Aldi B

8.1K posts

Aldi B banner
Aldi B

Aldi B

@aldi1213

Hell~~ooo

Indonesia Tham gia Aralık 2009
264 Đang theo dõi165 Người theo dõi
Aldi B đã retweet
Ahmad Husain Fahasbu
Ahmad Husain Fahasbu@husain_fahasbu·
Hidup sekali lalu mati jangan sampai tercatat jadi simpatisan zionis baik secara terang-terangan atau pura-pura netral.
Indonesia
19
2.1K
4.8K
65.3K
Aldi B
Aldi B@aldi1213·
It's so depressing to see the world that we are currently living in...
English
0
0
1
129
Aldi B đã retweet
Amanda Brownies
Amanda Brownies@_AmandaBrownies·
I'm so sorry for being not good enough for everyone.
English
465
2.3K
15.2K
1M
Aldi B
Aldi B@aldi1213·
Seminggu ini berkali2 dapet berita sedih dan kabar duka dari teman, kerabat dan saudara.. Innalillahi wa Innailaihi Raji'un...
Indonesia
0
0
0
189
Aldi B đã retweet
Rudi Hartono
Rudi Hartono@rhmardika·
Ketika Indonesia merdeka, posisi AS di bawah Presiden Harry Truman secara resmi netral. Sjahrir pernah mendesak Truman agar AS memihak Indonesia, dengan mengingatkan pidato Roosevelt bahwa hak setiap bangsa di muka bumi untuk menentukan nasib sendiri. Namun, AS bergeming. Sebaliknya, AS tampak lebih pro-Belanda. Marinir Belanda, yang dikirim untuk menggempur RI, dilatih North Carolina, oleh Marinis AS (UMSC). Seragam, senjata, dan tank-nya disuplai AS. AS juga yang memberi lampu kuning bagi Belanda untuk agresi militer I. Situasi agak berubah pada 1947. Bangkitnya gerakan komunis, termasuk di RI, menarik perhatian AS. Setelah mendapat jaminan dari kabinet Hatta untuk memerangi PKI, yang konon melahirkan "'red drive proposal" dan peristiwa Madiun 1948, AS baru mulai menekan Belanda. Yang sejak awal justru mendukung RI adalah Australia. Selain sokongan serikat buruh Australia dalam gerakan "Black Armada", yaitu boikot buruh2 Australia terhadap kapal-kapal perang Belanda di pelabuhan Australia, pemerintahan Perdana Menteri Ben Chifley juga sangat pro-Indonesia. Makanya, ketika perundingan KTN, Indonesia memilih Australia sebagai wakilnya, sementara Belanda memilih Belgia. AS sebagai pihak penengah.
TxtdariHI@TxtdariHI

Siap noted bapak 🫡

Indonesia
173
5.2K
11.9K
352.8K
Aldi B đã retweet
Haitham Abdelhadi
Haitham Abdelhadi@Haitham47117914·
Selling Stolen Land A child's logic would show that if it is illegal to take land by force, then it is also illegal to build on these same lands taken by force.
English
82
1.6K
4.1K
25.2K
Aldi B đã retweet
Aldi B đã retweet
𝑫𝒂𝒏𝒕𝒆
𝑫𝒂𝒏𝒕𝒆@skipberat·
Bentar lagi puasa nih, kalo gw ada salah coba introspeksi diri lo
Indonesia
94
6.2K
14.3K
282.4K
Aldi B đã retweet
Dandhy Laksono
Dandhy Laksono@Dandhy_Laksono·
72.000 tewas sejak Okt 2023. Nov 24 - International Criminal Court menyatakan Netanyahu penjahat perang dan memerintahkan penangkapan. Nov 24 - Kementerian Luar Negeri RI mengeluarkan pernyataan mendukung penangkapan Netanyahu. 2026 - Presiden RI satu meja dengan Netanyahu.
Dandhy Laksono tweet media
Indonesia
334
4.3K
6.3K
111.7K
Aldi B đã retweet
| A K |
| A K |@__AnakKolong·
(Gampang) "Balik Arah". "Balik Arah" (Gampang). . .
Indonesia
14
66
200
3.1K
Aldi B đã retweet
Bagus Muljadi
Bagus Muljadi@bagus_muljadi·
Like I said, this should not have been surprising to IR scholars. BUT unfortunately, that is NOT and it never has been the point. en.tempo.co/read/2085123/f… Dino Patti Djalal Soal Board of Peace: Prabowo Pilih Jalur Realistis
Bagus Muljadi tweet media
Bagus Muljadi@bagus_muljadi

I’m a little disappointed by how (many) Indonesian critics reacted to Trump’s Board of Diplomacy (BoD) as if it were shocking. A sophisticated diplomat or international relations scholars should have seen this coming. Great powers shape institutions, see Mearsheimer 2001. That is what they do. When existing forums like NATO/UN no longer serve their interests, they create new ones. The real issue here is not procedure or morality, but power and leverage. Critics who insist on, or reduce geopolitics to a rule-based forum miss the reality that it remains a landscape of power, where gradients matter more than declarations. This is why reactive diplomacy i.e., protesting after decisions are made rarely shifts outcomes if it is not backed by capability. The NATO example makes this plain. Senior figures within NATO have openly acknowledged that Europe cannot currently defend itself without U.S. military support. This is not a failure of European values or institutions; it is an admission of structural dependence. Norms, treaties, and shared principles did not remove that asymmetry. Power did not disappear simply because rules existed to manage it. To avoid geopolitical naïveté, bebas aktif must be read properly. “Free” does not mean promiscuous, and “active” does not mean reactive moral signalling. Active means presenting leadership and plans early shaping the agenda rather than responding to it. For less influential countries like Indonesia, this is not optional. It is how limited structural power is compensated for: by setting the playing field early and ensuring others want to play your game. You articulate clearly and early. Focusing on, and strengthening, our foothold in Southeast Asia would be a good start.

English
19
64
406
49.3K
Aldi B đã retweet
meledark!
meledark!@bungjesss·
Di kolom reply/quote, masih byk bgt yg nyalahin orangtua korban krn miskin tp punya anak. Kemalasan berpikir yg mengorbankan korban utk kesekian kalinya: menggeser pertanggungjawaban struktural jadi personal. Masalah besar yg cuma dijawab dgn "kembali ke orangnya masing2 aja"
meledark!@bungjesss

Anak kecil yg bunuh diri itu, mati dibunuh keputusan politik negaranya sendiri. Sebab, negara yg membiarkan anak itu tak punya uang 10 ribu adl negara yg sama yg memberi uang 16,7 triliun ke organisasi yg didirikan predator anak utk mendukung pembunuh ratusan ribu anak lainnya.

Indonesia
11
392
1K
38.1K
Aldi B đã retweet
Muridnya Nabi Khidir
Muridnya Nabi Khidir@IbamErmansyah·
Sex trafficking, pedofilia, pembunuhan sampai kekerasan ekstrem kayak kanibalisme kagak butuh penyembahan setan sebagai penjelasan. Hal tersebut bisa terjadi, dan lumrah terjadi, ketika ada manusia bejat yang punya kuasa dan keyakinan bahwa mereka kebal dari konsekuensi. Narasi “ritual satanis” adalah jalan paling nyaman jika dibandingkan dengan mengakui bahwa ada "setan" berwujud manusia diantara kita semua yang dilindungi oleh sistem yang kita berada di dalamnya juga. Tapi tentu, jauh lebih gampang dan nyaman buat mindahin masalah dari ranah struktur kuasa, impunitas, dan kebejatan psikologis ke elemen mistik yang sensasional. Jadi kita gak perlu nerima kenyataan bahwa kejahatan² mengerikan itu lahir dari kombinasi hal-hal yang ada disekeliling kita dalam kehidupan sehari-hari, kayak kekuasaan dan kebejatan. Sekarang mungjin muncul pertanyaan: “lah, kalau bukan satanisme, kenapa sampai ada tindakan segila kanibalisme?” Kalian menjadikan kanibalisme sebagai bukti adanya ritual setan. Karena pikiran kalian gak cukup kuat buat mikir bahwa tindakan itu disebabkan oleh orang-orang yang kehilangan batas, kehilangan empati, merasa gak kesentuh, tapi punya kehendak (yang bejat). Coba kalian search nama Armin Meiwes atau Rottenburg Cannibal case. Meiwes bukan pemimpin sekte, bukan pengikut aliran satanis. Dia itu seorang pria kesepian yang punya fantasi ekstrem kemudian ketemu Bernd Brandes, yang secara sadar dan sukarela mau dimutilasi dan dimakan. Kagak ada pemaksaan. Kagak ada ritual. Motif mereka kagak bersifat religius atau spiritual. Emang karena 2 orang memantek. Tapi dalam kasus Rottenburg, mereka bukan dari kalangan orang yang punya kuasa kayak di kasus Epstein. Mereka kagak punya jaringan. Kagak punya imunitas. Mereka simply orang² sakit. Nah sekarang coba lu bayangin kalau orang-orang sesakit itu berada di puncak kekuasaan. Punya uang, pengaruh, aparat, pengacara, dan media. Bayangin coba penyimpangan yang sama, tetapi pelakunya ngerasa sebagai orang yang gak bisa diapa²in hukum. Bayangin fantasi bejat yang sama, tapi pelakunya ngerasa punya impunitas.
Rampasan Perang@kontrapepsi

@IbamErmansyah Dungu banget yg percaya Epstein pemuja setan 🤣

Indonesia
32
1.4K
5.2K
123.3K
Aldi B đã retweet
#
#@uyoktweet·
BODOH!!!
Indonesia
175
2.7K
6.5K
466.6K