✾ṡєŗå®²³∘
14.7K posts

✾ṡєŗå®²³∘
@renjeuning
· · ──·❬ ⸙: ✰❛ FAN ACCOUNT; ❀❜ ❭·── · · ˚₊·͟͟͟͟͟͟͞͞͞͞͞͞➳❥ ꒰ ⌨︎ ✰ @renjeuning ⁱˢ ᵐᵘˡᶠᵃⁿᵈ·· ꒱ | ೃ࿔











Kalo ada yang bertanya kenapa gaji guru rendah, yahh oversupply aja gak sih. Setiap tahun, institusi pendidikan tinggi memproduksi ratusan ribu sarjana pendidikan. Kebanyakan sarjana ini terciptalah oversupply di pasar tenaga kerja. Dan hukum ekonomi dasar bergerak dengan kejam di sini, kadi ketika suplai sebuah keahlian jauh melebihi permintaan riil (formasi yang tersedia), maka nilai valuasi dari jasa tersebut akan otomatis bakal turun. Daya tawar guru menjadi sangat lemah karena tingkat kompetisinya terlalu tinggi. PEMERINTAH MENGONTROL HARGA? Dalam ekosistem pendidikan negeri, negara bertindak sebagai pembeli jasa tunggal atau mayoritas (Monopsoni). Berbeda dengan pasar bebas di mana banyak perusahaan bersaing merekrut kandidat terbaik dengan menawarkan gaji kompetitif, dalam pasar monopsoni, sang pembeli memiliki kuasa absolut untuk mendikte harga. Karena ada antrean jutaan orang yang butuh pekerjaan, sistem tidak memiliki insentif ekonomi untuk menaikkan upah. Logika pasarnya kayak "Jika kamu menolak dibayar 300.000, masih ada ratusan orang di belakang yang bersedia."











