Binongko ری ٹویٹ کیا

Cc @Puspen_TNI
Ayah korban, Weyber Pagaya (38), mengaku telah melaporkan kejadian itu ke Pomdam XV Pattimura.
Namun, ia kemudian menandatangani surat pernyataan damai bersama pengemudi truk, Serda Sulaiman Laitupa.
Menurut Weyber, keputusan itu diambil dalam kondisi psikologis yang terguncang saat melihat putrinya dalam keadaan kritis.
“Saat itu saya hanya pikirkan keselamatan anak saya. Saya tidak fokus pada proses hukum,” ungkapnya saat ditemui TribunAmbon.com, Selasa (14/4/2026).

Indonesia























