Tweet ghim

Sebetulnya penderitaan anak-anak muda pejuang demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) yang pernah diculik atau di penjara di akhir rezim Soeharto itu, sudah “dibayar lunas” oleh pemerintahan Jokowi dan Prabowo. Buktinya ada yang jadi menteri atau setingkat menteri, komisaris BUMN, wakil menteri, atau kombinasi dari keduanya. Kalau pengorbanan itu dipandang sebagai investasi politik dan ekonomi---meskipun saya sangat yakin tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka pada waktu itu---sekarang mereka telah menikmati hasil "jerih payah" mereka.
Akan tetapi sebagai sosok yang pernah “melabeli” diri sebagai “pejuang”, tentunya mereka punya beban moral atas terjadinya kemerosotan demokrasi dan kebebasan sipil seperti yang disinyalir terjadi sekarang ini, termasuk suara mereka terhadap penganiayaan aktivis demokrasi Andrie Yunus (27 tahun) yang disiram air keras oknum militer---anak muda seusia mereka pada waktu diculik atau di penjara oleh rezim yang militeristik.
Jika akhirnya demokrasi mati atau kebebasan diberangus, mereka tidak bisa “cuci tangan” dan harus bertanggung jawab kepada generasi muda yang akan datang, karena mereka adalah bagian dari rezim.
Indonesia




