ygw

10.1K posts

ygw banner
ygw

ygw

@yspgw

gausah follow. in toxic relationship with @officialfpl n @acmilan

شامل ہوئے Ocak 2018
196 فالونگ46 فالوورز
ygw
ygw@yspgw·
@strootsys kayak dejan savicevic ya males latihan taunya cuma maen😅
Indonesia
0
0
0
73
Strootsy
Strootsy@strootsys·
Coba search “Hazard Chelsea Mourinho” di YouTube. Abis itu scroll ke video-video Shorts, dan lo akan nemuin banyak testimoni soal gimana Hazard di Chelsea, langsung dr mantan rekan setimnya dulu. Ada cerita dari Danny Drinkwater & Jorginho yang kagum banget sama bakatnya. Ada juga cerita dari Todd Kane, pemain jebolan akademi Chelsea yg bilang Hazard pernah makan 2 burger di malem H-1 pertandingan, dan besoknya nyetak hattrick buat Chelsea. Tapi, semua punya cerita yg sama: Hazard itu pemain yg bakat alaminya one in a trillion, tapi gak serius pas latihan, bahkan males. Tali sepatunya sering gak diiket, 5 menit sebelum pertandingan bisa masih nyantai FaceTime anak-anaknya, dan gak minat belajar soal taktik. Dia cuma mau main, nyerang lawan, abistu ya udah. Paling menarik buat gue ceritanya John Terry (JT) soal dinamika Hazard & Mourinho. Mind you, JT adalah kapten yg mimpin Chelsea juara 5 titel Premier League, dan dia bicara jujur soal ini. Kata JT, Mou pernah ngomong ke skuat Chelsea: “Eden ini lebih jago dari kalian semua. Dia bakalan menangin kita [Chelsea] pertandingan, jadi kalian mesti bantu dia.” Ketimbang minta Hazard nyetel sama taktik dia, Mou nyuruh 10 pemain lain buat nyetel ke Hazard. Cover posisi kalo dia lg roaming, bek sayap wajib lari ekstra kalo dia ga mau track back. Intinya 1 anomali bareng 10 pemain yg mau kerja keras & do the dirty work. Ada alasan kenapa waktu itu Juan Mata dijual Mou ke Manchester United. Sebagus-bagusnya Mata, dia tetep diminta buat pressing, track back, lari ke sana ke mari. Hazard? Gak perlu segitunya. Hazard itu pengecualian. Mou pernah bilang: “orang yang cinta sepak bola di negara ini [Inggris] mestinya jatuh cinta sama Eden Hazard.” Tapi, Mou juga pernah bilang: “Eden yang kita liat di atas lapangan itu bukan refleksi dari hasil latihan, tapi refleksi dari bakatnya.” Sekarang banyangin Eden Hazard versi lebih profesional itu damage-nya sesakit apa. The best player of all time that never was.
Strootsy tweet mediaStrootsy tweet mediaStrootsy tweet media
Indonesia
77
478
2K
130.9K
kosong adalah isi
kosong adalah isi@YuriSaef·
@LambeSahamjja Kita udah melewati beberapa fase modelan kayak gini, dari tanaman hias, ikan, batu akik, bambu, bonsai, nft dan sekarang ini 😅, sejarah terus berulang cuman pelakunya yang beda
Indonesia
17
6
143
31.1K
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
tebak harga kartu pokemon yang di pegang bang windah coba
Lambe Saham tweet mediaLambe Saham tweet media
Indonesia
134
23
1.5K
440.5K
FaktaBola
FaktaBola@FaktaSepakbola·
Throwback saat musim panas 2015, transfer ini sebenarnya sudah di depan mata 🤯 David de Gea hampir bergabung ke Real Madrid dari Manchester United, sementara Keylor Navas disiapkan pindah ke arah sebaliknya. Semua sudah disepakati, De Gea bahkan siap kembali ke Spanyol. Tapi di detik terakhir semuanya runtuh. Dokumen transfer telat dikirim, dua klub saling menyalahkan, dan deal resmi batal. Akhirnya De Gea tetap bertahan di United dan justru menandatangani kontrak baru. #FaktabolaThrowback
FaktaBola tweet mediaFaktaBola tweet media
Indonesia
18
65
1.7K
161K
ygw
ygw@yspgw·
@sambalkemiri @LambeResing postingan udh di hide yg dihide disitu ada SR (Milan ) , RLC (milan), meite, DM(anaklegend milan), DH (madrid), LP(roma) 😂
Indonesia
0
0
0
252
Lambe #RESIN6
Lambe #RESIN6@LambeResing·
🚨 Kepolisian Italia bongkar skandal jaringan prostitusi eksklusif di Milan, pembalap F1 ikut terseret! Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, empat orang telah ditahan atas tuduhan kasus eksploitasi prostitusi, yang diyakini sebagai pimpinannya. Bisnis tersebut menawarkan paket lengkap dan party eksklusif yang menyasar client besar dengan layanan VIP. Setidaknya 50 nama ikut terseret dalam kasus ini, termasuk atlet Serie A dan juga satu pembalap F1. Buset dah.
Lambe #RESIN6 tweet media
Indonesia
72
232
1.6K
207K
ygw ری ٹویٹ کیا
AC Milan
AC Milan@acmilan·
We come away from Verona with the victory 💪 Brought to you by @Bitpanda_global
AC Milan tweet media
English
88
455
2.3K
72.6K
ygw ری ٹویٹ کیا
ygw ری ٹویٹ کیا
Kompas.com
Kompas.com@kompascom·
“Penyelesaian akan kami lakukan dalam jangka waktu minggu ini. Kita berproses dan dipastikan minggu ini, Senin sampai Jumat di hari kerja akan kita kembalikan,” ujar Munadi dalam Konpers secara daring. Baca selengkapnya 👇 money.kompas.com/read/2026/04/1… ~LL #BNI #AekNabara
Kompas.com tweet media
Indonesia
104
261
831
51.3K
ygw ری ٹویٹ کیا
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys update terbaru nih.. Bank Negara Indonesia $BBNI buka suara perihal kasus dugaan penggelapan dana jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara BNI menyampaikan bahwa pengembalian dana dilakukan dalam minggu ini (Senin–Jumat hari kerja) target pengembalian keseluruhan = selesai dalam minggu berjalan (hari kerja Senin–Jumat) dengan mekanisme bertahap dan perjanjian resmi. Tetap kita kawal...... Gk viral gk di gubris
Lambe Saham tweet media
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
528
4.9K
16.3K
1M
ygw ری ٹویٹ کیا
Prasdianto
Prasdianto@kamentrader·
Klo yg datang nawarin adalah penipu ngaku kepala cabang BNI, mungkin yg ceroboh adalah korban. Klo yg datang adalah BENERAN kepala cabang BNI dan dia NIPU, berarti Bank BNI yg bangsat !!
Indonesia
95
7K
28.9K
622.4K
ygw ری ٹویٹ کیا
Mac Karyo
Mac Karyo@Makaryo0·
Yang dicuri 28 Miliar, ditawarin balik cuma 7 miliar. Btw yang dicuri ini bukan uang gereja, tapi uang tabungan 1.900 umat yang backgroundnya macam2, ada yang buruh, petani, dll. Suster Natalia cerita kalau dia sampai utang kesana sini buat nalangin umat yang butuh dana mendesak karena berobat atau sekolah anak. Kita bantu viralin biar BNI ga ngeles mulu.
SobatMiskinTV@MiskinTV_

Baca dan mengikuti berita mengenai Suster Natalia ini, terkesan BNI seperti ingin lepas tangan, padahal pelaku (Andi Hakim) merupakan salah satu pejabat di bank tersebut. Ini bisa jadi preseden buruk untuk BNI. Bukan tidak mungkin sentimen negatif ini berubah menjadi seruan memindahkan rekening dari BNI ke bank lain.

Indonesia
385
17.5K
36.8K
1.8M
ygw ری ٹویٹ کیا
KakekHalal
KakekHalal@KakekHalal·
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C., yang juga Uskup Bandung buka suara terkait pegawai @BNI yg maling uang umat Katolik Paroki Aek Nabara - Sumut. Sebentar lagi sampai ke telinga Kardinal Ignatius Suharyo & Paus Leo IV. Mohon @bumn_idn @BNI segera kembalikan uang tersebut🙏
Indonesia
122
1.1K
3K
413K
ygw ری ٹویٹ کیا
intinyadeh
intinyadeh@intinyadeh·
#intinyadeh kasus uang jemaat gereja ilang Rp28M ditipu pegawai BNI: > 2019 Andi Hakim Febriansyah, Kepala Kantor Kas BNI Unit Aek Nabara Rantauprapat, nawarin produk fiktif "BNI Deposito Investment" dgn bunga tinggi 8% ke Suster Natalia, bendahara Credit Union Paroki (1/4)
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.

Indonesia
66
2.2K
5.8K
477.9K
ygw ری ٹویٹ کیا
Ali 👊🏻
Ali 👊🏻@mhuseinali·
Halo @BNI Kalau kasus Suster Natalia uang jemaatnya gak bisa dikembaliin, saya tutup rekening ya.
Indonesia
668
12.7K
62.2K
2.6M
ygw ری ٹویٹ کیا
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.9K
47.2K
102.5K
11M
ygw
ygw@yspgw·
robben is backkkkk
English
0
0
0
27
ygw ری ٹویٹ کیا
Hater Central
Hater Central@TheHateCentral·
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
QME
249
2.4K
43.7K
1.1M
ygw ری ٹویٹ کیا
BACOT
BACOT@Xbacottetangga·
HATI HATI MODUS tanam bunga kronologi sumber : SEDIKIT SHARING RINGAN AGAR KITA LEBIH HATI-HATI DGN NIAT BAIK MENOLONG ORANG LAIN Ceritanya kemarin minggu tiba2 di depan rumah ada bapak-bapak jalan kaki membawa keranjang pikul berisi rumput bunga dan nawarin ke istri untuk ditanam di taman depan rumah. Dan seperti biasa, karena istri saya mudah tersentuh, akhirnya dia ijinkan bunga itu ditanam di dekat dinding teras bagian depan. Sambil bapaknya bekerja, kami nonton tv di dalam rumah, ternyata bapaknya bekerja sangat cepat, mulai dari memangkas/mencongkel rumput yang ada dan menggantikannya dengan bunga, dan pengerjaannya bahkan sudah sampai ke area bagian belakang yang tidak kami minta. Saya kemudian tanya ke istri, "harganya berapa?". Istri menjawab jika satunya 6 ribu rupiah. Saya minta istri menanyakan jumlah yang sudah ditanam oleh bapaknya, dan dijawab 700 buah (padahal belum selesai). Istri langsung teriak kaget, karena artinya jumlah uang sudah 4,2juta, karena ia berpikir kalau uang yang mungkin dihabiskan tidak sampai 1 juta. Istri saya penasaran dan kemudian menghitung jumlah bungkus polibag yang sudah dipakai. Disini mungkin memang kami salah karena percaya aja, tapi ternyata bapaknya sangat pintar dengan sengaja menanam bunga itu lapis dua (hijau dan merah) dengan kerapatan sangat tinggi hingga menghabiskan semua stock yang dia miliki. Akhirnya penanaman selesai, istri saya sambil shock menanyakan totalnya. Mungkin karena si bapak sudah melihat istri saya menghitung, jd gak berani asal sebut, sebelumnya sdh sempet sebut habis 700 (blm selesai, mungkin kalau selesai dia akan sebut 1000 - mungkin bisa habis >6jt), setelah dihitung istri jumlahnya total hanya sktr 500an. Artinya hanya sktr 3,x juta. Istri saya nego2 tapi bapaknya bertahan (lha wong sudah ditanam 😎), akhirnya kami deal di harga 3 juta. Nyesek juga ngerasain tanam "rumput" segitu 3 juta 😅🤣😂, ya saya memang gak tahu harganya apakah memang layak, tapi kami gak kepikiran aja sore itu bakal keluar duit 3 juta hanya buat rumput bunga itu. Tapi ya sudahlah, kita ikhlaskan aja, hitung2 beramal. Tapi harapannya si bapak tidak menggunakan cara2 curang untuk memaksakan menjual produknya. Semoga berkah dan sehat selalu ya pak 😊 dedyliem
Indonesia
376
1K
5.9K
1.7M