پن کیا گیا ٹویٹ
sbubu
1.7K posts

sbubu
@lemperiris
mahasiswa mandiri prestasi (anjay) berskala artefak yang beraktivis di medsos #maafin kalo gue salah
شامل ہوئے Haziran 2021
213 فالونگ20 فالوورز
sbubu ری ٹویٹ کیا

Kartini dipermasalahkan karena menjadi istri keempat.
Kartini dipermasalahkan karena Jawa.
Kartini dipermasalahkan karena hanya menulis surat-surat kepada seorang perempuan Belanda.
Kartini dipermasalahkan karena tidak berjuang memegang pedang seperti Cut Nyak Dien dan Kristina Martatiahahu, atau membuat sekolah seperti Dewi Sartika, atau menerbitkan koran seperti Roehana Koedoes.
Apakah kita pernah berdebat tentang Pangeran Diponegoro dan Teuku Umar terutama siapa yang paling pantas disebut pahlawan? Apakah kita pernah memperdebatkan mereka karena suku atau tipe perjuangan yang melekat pada mereka?
Sejarah dipenuhi berbagai tokoh laki-laki. Pahlawan bangsa dikerubuti oleh laki-laki. Foto-foto pahlawan kita di sekolah-sekolah dipenuhi oleh foto laki-laki. Tetapi kita tak pernah memperdebatkan tokoh-tokoh itu satu dengan lainnya.
Apa yang terjadi pada tokoh-tokoh perjuangan perempuan, pada setiap Hari Kartini: dipermasalahkan, diperdebatkan.
Apakah kita tahu bahwa Kartini adalah anak perempuan yang dinikahi di usia belia, yang reproduksinya belum sempurna, dan mengalami kematian saat melahirkan? Tahukah bahwa masa itu menjadi seorang perempuan Jawa itu lebih mengerikan daripada menjadi seorang perempuan Minangkabau?
Atau tahukah bahwa menjadi seorang perempuan bangsawan Jawa di masa feodal-konial abad ke-19 adalah tidak lebih baik daripada menjadi perempuan rakyat jelata ketika bicara soal kebebasan diri? Tahukah bahwa menjadi seorang kutu buku seperti Kartini, dengan wawasannya yang mendunia itu, dia tak bisa berbuat apa-apa karena posisinya waktu itu?
Kartini ibarat hidup dalam penjara. Sebagaimana tahanan penjara politik macam Pramoedya Ananta Toer, Kartini hanya bisa melawan dengan menulis. Menulis surat adalah salah satu cara supaya pemikiran-pemikirannya tentang pembebasan didengar. Kartini bersuara lewat surat-surat, sebagaimana orang-orang tahanan politik yang dipenjara.
Penyiksaan yang dialaminya adalah bagaimana kebahagiaan intelektualnya dipenggal. Bagaimana kecerdasannya dikerdilkan, karena dia seorang anak perempuan Jawa yang bangsawan, yang dipelihara di penjara bertembok keraton dan diharuskan berjalan dengan sangat pelan atau berjongkok-jongkok kepada yang lebih tua, atau bahkan kepada saudara laki-lakinya sendiri. Kartini sedemikian dibatasi karena dia seorang perempuan Jawa. Kartini demikian karena ia ingin menjaga Bapaknya. Bapaknya adalah pengantar kebebasannya pada apa yang disebut buku atau bacaan, wawasan, dan pendidikan.
Kartini mengungkapkan ketakutannya yang amat sangat dalam hal poligami, dimana Hukum Islam mengijinkan laki-laki kawin dengan empat perempuan. Dan masa menikah inilah yang paling dibencinya. Apa yang dibencinya adalah ketika tradisi Islam bercampur dengan Jawa, bahwa Jawa mengharuskan anak gadis menikah dengan laki-laki yang dipilihkan ayahnya, dan Islam membolehkan laki-laki berpoligami. Kartini tidak punya pilihan apa-apa dan merasa perkawinan akan membunuh dia sedalam-dalamnya dan memang masa itu pun terjadi.
“Aku tidak akan pernah, tidak akan pernah bisa mencintai. Bagiku, untuk mencitai, pertama kali kita harus bisa menghargai pasangan kita. Dan itu tidak kudapatkan dari seorang pemuda Jawa. Bagaimana aku bisa menghargai seorang laki-laki yang sudah menikah dan sudah menjadi seorang Ayah hanya karena dia sudah bosan dengan yang lama, dapat membawa perempuan lain ke rumah dan mengawininya? Ini sah menurut hukum Islam. Kalau seperti ini, siapa yang tidak mau melakukannya? Mengapa tidak? Ini bukan kesalahan, tindak kejahatan ataupun skandal; Hukum Islam mengizinkan laki-laki beristri empat sekaligus.
Meski banyak orang mengatakan ini bukan dosa, tetapi aku, selama-lamanya akan tetap menganggap ini sebagai sebuah dosa. Bagiku semua benih perbuatan yang menyakitkan orang lain (termasuk menyakiti hewan) adalah dosa. Bisa kau bayangkan derita seorang istri yang melihat suaminya pulang membawa perempuan lain yang kemudan harus diakuinya sebagai istri sah suaminya? Sebagai saingannya? Jika demikian, suami itu bisa ‘membunuh’ istrinya... Mustahil rasanya sang suami memberi kebebasan padanya!”
Kartini lahir sebagai feminis bukan dilahirkan dari teori-teori feminisme, karena seorang feminis adalah dilahirkan, bukan diciptakan. Kartini dan pikirannya bukan sesuatu yang terpisah, atau tidak memisahkan antara pengalaman dengan persepsi, pengalaman dengan diskursus.
---
Tulisan di atas adalah cuplikan dari artikel yang sangat bagus & kuat dari mbak @marianamiruddin yang versi lengkapnya bisa dibaca di web @jurnalperempuan.
Selamat Hari Kartini
21 April 1879–17 September 1904
Damai di surga, Perempuan yang mendahului zaman 🙏💜

Indonesia
sbubu ری ٹویٹ کیا

Konde, kebaya, dan kain wiru adalah penjara Kartini yang sengaja dipilih dan diabadikan rezim Orde Baru setiap 21 April.
Kita tidak lagi kenal Kartini sebagai pemikir dan "pendekar kaumnya untuk MERDEKA". Dia direduksi sekadar anak Bupati yang dimadu dan meninggal muda.
mas jono@yogvxp
Unpopular opinion about R.A. Kartini
Indonesia
sbubu ری ٹویٹ کیا
sbubu ری ٹویٹ کیا
sbubu ری ٹویٹ کیا
sbubu ری ٹویٹ کیا
sbubu ری ٹویٹ کیا

sbubu ری ٹویٹ کیا

Ini adalah Joko Widodo mahasiswa UGM masuk lewat jalur Sarjana Muda di tahun 1980.
Lulus sebagai Sarjana Muda di tahun 1985.
Joko Widodo ini adalah Alumni SMA 6 Yogyakarta.
Pada buku Alumni terbaca tulisan Skripsi.
Jangan terkecoh.
Karena pada masa tersebut, baik mahasiswa program Sarjana dan program Sarjana Muda di UGM, tugas akhir sama-sama disebut dengan Skripsi.
Fakta tersebut diungkapkan oleh Rismon di Gelar Perkara Khusus Polda tanggal 15 Desember 2025.
Waktu itu Rismon masih waras belum gila.
Pertanyaan BESAR adalah:
KEMANA JOKO WIDODO yang ini?


Indonesia
sbubu ری ٹویٹ کیا
sbubu ری ٹویٹ کیا

Ada banyak sekali intelektual muda yang studi di luar negeri tapi tidak berani pulang ke tanah air karena dicap kiri saat dan setelah peristiwa 65. Akhirnya mereka beranak pinak dan menetap di sana.
Mereka menjadi generasi yang terbuang dari tanah airnya sendiri.
Di dalam negeri sendiri, sebanyak 299 dosen dan 3.464 mahasiswa hilang, ditahan, bahkan tewas selama masa itu, peristiwa inilah yang disebut genosida intelektual
Banyak yang menyebut, 1 generasi intelektual telah hilang pada masa itu. Akibatnya tidak ada ahli yang bisa mengelola sumber daya alam negara hingga puluhan tahun setelahnya.
Itulah kenapa Indonesia jauh tertinggal dan kehilangan pijakan untuk melompat.
jakartalk@Jakartalk
Fakta yang paling gak bisa lo terima
Indonesia
sbubu ری ٹویٹ کیا

makin kaya, makin lama dihisabnya di akhirat
kale@kalistohenituse
semua opini tentang orang kaya:
Indonesia
sbubu ری ٹویٹ کیا
sbubu ری ٹویٹ کیا

udah ngaku-ngaku bakpia, ternyata juga ngaku-ngaku dari jogja
enak sih enak, tapi faker.. 😭


HAHINGANG ❗❗@hahingang_
DiUmur berapa kaLian tau kaLo bakpia kukus tugu Jogja ini diBikin di Sidoarjo 😁
Indonesia
sbubu ری ٹویٹ کیا
sbubu ری ٹویٹ کیا
sbubu ری ٹویٹ کیا

Satu omongan orang kaya (temen gw) yang masih gw berusaha ngerti:
"Kalau nanti masalah lo udah bukan duit lagi, itu lebih ngeri"
kale@kalistohenituse
semua opini tentang orang kaya:
Indonesia
sbubu ری ٹویٹ کیا

@limeonzest @tabiensu konyol definisi org yg artiin "provider mindset" adalah segalanya tentang uang. dahal namanya aja provide mindset, ya yg diprovide tu pikiran, jalan tengah, komunikasi, emotional needs, bukan cuma uang uang doang
Indonesia
sbubu ری ٹویٹ کیا

@limeonzest Knp ya pada menormalisasi hubungan transaksional 😓 men will use this sebagai senjata untuk generalisir perempuan matre dan will fall for MONEY.... Damn, those people progressing backwards
Indonesia
sbubu ری ٹویٹ کیا

Jujur ga nyangka orang yang ku rispek banget selama pengmas juli tahun lalu ternyata sebejat ini.
Semoga pelaku-pelaku yg lain bisa diadili
Semoga para korban diberi keadilin dan rasa aman
Dan semoga kita semua bisa mendapat ruang yang aman dimanapun dan kapanpun
LPM Mercusuar UNAIR@persmercusuar
[DALAM KAMPUS] Menggugat Ruang Aman: Benalu dan Kegagalan Sistem dalam Menangani Kasus Kekerasan Seksual Kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus kembali menunjukkan wajah lain dari ketidakadilan. Sanksi yang lemah dan budaya pembiaran membuat “ruang aman”
Indonesia

@myitsfess Dari SMA, awalnya bukan anak ITS tapi gue meng-ITS kan dia ditahun berikutnya (gw uner)
Indonesia










