
Bapak di Beranda
1K posts

Bapak di Beranda
@otsulip
Bapak yang suka bola dan hal-hal yang aneh di sosmed



Terbang jauh-jauh ke Tokyo, kami hampir gak jadi ketemu teman karena masalah sepele. Bosnya gak sengaja bikin kesalahan yang bikin jadwal proyek mundur. Harusnya teman kami disuruh ikut lembur buat ngejar ketinggalan. Plot twist: bosnya yang terkenal galak itu malah minta maaf duluan. Dia ngaku itu salahnya sendiri, bukan nyalahin tim. Dan dia bersikeras nyuruh teman kami tetap ambil cuti yang udah disetujui dari jauh hari, walaupun dia sendiri yang jadi kelabakan ditinggal. Heran kan? Kebalikan dengan pengalaman di Indonesia, yang bikin salah malah yang sibuk nyari kambing hitam. — Di Jepang, ngaku salah itu hal biasa. Ada istilahnya: sekinin o toru, “memikul tanggung jawab”. Minta maaf di sana bukan tanda lemah, tapi cara nunjukin kamu masih bisa dipercaya kedepannya. Saking seriusnya: tahun 2019, seorang menteri di Jepang sampai bikin permohonan maaf resmi cuma gara-gara telat 3 menit ke rapat. Oposisi bahkan memboikot sidang sampai 5 jam. Kedengerannya ekstrem? — Tapi ini bukan soal orang Jepang lahir lebih jujur dari kita. Ini soal sistem. Di sana, ngaku salah itu “lebih mending” ketimbang ngeles lalu ketahuan. Sanksi sosialnya lebih fatal. Dan budaya itu selalu mulai dari atas. Dari orang yang punya kuasa, yang mau mikul, bukan nimpa ke bawahan. — Pelajaran yang kami bawa pulang dari Tokyo: berani ngaku salah duluan itu bukan kelemahan. Bos teman kami malu dan kelabakan hari itu. Tapi respek dari bawahannya untuk jangka panjang? Ya tetap 100%. #BedaBudaya





baskara ga rugi kok kalo lu semua yg homophobic boikot dia😹😹







Gubernur jepang se-Oke ini??????





















