
boringshooting
384 posts

boringshooting
@boringshooting
I, capture (create) a moment








Revisi UU P2SK Beri Mandat Baru ke BI untuk Dukung Sektor Riil dan Lapangan Kerja investor.id/macroeconomy/4… via @InvestorID



Mensesneg Beri Bocoran: Ketum Partai Buruh Said Iqbal Bakal Masuk Kabinet liputan6.com/news/read/7662…




Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu berbalik menguat didukung oleh solidnya fundamental perekonomian. "Saya yakin (IHSG) akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus," kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip dari Antara, kamis (4/6/26). Bendahara negara tidak membidik target khusus level IHSG pada tahun ini. Namun, menurut dia, berbagai indikator perekonomian bisa mendorong IHSG kembali bergerak positif. #ihsg #menterikeuangan #purbayayudhisadewa #ekonomiindonesia



Rupiah sudah nyentuh Rp 18.000 per Dolar. Di X ributnya minta ampun. Tapi di grassroot? Adem ayem, diam seribu bahasa, tak ada demo. Mereka bukan diam karena puas. Mereka diam karena sudah tak punya pilihan. Ekonomi terus merosot, terhimpit, dompet kering. Demo? Tak ubah apa-apa lagi. Secara hukum, hak berdemo, berkumpul, dan menyatakan pendapat dilindungi penuh oleh UUD 1945 Pasal 28 & 28E. Tapi pemerintah berhasil mematikan insting kritis kita. Kini hanya mode bertahan hidup. #rupiah #prabowo #dolar | @lambesamjja


Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa pelemahan rupiah terhadap dollar AS disebabkan kebijakan fiskal pemerintah yang dinilai berantakan. Menurut Purbaya, kondisi fiskal Indonesia justru lebih baik dibandingkan tahun lalu, didukung peningkatan penerimaan pajak hasil reformasi perpajakan. Hal tersebut diungkap Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Sebelumnya, pada perdagangan Rabu, rupiah ditutup di level Rp 17.966 per dollar AS atau melemah 127,50 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya. 🎥: Kompas.com/Debrinata Rizky ~R #Rupiah #Ekonomi


harga barang yang berpotensi naik, efek 1 $USD = Rp.18.000 tapi tenang sobat, tidak akan ada demo. selama bbm tdk di naikkan harganya. @prabowo tau banget soal ini. 1). Mi instan 2). Tahu dan tempe 3). Tepung terigu 4). Roti dan kue 5). Smartphone / Handphone 6). Laptop dan komputer 7). Komponen PC (seperti RAM, kartu grafis/VGA, dan prosesor) 8). Daging ayam potong 9). Telur ayam ras 10). Obat-obatan (baik generik maupun obat paten) 11). Suplemen dan vitamin impor 12). Alat kesehatan (seperti masker medis, alat cek darah, dan perban) 13). Suku cadang (*spare parts*) mobil dan sepeda motor 14). Mobil dan sepeda motor baru 15). Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi (Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex) 16). Susu formula anak (yang menggunakan bahan baku bubuk susu impor) 17). Produk kosmetik dan perawatan kulit (skincare) merek luar negeri 18). Barang elektronik rumah tangga (Televisi, AC, Kulkas, Mesin Cuci) 19). Pakaian, sepatu, dan tas bermerek impor 20). Daging sapi impor (*frozen beef*) 21). Bawang putih (karena mayoritas pasokan nasional masih diimpor) 22). Buah-buahan impor (seperti apel, anggur, pir, dan kurma) 23). Gula pasir (sebagian besar bahan baku gula mentah/rafinasi didatangkan dari luar negeri) 24). Gas LPG non-subsidi (Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg) 25). Keju, mentega (*butter*), dan krim olahan susu impor 26). Konsol game (PlayStation, Nintendo Switch, Xbox) 27). Kamera digital dan lensa fotografi 28). Smart TV dan Android TV 29). Perangkat audio (Speaker bluetooth, *headphone*, dan *earbuds* nirkabel) 30). Powerbank dan aksesori pengisi daya (charger serta kabel data) 31). Oli dan pelumas mesin kendaraan (bahan dasar *base oil* menggunakan standar harga global) 32). Ban kendaraan bermotor (menggunakan komponen kimia pengolah karet impor) 33). Aki kendaraan (battery mobil dan motor) 34). Pupuk kimia non-subsidi (bahan baku fosfat dan kalium sepenuhnya diimpor) 35). Biji plastik (bahan baku utama pembuatan botol, kantong, dan wadah kemasan industri) 36). Kertas fotokopi dan kertas cetak (harga bubur kertas/pulp terikat harga komoditas global) 37). Besi beton dan baja ringan untuk konstruksi pembangunan 38). Cat tembok dan cat industri (menggunakan pigmen dan bahan kimia inti impor) 39). Sepatu olahraga merek global (seperti Nike, Adidas, Puma, dll.) 40). Parfum original merek luar negeri 41). Pakaian dan jaket dari lini mode internasional (fast fashion retail) 42). Mainan anak bermerek impor (seperti Lego, diecast Hot Wheels, dan action figure) 43). Alat musik modern (Gitar listrik, keyboard, piano digital, dan drum elektrik) 44). Alat olahraga impor (Raket badminton/tenis, sepeda, dan peralatan gym) 45). Pakan kucing dan anjing (pet food) merek internasional 46). Susu kedelai kemasan pabrikan 47). Cokelat batangan dan produk berbasis kakao olahan dari luar negeri 48). Saus dan bumbu masakan kemasan impor (seperti saus pasta instan, kecap Jepang, dan mayones) 49). Suplemen kebugaran (seperti whey protein, kreatin, dan susu diet impor) 50). Tiket pesawat terbang rute internasional (karena biaya avtur global dan sewa pesawat menggunakan mata uang USD)














