
HumanMatter
15.8K posts

HumanMatter
@PSGINTING
Everything a man should be - Giacinto Faccheti






Diskusi batas free speech, internum-eksternum perlu konteks sensitif & hati2. Misal, psl penghinaan agama tlh digunakan utk mempersekusi kel. ahmadiyah & syiah, atau soal makar. Dmn hukum bisa intervensi spektrum nya luas & contested, tp jgn sampai jd alat dominasi & penindasan.


@purebprince Nona, entah apa yg ada di pikiranmu, tapi sepanjang saya hidup sampai kepala putih rambutnya, tidak pernah ada pengajaran sistemik tentang memperkosa. Diajarkan sebagai bentuk penghormatan kepada wanita, salah. Tidak diajarkan, koar-koar.










Apakah kita bisa mempersamakan grup WA/Line/chat sebagai ruang tertutup yang privat seperti kita memperlakukan pemikiran? Pemikiran adalah ranah privat yang selama belum disampaikan ke publik atau dilaksanakan seharusnya dilindungi dari pihak mana pun termasuk tidak boleh disentuh hukum pidana. Dalam menilai suatu tindakan khususnya pidana bukan kah harusnya selalu melihat mens rea dan actus reus? Bagaimana jika keduanya hanya dilakukan di dalam pikiran atau dalam hal ini dilakukan dalam ruang tertutup/privat? Ruang tertutup/grup private dianggap reasonable expectation of privacy, forum internum, private speech, Harm Principle? Silahkan didiskusikan sehingga kita dapat melihat kasus yang ramai belakangan ini dari segala perspektif dan korban serta pelaku mendapatkan kepastian hukum yang berkeadilan.










Kandidat film Indonesia terburuk 2026 mvs



Tanpa mengurangi rasa hormat, perkataan Pak Jusuf Kalla di forum Akademis sama sekali tidak mewakili wajah/ajaran Kekristenan yang sesungguhnya. 1 Yohanes 3:15 “Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.” Lukas 6:27 “Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; (28) mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.” Sekali lagi Perkataan Pak Jusuf Kalla sama sekali tidak mewakilkan ajaran Yesus yang sebenarnya.














