


ᮓᮤᮃᮔ
37.2K posts














Faces of Indonesia 🇮🇩 Indonesia is home to hundreds of ethnic groups, each with its own traditions, stories, and way of life. Here are just a few of the communities that make this archipelago so incredibly diverse👇

Sedang mengalami kondisi ironis, Baru banget beberapa menit bayar listrik dari mobile banking, abis itu mati lampu. Orang2 pada keluar rumah dan saling tanya kata tetangga bisa sampe jam 18.00 WIB matinya. Lebih ironis lagi berbarengan dengan mati air, katanya juga ada gangguan. Gak mungkin gak nyalahin pemerintah, sementara listrik dan air dikuasai oleh negara. Apakah benar negara ini sedang krisis? Karena gak biasanya kaya gini. Sorry saya izin jadi akun sombong dulu soalnya mau menghemat baterai smartphone.


Udah pada tau belum? Tiongkok lagi rame: 320 juta orang masuk kategori flexible employment. Hampir 40% tenaga kerja. Kurir, driver, ojol, pelayan semua masuk sektor gig economy. Awam pasti mikir ini karena ekonomi seret dan lapangan kerja tetap susah. Tapi aslinya bukan cuma melemah. Tapi digeser paksa. Sektor properti mereka rontok. Dulu sektor ini sektor utama yang menyerap modal dan tenaga kerja besar-besaran. Pas sektor itu ambruk, pekerja yang kehilangan pekerjaan pindah jalur. Mereka masuk ke logistik, platform digital, dan delivery. Jadi melonjaknya angka gig worker di sana terjadi karena struktur ekonomi berubah cepat. Nah, kalau dibandingin sama di sini, bagian ini yang menarik. Di Tiongkok, angka 40% itu didebatin secara formal dan dianalisis sebagai masalah makro ekonomi. Di sini itu kondisi normal sehari-hari. Ojek, pedagang, freelance, kerja serabutan digital. Buat kita, itu bukan fase transisi. Itu kondisi utama tenaga kerja kita. Makanya kontras banget. Sana sibuk debat ini tanda bahaya atau adaptasi. Sini dari dulu masyarakatnya sudah bekerja secara fleksibel tanpa teori akademis. Sana dicatat rinci biro statistik, sini yang penting masyarakat tetap punya pendapatan. Bukan soal siapa lebih maju atau tertinggal. Cuma masalah timing terjadinya perubahan. Tiongkok mengalami lonjakan pekerja fleksibel setelah sektor properti mereka rontok. Di sini, mayoritas pekerja dari dulu sudah berada di sektor informal tersebut. Intinya, Tiongkok terpaksa merestrukturisasi tenaga kerja karena krisis properti. Tapi disini, sistem kerja seperti itu sudah lama berjalan. Bedanya cuma satu, sana dianalisis detail, sini dijalani saja...bener ga?

i made this at 3 am last night while giggling and kicking my feet shes sooo cool man
