needcashmore

1.3K posts

needcashmore

needcashmore

@needmorekaching

شامل ہوئے Ekim 2025
13 فالونگ12 فالوورز
needcashmore
needcashmore@needmorekaching·
@03__nakula Harusny pria solo itu bukan sih yang dituntut. Kan beliau yang ngotot nambah pengadaan laptop
Indonesia
0
0
0
21
Nakula
Nakula@03__nakula·
Owalah... Pantes aja JPU menolak pihak google dijadikan saksi, karena mereka takut kebenarannya terbongkar. Tapi Alhamdulillah akhirnya hakim mengijinkan, dan dalam kesaksiannya pihak google membantah semua dakwaan Jaksa terkait ada niat jahat dan ada unsur timbal balik dalam pemilihan Chromebook.
Indonesia
29
427
1.1K
40.2K
needcashmore ری ٹویٹ کیا
Papan (Necromancer Bare Metal) Berjalan
Pejabad Panik, Jaksa tidak belajar ilmu logika matematika waktu kuliah. Jadinya menghukum org tidak bersalah. Bebaskan Ibam!
Ibrahim Arief@ibamarief

Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼 Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam. Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang. Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar. Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali. Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan. Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana. Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan. Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam. Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami. Tolong, suarakan ketidakadilan ini. Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi. Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka. Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.

Indonesia
3
129
363
9.6K
needcashmore ری ٹویٹ کیا
Dosen Pembimbing
Dosen Pembimbing@Dospemz·
Video berdurasi 4 menit 30 detik ini membuka secara gamblang sisi gelap dari proses pengadaan yang selama ini tersembunyi. Dalam video ditampilkan bahwa yang diduga melakukan praktik kotor adalah oknum pemerintahan, tetapi yang menjadi korban adalah konsultan.
Ibrahim Arief@ibamarief

Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼 Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam. Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang. Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar. Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali. Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan. Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana. Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan. Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam. Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami. Tolong, suarakan ketidakadilan ini. Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi. Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka. Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.

Indonesia
3
162
362
8.7K
needcashmore ری ٹویٹ کیا
Elon Murz | SVP of Meme Engineering
Have yall seen this video??? Listen to how the official stutters when answering a very simple question
Ibrahim Arief@ibamarief

Tonton kepanikan pejabat saat upaya mengkambinghitamkan Ibam runtuh di sidang 👇🏼 Masukan netral Ibam, dipelintir pejabat jadi Chromebook, sambil bilang itu arahan Ibam. Pejabat tersebut akui terima aliran dana, dan membocorkan spek Chromebook ke vendor pemenang. Tapi dia bebas, tidak jadi tersangka sama sekali, sedangkan Ibam dituntut 15 tahun penjara, denda Rp16,9 miliar, dan tambahan 7,5 tahun penjara jika tidak bisa bayar. Dan kami sudah pasti tidak bisa bayar, Rp16,9 miliar itu dari salah paham surat saham, dan hanya "patut diduga" tanpa adanya bukti aliran dana sama sekali. Tapi kebenaran sudah terungkap lewat fakta-fakta di persidangan. Dari semua kebenaran yang terungkap, perkara Chromebook untuk kasus Ibam ini sebenarnya sederhana. Ibam sebagai konsultan, sudah netral, profesional, tanpa kewenangan, tanpa kuasa, namun dikambinghitamkan pejabat-pejabat yang terlibat dalam pengadaan. Kita tentu berharap proses hukum berjalan secara adil, jernih, dan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. Namun tuntutan 22,5 tahun yang tidak masuk akal dan penuh ketidakadilan seperti menampar harapan kami tersebut. Kekuatiran kami terhadap adanya kriminalisasi terstruktur semakin dalam. Kini harapan kami tertumpu pada teman-teman sekalian yang membaca pesan kami. Tolong, suarakan ketidakadilan ini. Kepada Presiden Prabowo, kepada Komisi III DPR, kepada siapapun yang kita tahu punya kepedulian dan kemampuan menyediakan perlindungan hukum dari kriminalisasi. Sembilan hari menuju putusan. Kita masih bisa jadikan perkara ini preseden baik bagi semua profesional yang ingin berbakti bagi negara dengan keahlian mereka. Bahwa tetap bisa ada perlindungan hukum dari kriminalisasi bagi seluruh pekerja pengetahuan yang ingin bantu Indonesia.

English
11
417
1K
36.5K
Rendy B. Junior
Rendy B. Junior@rendybjunior·
Ada kementrian kontak utk konsul tentang data engineering, kalau dikasih gratis masih berisiko kena seperti mas Ibam nggak ya?
Indonesia
54
16
271
21.5K
needcashmore ری ٹویٹ کیا
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Funfact: Budget MBG selama 5 tahun bisa digunakan untuk membayar seluruh guru sekolah negeri di Indonesia dari jenjang TK - SMA, termasuk Honorer, P3K dan non ASN dengan gaji... Rp 15 Juta perbulan selama 5 tahun.
Indonesia
76
9.8K
27.9K
239.3K
needcashmore ری ٹویٹ کیا
Indonesian Poop Base
Indonesian Poop Base@iPoopBased·
Pake nanya 🗿
Filipino
174
6.2K
21.9K
579.3K
needcashmore ری ٹویٹ کیا
needcashmore ری ٹویٹ کیا
babinkamtibmas
babinkamtibmas@k4ng_batagor·
Orang-orang udh pada lupa ya ada ibu-ibu tewas pas ngantri gas gara-gara Bahlil
Indonesia
28
6.7K
22.6K
183.2K
needcashmore ری ٹویٹ کیا
kepin
kepin@hunkue·
temen expat gw ke rujaksik pak dia cuman bergumam, banyak sekali pelanggaran hak cipta disini. makan. pulang. dah gt aja
kepin tweet media
Indonesia
216
3.9K
18.1K
441K
needcashmore ری ٹویٹ کیا
Padang Galir
Padang Galir@ubegebe1·
Gue ga kenal Ibrahim Arief (Ibam) personal. Senigat saya ga pernah di ruangan yang sama. Mutual friend di linkedin ada 2 orang. Level saya dan dia jauh berbeda. Dia outlier atas, saya medioker. Membaca twit dia dan cerita beberapa teman, nampaknya dia emang jadi korban aja. Yang paling mengkuatirkan dari kasus Ibam ini adalah takutnya talent kelas atas masuk ke dalam sistem. Dan lebih takut lagi nanti sistem dikuasi para medioker level bawah atau preman. Pantesan banyak yang protes ketika saya usulin Ferry Unardi, founder traveloka, jadi menteri pariwisata. Takut dia akan mendapat perlakuan seperti inim Kalau benar Ibam tidak mendapatkan aliran dana korupsi chromebook ini, seharusnya dia dibebasin aja. Kalau perlu mendapat tempat di administrasi sekarang. Sayang talent begitu hebat, nasibnya gini amat. Ibam tak punya banyak pengikut. Bukan aktivis yang terkenal. Dia bukan Tom Lembong yang dikenal banyak orang. Tapi saya berharap ada keajaiban dalam kasus dia. Disclaimer akhir: Saya tak ada dibayar untuk postingan ini. Harapan saya jika nanti Ibam bisa mendapatkan kebebasan dalam kasusnya, saya bisa nitip CV aja. Ikut kerja dengan dia
Indonesia
11
98
376
42.7K
needcashmore ری ٹویٹ کیا
kumparan
kumparan@kumparan·
Lagi-lagi seorang pekerja kreatif pembuatan website profil desa di Kabupaten Karo, Sumut, jadi terdakwa kasus korupsi. Kasus ini mirip dengan perkara Amsal Sitepu, seorang pekerja kreatif yang didakwa melakukan korupsi pembuatan video profil desa, yang kini telah dibebaskan. Namanya Toni Aji Anggoro, seorang pekerja kreatif yang divonis pidana penjara 1 tahun serta denda Rp 50 juta, dengan subsidair (pengganti) 2 bulan penjara, pada Rabu, 28 Januari 2026. Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Medan, Toni merupakan terdakwa kasus pembuatan website desa tahun anggaran 2020 sampai 2023 di Kecamatan Mardinding, Kecamatan Juhar, Kecamatan Laubaleng, dan Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo. Ia didakwa turut serta melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan saksi Jesaya Perangin-angin (dilakukan penuntutan secara terpisah), dengan Pasal 35 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 tentang Tipikor. Kasus Toni ini membuat sejumlah massa aksi mendatangi Pengadilan Negeri Medan di Jalan Pengadilan, Kota Medan, pada Senin (20/4). Mereka menuntut pembebasan Toni, sebagaimana Amsal Sitepu. Dalam isi tuntutan aksi, mereka menyebutkan bahwa Toni tidak memiliki kewenangan dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ia tidak mengelola dana desa dan hanya menerima honor teknis sebesar Rp 5.710.000 dari anggaran proyek Rp 10 juta. Mereka pun minta pemecatan jaksa dan hakim yang dinilai mengkriminalisasi Toni Aji Anggoro. 📸: Dok. kumparan/Amar Marpaung. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | videonews | R120 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan
Indonesia
74
1.2K
1.9K
99.5K
needcashmore ری ٹویٹ کیا
Galileo
Galileo@glrhn·
Yang kecil-kecil dan kerjanya benar malah ditangkapi, lha itu project Coretax dengan biaya sebesar itu dan aplikasi sejelek itu kok belum ada pergerakan dari aparat penegak hukum?
kumparan@kumparan

Lagi-lagi seorang pekerja kreatif pembuatan website profil desa di Kabupaten Karo, Sumut, jadi terdakwa kasus korupsi. Kasus ini mirip dengan perkara Amsal Sitepu, seorang pekerja kreatif yang didakwa melakukan korupsi pembuatan video profil desa, yang kini telah dibebaskan. Namanya Toni Aji Anggoro, seorang pekerja kreatif yang divonis pidana penjara 1 tahun serta denda Rp 50 juta, dengan subsidair (pengganti) 2 bulan penjara, pada Rabu, 28 Januari 2026. Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Medan, Toni merupakan terdakwa kasus pembuatan website desa tahun anggaran 2020 sampai 2023 di Kecamatan Mardinding, Kecamatan Juhar, Kecamatan Laubaleng, dan Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo. Ia didakwa turut serta melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan saksi Jesaya Perangin-angin (dilakukan penuntutan secara terpisah), dengan Pasal 35 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2009 tentang Tipikor. Kasus Toni ini membuat sejumlah massa aksi mendatangi Pengadilan Negeri Medan di Jalan Pengadilan, Kota Medan, pada Senin (20/4). Mereka menuntut pembebasan Toni, sebagaimana Amsal Sitepu. Dalam isi tuntutan aksi, mereka menyebutkan bahwa Toni tidak memiliki kewenangan dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ia tidak mengelola dana desa dan hanya menerima honor teknis sebesar Rp 5.710.000 dari anggaran proyek Rp 10 juta. Mereka pun minta pemecatan jaksa dan hakim yang dinilai mengkriminalisasi Toni Aji Anggoro. 📸: Dok. kumparan/Amar Marpaung. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ 📝: newsupdate | update | news | videonews | R120 | E164 #bicarafaktalewatberita #kumparan

Indonesia
4
561
938
17K
needcashmore ری ٹویٹ کیا
Jeni_Ly again
Jeni_Ly again@Jelli_cent·
Kita bandingkan saja... Korupsi 348M - hanya divonis 1.5th Sementara Ibam, tidak menerima aliran dana dituntut penjara 22th. Ibam itu konsultan, bukan ASN bukan pejabat Atau krn itu shg Ibam lemah & bisa dituntut seenaknya? Penegakan Hukum macam apa ini? 🥴
Jeni_Ly again tweet media
Indonesia
36
2.2K
4.2K
75.2K