🐹

1.8K posts

🐹 banner
🐹

🐹

@ftrfqt

شامل ہوئے Aralık 2024
187 فالونگ198 فالوورز
🐹
🐹@ftrfqt·
@buyerjiw 2 barang ga pernah dipake sama sekali
🐹 tweet media
Indonesia
0
0
0
131
lulu
lulu@buyerjiw·
tawarin apapun buat cewe yang bisa co hari iniii
Indonesia
100
0
5
6.2K
komeng
komeng@buybieu·
tawarin atasan, celana, rok, apapun yang bisa co oyen
Indonesia
60
0
5
1.6K
🐹 ری ٹویٹ کیا
jean
jean@sirupbuah·
@madebyshunda tabrakin aja
Indonesia
5
460
3.1K
59.1K
cil
cil@ikankicil·
Mau jajan lg yang bisa oren
Indonesia
97
0
3
9.9K
RisangP
RisangP@rsngprad·
Pagii wargaaa Hari ini jadwal share loker lagi niih. Gw putuskan untuk share loker tiap Selasa Jumat ya Selasa: WFH Jumat: WFH & WFO Ada request mau lowongan apa?
Indonesia
649
915
10.7K
282.8K
🐹 ری ٹویٹ کیا
arch
arch@kookmin_records·
GUYS WHAT IF BANGTAN 1.0 MEETS 2.0 ??
English
275
29.1K
89.5K
667.7K
🐹 ری ٹویٹ کیا
邸珥菲
邸珥菲@SAIBdelvi·
@mhuseinali This is a very subtle way to say that it's your dad that your mom loved. ❤️ Jabatan, dll, bisa jadi urusan belakangan ketika perempuan sudah yakin utk memilih. Sepertinya beliau bersedia menunggu lama karena sudah yakin dgn karakter ybs.
Indonesia
2
16
551
62.2K
🐹 ری ٹویٹ کیا
bib new edition
bib new edition@BangBib4·
Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon ) Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut Saya kasih tahu sebab dan alasannya Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000, Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang) Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan. Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah. Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal. Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi Panen manual (biaya tenaga kerja). Pengemasan yang layak. Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota). Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya. Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi. Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli. Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan. Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton. Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga. Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total. Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel. Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah. Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
Nakula@03__nakula

Pedagang membuang Timun ke sungai karena murah dan gak laku. Padahal kalo disumbangkan ke panti² asuhan atau pesantren pasti pada mau, gak mubazir kek gini. 🥹

Indonesia
456
5.2K
19.9K
1.2M
🐹
🐹@ftrfqt·
ga bisa kah aku bekerja dengan tenanggggg????????????😭😭😭
Indonesia
0
0
0
11
🐹 ری ٹویٹ کیا
naki🫧
naki🫧@erraticdiariess·
laki2 yang paham agama namun tetap bisa melihat realitas. aku mau laki2 yang tahu kenapa kita harus solat bukan hanya karna itu fardhu ‘ain, tapi juga memahami keutamaan solat secara realitas. begitupun perintah dan sunnah sebagai muslim.
sepp@aseprivva

@tanyarlfes Hal pertama apa yang kamu lihat dari cowok, buat jadi pasangannya kamu?

Indonesia
46
839
4K
94.6K
🐹 ری ٹویٹ کیا
afinasyif
afinasyif@afinasyif·
semoga Allah selalu sayang sama aku
Indonesia
94
15.4K
36.1K
426.9K
🐹
🐹@ftrfqt·
rayuan perempuan gila - nadin amizah
Indonesia
0
0
0
26
🐹 ری ٹویٹ کیا
folkative
folkative@insidefolkative·
Momen menakjubkan ketika bulan sabit sejajar dengan Masjid Nabawi Madinah.
folkative tweet mediafolkative tweet media
Indonesia
38
4.5K
21.6K
182.2K