena nanti hukuman atau amarah yang saya dapatkan lebih buas lagi.
Indonesia
0
0
3
129
@@
@@@bluecaffeinner·
@jejakrasa27 Betul, bukan saya self diagnose. Tapi saya merasa bahwa dulu semasa saya kecil, orang tua saya memang memiliki emosi yang sulit dikrontol, saya merasa dulu saya tidak boleh melakukan kesalahan sedikitpun, ketika saya melakukan kesalahan, saya cepat-cepat untuk membereskannya.
Indonesia
1
3
23
3.6K
Jejak Rasa
Jejak Rasa@jejakrasa27·
Menurut psikologi, anak yang tumbuh di lingkungan dengan orang tua yang mudah marah sering belajar hidup dalam mode “siaga”. Mereka terbiasa membaca situasi, menebak-nebak suasana hati, dan berusaha tidak membuat kesalahan sekecil apa pun. Bukan karena mereka perfeksionis sejak lahir, tapi karena dulu kesalahan kecil saja bisa berujung pada kemarahan besar. Akibatnya, saat sudah dewasa pun pola itu sering masih terbawa. Mereka jadi orang yang sangat berhati-hati, mudah merasa bersalah, dan sering overthinking sebelum bertindak. Bahkan ketika tidak ada lagi yang memarahi, tubuh dan pikirannya masih menyimpan memori lama: takut mengecewakan, takut disalahkan, takut dianggap tidak cukup baik.
Indonesia
226
8.4K
30.1K
638.9K
@@ ری ٹویٹ کیا
vyooo
vyooo@vyowiz_·
Sorry, tapi gw gabisa normalisasi sikap orang yang suka marah dan prengat-prengut ke orang lain cuma karena lagi bete. Emosi lo tuh tanggung jawab lo sendiri njirrr, gausah bikin orang lain ribet dengan harus ngertiin mood lo 🫵🏻
Indonesia
766
9K
55.8K
2.2M
@@ ری ٹویٹ کیا
txtdaritaxpayer
txtdaritaxpayer@txtdaritaxpayer·
Wajar aja indeks persepsi korupsi turun terus. Warga sipilnya permisif banget sama koruptor dan keluarganya dengan bilang "Kan yang korupsi bapak lu" Enak banget jadi koruptor di sini. Sanksi pidananya ringan, sanksi sosialnya gak ada.
arata@lostinarata

@flamedelaflame alasan kenapa mau collab sama anak koruptor:

Indonesia
89
1.9K
5.1K
134K
@@ ری ٹویٹ کیا
Indonesian Pop Base
Indonesian Pop Base@iPopBase·
.Feast during their set at a recent show: “THERE'S NO PEACE IN BOARD OF PEACE. FREE PALESTINE.”
Indonesian Pop Base tweet mediaIndonesian Pop Base tweet media
English
75
15.7K
42.5K
399.5K
@@ ری ٹویٹ کیا
Catholic 𐕣
Catholic 𐕣@myshawti·
Bro rikol-rikol di depan lawan
Catholic 𐕣 tweet media
Indonesia
370
11.1K
87K
972.7K