(
5.3K posts

( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا

Psikolog mahal?
Iya. Tapi worth it kok.
Dua kali ke psikolog ada dua hal yg sangat kuhargai dan kucatet baik-baik.
Pertama, perasaanku divalidasi.
Yang kedua, ini yg paling penting, psikolognya beneran ngambil kesimpulan berdasarkan data, datanya yaitu dari semua yg aku obrolin.
Dia gak berasumsi yg aneh2, kalau dia merasa ada yg kurang bisa dipahami dari ceritaku, dia akan nanya dulu, memastikan sesuatu, baru dia pake itu utk ambil kesimpulan.
Nah yg nomer dua ini adalah hal yg hampir gak bisa kudapetin dari temen2 kalau diajak curhat.
Temen2 kalau dicurhatin, mereka selalu berasumsi yg aneh2, mereka gak nanya, gak konfirmasi asumsi mereka, langsung ambil kesimpulan yg mereka percayai, berdasarkan persepsi mereka tentangku, jadi kalau persepsi mereka ke aku buruk, semua kesimpulan pasti buruk.
Lalu, ini yg lebih ngeselin, kalau aku coba konfirmasi kalau mereka salah berasumsi, mereka langsung "iya","iya" aja, sok2kan memvalidasi padahal gak percaya dan merasa aku yg salah.
Maksudnya, kalian bahkan gak punya kemampuan mendengarkan, apalagi bikin kesimpulan dg valid.
Jadi, worth it banget pergi ke psikolog, bener2 bisa curhat dan didengarkan.
adit , jfb!@rofmeov
PSIKOLOG MAHAL, MENDING APA?!
Indonesia
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا
( ری ٹویٹ کیا


















