پن کیا گیا ٹویٹ
mørt
17.3K posts

mørt ری ٹویٹ کیا

Pembunuh mimpi nomor 1 itu bisa jadi kemiskinan yang struktural.
- bisa jadi, ada anak super genius seperti Einstein di Indonesia Timur yang gabisa lanjut sekolah karena jaraknya yang amat jauh.
- bisa jadi, ada anak yang berbakat musik seperti Bach di Depok tapi karena harus ngehidupin adiknya dan ditinggal ortunya, akhirnya jadi pemulung.
- bisa jadi, ada anak di Sumatera yang sangat suka bola dan jika diterusin bisa kayak Messi, tapi kena gizi buruk dan sakit-sakitan, ga mampu berobat.
Maka dari itu, fasilitas publik seperti kesehatan, pendidikan, transportasi, dsb tuh penting agar kita ga kehilangan bakat2 terpendam begini.
𝕟𝕒𝕓𝕚𝕝@letstrydude
ternyata bener, pembunuh mimpi nomer 1 tuh ekonomi ya.
Indonesia
mørt ری ٹویٹ کیا
mørt ری ٹویٹ کیا
mørt ری ٹویٹ کیا
mørt ری ٹویٹ کیا
mørt ری ٹویٹ کیا
mørt ری ٹویٹ کیا
mørt ری ٹویٹ کیا
mørt ری ٹویٹ کیا
mørt ری ٹویٹ کیا
mørt ری ٹویٹ کیا

Kronologi Lengkap $DRB & Kejadian Ilham
➡️ 7 Maret 2025, awal eksperimen @coin_domin
@coin_domin membuat eksperimen di X dengan meminta Grok memberi nama dan ticker untuk token yang akan dideploy lewat BankrBot.
➡️ Grok memberi nama $DRB
Grok menyarankan nama DebtReliefBot dengan ticker $DRB.
➡️ BankrBot yang melakukan deploy
Setelah Grok memberi jawaban, BankrBot langsung deploy token $DRB di chain Base. Jadi secara teknis deployer-nya BankrBot, tapi eksperimennya dipicu oleh @coin_domin.
➡️ $DRB lahir dari interaksi AI ke AI
Token ini dianggap unik karena ide nama datang dari Grok, lalu eksekusi deploy dilakukan oleh BankrBot.
➡️ $DRB berkembang di ekosistem Base
Seiring waktu, $DRB makin dikenal. Wallet Grok juga menerima fee dari aktivitas transaksi $DRB.
➡️ 4 Mei 2026, Ilham melakukan eksperimen
Ilham mengirim Bankr Club Membership NFT ke wallet Grok, yang membuat fitur transfer wallet tersebut terbuka.
➡️ Ilham memakai prompt injection
Ilham membuat tweet berisi Morse code + prompt tersembunyi, yang intinya membuat Grok men-decode pesan lalu memberi instruksi ke BankrBot.
➡️ Grok men-decode dan men-tag BankrBot
Karena sifat helpful-nya, Grok mengikuti instruksi tersebut dan membalas dengan format yang kemudian dibaca BankrBot sebagai perintah.
➡️ BankrBot mengeksekusi transfer
BankrBot mengirim 3.000.000.000 $DRB ke wallet Ilham, senilai sekitar $175.000–$200.000 saat itu.
➡️ Secara teknis on-chain, dana itu masuk sah ke Ilham
Karena prosesnya terjadi lewat mekanisme NFT, wallet permission, Grok, dan BankrBot yang valid, maka secara teknis transaksi itu berhasil dan masuk ke wallet Ilham. Tapi secara etika, tetap jadi perdebatan komunitas.
➡️ Ilham sempat swap dana
Ilham menukar $DRB tersebut ke ETH dan USDC lewat beberapa wallet, lalu akun X-nya sempat menghilang.
➡️ Komunitas mulai ramai
Kasus ini viral karena dianggap sebagai celah besar pada sistem AI-agent yang terhubung dengan wallet on-chain.
➡️ Setyamickala ikut menjadi mediator
@setyamickala masuk sebagai mediator untuk menjembatani Ilham, komunitas, dan pihak yang terdampak.
➡️ Ilham mengembalikan sebagian besar dana
Lewat proses mediasi, Ilham mengembalikan sekitar 80% dana ke Grok wallet.
➡️ 20% sisanya dianggap bug bounty informal
Sisa sekitar 20% dianggap sebagai bentuk bug bounty informal karena Ilham menemukan celah keamanan tersebut.
➡️ Akun non-official DRB melakukan doxing
Di tengah ramainya kasus, ada akun non-official DRB yang melakukan doxing terhadap Ilham.
➡️ Doxing itu tidak patut
Walaupun kasusnya kontroversial, penyebaran data pribadi tetap tidak bisa dibenarkan. Kritik boleh, tapi doxing sudah melewati batas.
➡️ Grok/xAI mengakui ini pelajaran mahal
Grok disebut mengakui bahwa ini adalah prompt injection cerdas via Morse code, dan menjadi pelajaran penting untuk keamanan AI-agent.
➡️ Kesimpulan besar
$DRB lahir dari eksperimen @coin_domin. Lalu, kasus Ilham juga merupakan eksperimen yang menguji celah keamanan Grok dan BankrBot. Bedanya, eksperimen pertama melahirkan token, sedangkan eksperimen kedua membuka masalah keamanan AI + on-chain.
➡️ Intinya
Ilham memang memanfaatkan celah, tapi secara teknis prosesnya berjalan valid di sistem. Setelah itu, dana mayoritas dikembalikan lewat mediasi Setyamickala. Yang jelas, doxing dari akun non-official DRB tetap tidak patut dan tidak bisa dibenarkan.
Indonesia


















