D 👀
32.8K posts

D 👀 ری ٹویٹ کیا

Turns out the entire feud started from one misunderstanding during a factory accident in the 1980s.
My grandfather thought his brother abandoned him during a fire.
Reality?
His brother went back inside to save him.
And permanently damaged his lungs doing it.
Neither man ever explained their side.
Both died thinking the other betrayed them.
32 years gone because two stubborn men stayed silent.
Pride is expensive.
English
D 👀 ری ٹویٹ کیا
D 👀 ری ٹویٹ کیا

Zong Yen ini kan dapat akses sebagai BWF. Aneh betul, hasil kerjanya malah duluan tampil di portofolio sendiri, sementara pihak pemberi kerja belum menggunakan asetnya.
Badminton Eropa@badmintoneropa
Akun adminnya aktif sampai direpost sama salah satu atlet terbaik saat ini.. Akun federasinya? 🤡🤡🤡
Indonesia
D 👀 ری ٹویٹ کیا

Di masa primenya, sungguh tidak berlebihan menyebut Viktor Axelsen sebagai pebulu tangkis sempurna. Di atas lapangan, segala sesuatu yang ada dalam dirinya memang mendukung hal tersebut. Fisiknya mumpuni, tekniknya jempolan.
Melihat daftar gelar Axelsen yang berderet-deret panjangnya membuat klaim itu makin sahih saja. Sejak pertama kali menjejak bulu tangkis, hampir semua gelar bergengsi pernah dia raih, termasuk emas Olimpiade yang harum semerbak itu.
Pada 2022, Axelsen bahkan sanggup meraih delapan gelar sekaligus. Delapan gelar itu dia capai dalam delapan kali kesempatan menjejak final. Singkat kata: Winrate Axelsen di pertandingan final kala itu menyentuh angka 100 persen!
Berbagai reaksi lantas muncul. Sebagian jelas memujinya. Sebagian lagi membuat lelucon yang kurang lebih mengatakan bahwa setiap turnamen adalah tentang siapa yang akan menjadi runner up. Sebab yang jadi juara sudah pasti Axelsen.
Meski begitu, menyebut Axelsen sebagai pebulutangkis tanpa cela tidak sepenuhnya tepat. Pada beberapa kesempatan, Axelsen juga bisa mengalami hari buruk: Strateginya tak berjalan lancar, serangannya tak efektif, kelemahannya terekspos.
Yang membedakannya dengan pemain lain, Axelsen selalu tahu apa yang membuatnya kewalahan dan karena itulah dia hampir selalu menemukan jalan keluar dari situasi-situasi tersebut.
Karena kerap kewalahan dan sakit punggung saat harus membungkuk dalam posisi bertahan, Axelsen fokus melatih punggung dan kakinya. Lantaran mengidap asma dan alergi rinitis sehingga kesulitan menghadapi cuaca Denmark, dia memutuskan pindah ke Dubai.
Sekitar 2015, mentalitas adalah masalah lain. Sudah sangat biasa melihat Axelsen muda mengutuk diri kala bertanding, memasang wajah frustasi, sampai membuat wajahnya memerah. Melihat dia kalah tragis meski sudah unggul jauh juga bukan hal langka, termasuk pada final Japan Open 2015 melawan Lin Dan.
Sadar akan kelemahannya, Axelsen merekrut pelatih mental. Ada beberapa orang yang pernah bekerja dengannya, termasuk BS Christiansen. Hadirnya sosok2 seperti Christiansen ini mengubah Axelsen sepenuhnya, membentuknya sebagai pebulutangkis sekaligus pribadi yg lebih tangguh.
Maka jangan heran jika Axelsen juga mampu keluar dari situasi sulit saat berlaga di atas lapangan. Saat melawan Kodai Naraoka di semifinal WTF 2022, misalnya, Axelsen kewalahan. Agresivitas, daya juang dan pukulan-pukulan silang pemain Jepang itu bikin dia pontang-panting sepanjang laga.
Axelsen bahkan nyaris kalah karena Kodai sudah mendekati match point di pengujung gim kedua. Namun, dalam situasi tertekan, bahkan berulang kali berteriak, Axelsen mampu memberi respons tepat. Agresivitas Kodai dia hadapi dengan lob2 panjang guna menekan stamina lawannya itu.
Arah pertandingan pun berbalik. Kemenangan jadi milik Axelsen.
Hal-hal seperti itulah yang bikin Axelsen spesial. Terlebih, dia sangat obsesif pada kemenangan. Untuk mencapainya, Axelsen akan melakukan segala macam cara. Mustahil melakukan semua itu tanpa mengetahui apa yang jadi kekurangan dirinya sendiri.

Indonesia
D 👀 ری ٹویٹ کیا

A legend of the sport. 🏸
After an incredible badminton career, two-time Olympic champion Viktor Axelsen has announced his retirement. ❤️
Congratulations on an amazing journey. 🥉🥇🥇 #Badminton
English
D 👀 ری ٹویٹ کیا
D 👀 ری ٹویٹ کیا
D 👀 ری ٹویٹ کیا

Lalu beratnya stuck di kepala 9 wkwkw
D 👀@dfdfdfdfdfdfm
Alhamdulillah kembali ke double digit 🥹🙏🏽😇
Indonesia
D 👀 ری ٹویٹ کیا
D 👀 ری ٹویٹ کیا

@ferrykoto @KemensetnegRI Itu Ibu Negara, gak sopan kamu ya mempertanyakan hal ini!
Indonesia
D 👀 ری ٹویٹ کیا

Tahun 2020, pulang dr S2 UK. Pandemi. Susah banget cari kerja. Saya harus mulai lagi dr awal & waktu itu pingin bgt bs masuk tech company.
Akhirnya ada yg manggil. One of the unicorns. Happy bgt. Sayangnya saat round kedua, saya dpt info dr HRD kalo directornya ga impressed sama hasil
interview saya.
Calon user saya saat itu kasih saya KESEMPATAN. Beliau minta saya persiapkan lebih matang untuk round ketiga (total ada 5 rounds), bahkan beliau set up zoom ngajarin saya presentasi dan gimana bikin deck pake barbara minto's pyramid principles.
Akhirnya saya keterima. Saya kerja 4 tahun under his leadership dan berkat pengalaman itu saya pun bs pindah ke Big Tech.
Di saat hampir semua org nolak lamaran saya, ada beliau yg percaya sama kemampuan saya.
Sampe skrg namanya selalu saya sebut dalam doa2 saya.
Zulfikar Akbar@zoelfick
Apa kebaikan orang yg paling membekas di ingatanmu di usia sekarang?
Indonesia
D 👀 ری ٹویٹ کیا
D 👀 ری ٹویٹ کیا
D 👀 ری ٹویٹ کیا

Bagaimana rasanya jadi hebat tapi tak dianggap?
Nah itulah yang mungkin dirasakan Wang Zhiyi sejak 2025.
Penampilannya konsisten dan sering masuk final sepanjang 2025.
Namun pada akhirnya ia lebih sering jadi runner up dan An Se Young jadi pebulutangkis yang paling sering mengalahkannya di babak final.
Kondisi itu membuat Wang Zhiyi tak ubahnya seperti sekadar pelengkap tokoh utama cerita.
Seperti sosok rival utama dalam cerita anak-anak. Hebat tapi pada akhirnya bakal tetap kalah.
Namun di All England 2026, Wang Zhiyi berhasil menghentikan catatan buruk itu. Ia berhasil mengalahkan An Se Young dan berhasil jadi juara.
Wang Zhiy juga bisa jadi tokoh utama. Bukan sekadar seperti sosok musuh dalam cerita anak-anak yang sudah dipastikan selalu kalah di akhir laga.
#AllEngland2026
BWFScore@BWFScore
YONEX All England Open Badminton Championships 2026 WS - Final 21 21 🇨🇳WANG Zhi Yi🥇 15 19 🇰🇷AN Se Young 🕚 in 59 minutes
Indonesia
D 👀 ری ٹویٹ کیا

Raymond/Joaquin🇮🇩 bermain tidak jelek. Mereka melawan dengan sangat keras. Jatuh dan bagun.
Tetapi level Kim/Seo🇰🇷 sebagai MD nomor satu dunia memang masih di atas. Defensenya luar biasa rapat. Nyaris tidak ada celah. Antisipasi dan pembacaan permainannya terbaik di dunia saat ini.
Maret tahun lalu, RayJo masih bermain di Sri Lanka International Challenge. Hari ini bermain di semifinal All England. Perkembangan yang sungguh pesat.
Ayo bertumbuh lagi. Lebih kuat lagi. Lebih hebat lagi.

Indonesia













