Wicaksara
1.5K posts

Wicaksara
@naraskata
Di persimpangan estetika dan realita.
Jakarta, Indonesia. شامل ہوئے Kasım 2024
149 فالونگ106 فالوورز
پن کیا گیا ٹویٹ
Wicaksara ری ٹویٹ کیا
Wicaksara ری ٹویٹ کیا

🚨#InternationalSolidarity for Andrie Yunus
📢#UrgentAppeal @FrontLineHRD Urges the Indonesian authorities to conduct an immediate, independent, and transparent investigation into the attack on Andrie Yunus, hold all those responsible accountable, end all forms of intimidation against human rights defenders, ensure he receives necessary medical care, and guarantee a safe environment for all defenders to carry out their work without fear.
🔗frontlinedefenders.org/en/case/acid-a…
@Kemlu_RI
#HumanRightsDefenders


English
Wicaksara ری ٹویٹ کیا

@MOONlLETTERS Sah aja kritik untuk masukan dari beliau tentang filmnya, tapi agak nggak fair dan nyelekit aja di bagian 'slop-slopan' itu. Satu review itu nggak mewakili kegagalan filmnya kok. Buktinya banyak yang nonton ulang, anak-anak happy juga setelah nonton. Visi & misinya tercapai.
Indonesia

@MOONlLETTERS Menurut abang itu clash of expectation aja sih. Dari awal sutradara & timnya udah bikin campaign marketing yang targetnya emang anak-anak dan keluarga bukan kritikus film dengan lensa dewasa yang cari kedalaman plot dan eksplorasi isu sosial.
Indonesia

@meongkiri Sama-sama, Mia. Terima kasih juga sudah membuka ruang diskusi untuk perspektif yang lain.
Indonesia

@naraskata Terima kasih banyak, Wicaksara! ;) Sangat jelas sekali. Argumen kamu sangat membuka perspektif saya.
Indonesia

Saya sendiri pembaca buku-buku fiksi. Tapi hampir nggak pernah kasih review detail di platfom reading tracker macam goodreads atau storygraph. Kebanyakan review saya keluar habis baca buku itu ya kalau ditanya aja pas ngobrol.
Wicaksara@naraskata
@peachyfraise Tidak semua pembaca merasa perlu mendokumentasikan atau meninjau apa yang mereka baca di platform sosial. Grafik itu merekam siapa yang berbicara tentang buku/bacaan bukan siapa yang benar-benar membaca. Goodreads juga bukan sampel netral itu platform self-selected,
Indonesia
Wicaksara ری ٹویٹ کیا

@meongkiri Kalau pakai lompatan logika yang sama yang digunakan si mbak Mine itu, berarti bisa saja disimpulkan perempuan kurang peduli sama negara dengan isu sosial-politik karena data ulasan genre tersebut di Goodreads paling rendah. Tapi kan jelas tidak sesederhana itu :)
Indonesia

@meongkiri Saya lampirkan contoh riset & penelitia Thump dkk di sini: link.springer.com/article/10.100…

Indonesia

@peachyfraise jadi perilaku pengguna di sana sangat mungkin bias.
Apa demografi penggunanya benar-benar mewakili populasi pembaca? Atau kelompok pembaca yang lebih aktif secara sosial untuk memilih terlihat?
Indonesia

@peachyfraise Tidak semua pembaca merasa perlu mendokumentasikan atau meninjau apa yang mereka baca di platform sosial. Grafik itu merekam siapa yang berbicara tentang buku/bacaan bukan siapa yang benar-benar membaca.
Goodreads juga bukan sampel netral itu platform self-selected,
Indonesia

Gue jadi keinget data ini. Ketika ngomongin kebiasaan membaca buku, perempuan terbukti lebih banyak eksplorasi genre tulisan. Semua dibaca. Beda sama laki-laki yg mayoritas sukanya baca non-fiksi terutama filsafat. Baca non-fiksi enggak salah, bagus banget malah. Tapi baca fiksi

ayas ⸝⸝•ᴗ•⸝⸝@aromapetrikorr
bukan book dating sih tapi pernah ditemenin beli buku sama cowok yg pas itu deket sama aku. trs pas aku milih novel buat kubeli, dikatain “ngapain sih baca fiksi terus? pantes hidupmu kejabak di imajinasi aja” 💀 dan sekarang orangnya jadi jurnalis-influencer gitu di IG wkwkwkwk
Indonesia
Wicaksara ری ٹویٹ کیا

Na Willa, Dul, dan Kaki yang Hilang
Saya sudah membaca buku Na Willa sebelum menonton filmnya. Tetapi, hati saya tetap retak saat Dul tertabrak kereta dan ia kehilangan satu kakinya.
Na Willa menangis dan merasa bersalah lantaran tidak ikut sewaktu diajak Dul mengejar kereta. Mak merasa bersalah telah berbohong kepada Dul supaya Na Willa tidak usah ikut.
Tapi tidak ada yang pernah tahu Dul akan tertabrak kereta dan kehilangan kakinya. Seketika itu, saya teringat Bapak. Tidak ada yang pernah tahu Bapak saya akan ditabrak motor di depan rumah sendiri.
Tidak ada yang tahu, siapapun berpotensi menjadi seorang penyandang disabilitas.

Indonesia




