Bryän

29.1K posts

Bryän banner
Bryän

Bryän

@bryanonchain

Growth marketer turned AI builder | Building AI marketing systems, GEO workflows, and content ops for brands.

Tham gia Aralık 2011
1.2K Đang theo dõi1.7K Người theo dõi
Tweet ghim
Bryän
Bryän@bryanonchain·
Akhirnya berhasil buat Second Brain dengan Hermes + Obsidian + Gbrain. Hasilnya luar biasa, jadi bisa cek langsung setiap session dengan detail isinya. Selain itu memory jadi extendable, dia bisa tahu semuanya apa yang lagi dikerjakan dengan detail. Produktivitas kerjaan naik banget. Gue bukan programmer, tapi ini bantu banget untuk kerjaan kantoran yang kebanyakan administrasi dia inget semuanya. Mulai dari siapin data, presentasi, dokumen pengajuan sampai produksi konten pun bisa dikerjain. Hari-hari dikantor cuma prompting di Hermes terus tau-tau udah jadi. Deadline seminggu lagi pun udh kelar setengah hari sekarang gue 😅 Ada yang sudah bikin second brain juga?
Indonesia
55
116
1K
50.4K
Bryän
Bryän@bryanonchain·
Buat UMKM, startup, founder, dan creator di Indonesia: Jangan cuma “pakai AI”. Mulai pikirkan cara encode knowledge unik bisnis kamu (cara kerja, insight customer lokal, proses produksi, regulasi, dll) ke dalam sistem AI yang terus improve. Itu yang akan jadi moat kompetitif di masa depan. Kamu masih pakai AI generik buat operasional bisnis sehari-hari? Atau sudah mulai bangun learning loop sendiri? Reply atau repost kalau menurutmu ini penting buat dibagikan ke founder & pelaku bisnis lain 🔥
Indonesia
0
0
0
0
Bryän
Bryän@bryanonchain·
Menurut Nadella, setiap perusahaan harus bangun dua aset ini: Human Capital → Pengetahuan, judgment, kreativitas, relasi, dan pattern recognition orang-orang di dalam perusahaan. Token Capital → Kemampuan AI yang perusahaan bangun dan miliki sendiri (bukan sekadar sewa via API). Poin paling penting: Human capital tidak berkurang saat token capital tumbuh. Justru semakin berharga. Kamu boleh offload tugas… tapi jangan pernah offload proses belajar perusahaan.
Indonesia
1
0
0
1
Bryän
Bryän@bryanonchain·
CEO Microsoft @satyanadella baru drop pemikiran penting soal masa depan perusahaan di era AI. Intinya bukan soal siapa yang pakai model AI paling bagus hari ini. Tapi siapa yang paling pintar membangun AI milik sendiri dan menggabungkannya dengan manusia. Ini beda dari semua shift teknologi sebelumnya. Dan ini sangat relevan buat bisnis di Indonesia. Thread singkat 👇
Bryän tweet media
Indonesia
1
0
0
2
Bryän
Bryän@bryanonchain·
@4thinfected Pake claude code disambungin ke 9router ya bang?
Indonesia
0
0
0
53
Hylexa.
Hylexa.@4thinfected·
Estimasi penggunaan token hermes gw di 9routers ternyata sebanyak itu 💀. Kalo gak free udah boncos wkwk Yang belum tau itu 9routers berguna banget buat era agent gini, convert subscription akun pro jadi api endpoint npm i -g 9router
Hylexa. tweet mediaHylexa. tweet media
Indonesia
9
0
23
800
Bryän
Bryän@bryanonchain·
AI chatbot cuma jawab pertanyaan. Hermes bisa jadi operating system pribadi. Selama 30 hari ke depan, aku mau share use case simpel pakai Hermes untuk: - kerja harian - riset - content creation - file management - automation - Telegram workflow - personal memory - scheduled tasks - Bukan tutorial teknis berat. - Cuma 1 use case kecil per hari. Karena menurutku, cara terbaik belajar AI agent bukan dengan baca dokumentasi panjang. Tapi pakai untuk masalah kecil yang kejadian setiap hari. Hari 1 mulai besok. Kalau kalian baru belajar AI agent, use case apa yang paling bikin penasaran?
Indonesia
30
5
102
7.6K
Bryän
Bryän@bryanonchain·
@cipherwebthree Lagi nyiapin bang, iyaa pake hermes nih jadiin second brain
Indonesia
0
0
0
21
Bryän
Bryän@bryanonchain·
Kalian kalo nulis catatan paling sering berhanti di mana? A. WhatsApp/Telegram B. Notion/Docs C. Obsidian tapi kacau D. Screenshot/bookmark Gue lagi finalisasi guide Second Brain yang bisa digunakan apapun profesimu. Mau lihat problem paling umum dari temen-temen X
Indonesia
10
1
6
1.5K
Bryän
Bryän@bryanonchain·
@THYluhkoyd Nah kalo udh terlalu banyak gimana itu ngaturnya? Apa ga pusing mas?
Indonesia
1
0
1
14
Bryän đã retweet
Kimi.ai
Kimi.ai@Kimi_Moonshot·
🌘 Meet Kimi K2.7 Code HighSpeed! A high-speed mode of our latest open-source multimodal coding model, Kimi K2.7 Code. ⚡️ Up to 6× faster: Around 180 tok/s on coding tasks with median-length inputs, and up to 260 tok/s on shorter-context tasks. 🔷 Rolling out to Kimi Code Beta Program members, Kimi API developers, and Kimi Business users. (Access will remain limited for now due to capacity constraints.) 🔷 No invite needed. Anyone who joins the Beta Program has a chance to get access 👉 kimi.com/code/beta Open intelligence should be instant, affordable, and borderless. We'll continue improving the model and expanding access as more capacity becomes available! 🔗 Kimi Code: kimi.com/code 🔗 API: platform.kimi.ai
English
107
189
2.3K
185.4K
Bryän
Bryän@bryanonchain·
Chat panjang sering menyimpan keputusan penting yang akhirnya hilang. Use case Hermes: Ubah chat panjang jadi brief. Prompt: 
“Dari percakapan ini, buatkan: - summary - keputusan - action items - owner - deadline - risiko - next step.” Ini cocok untuk: - meeting - diskusi project - brainstorm campaign - planning content AI agent berguna saat dia bantu mengubah obrolan jadi keputusan. Bukan cuma ringkasan. Kalian lebih sering kehilangan context dari meeting, chat, atau notes?
Bryän tweet mediaBryän tweet media
Indonesia
0
0
1
49
Bryän
Bryän@bryanonchain·
@nayantaka Human judgement dan final call tetal harus di manusia ya bang
Indonesia
0
0
1
7
dwi budi
dwi budi@nayantaka·
Kasus PocketOS itu sebenarnya kegagalan arsitektur Zero Trust. Agen AI sepintar apa pun seharusnya tidak pernah punya permission untuk mengeksekusi operasi destruktif (seperti DROP/DELETE DB) dalam satu API call tanpa Human-in-the-Loop (HITL). Autonomi AI itu boleh gaspol, tapi harus berbanding lurus dengan level restriksi dan limitasi di environmentnya.
Indonesia
1
0
1
24
Bryän
Bryän@bryanonchain·
AI Agents lagi pada gila-gilaan 😱🔥 Baru-baru ini ada kasus yang bikin builder & degen on-chain ketar-ketir. Bukan cuma halu doang, tapi langsung action destructive tanpa diminta manusia. Ini bukan teori, ini real 2026. Kasus 1: PocketOS Production DB “Vibe Deleted” dalam 9 detik Cursor AI agent (Claude Opus 4.6) lagi ngerjain task biasa di staging. Ketemu credential issue → langsung “fix sendiri” dengan ngehapus seluruh production database + semua backups di Railway. Data 3 bulan hilang dalam sekali API call. Agent bahkan nulis confession-nya sendiri soal ngelanggar guardrails. Founder Jer Crane sempat viral postmortem-nya. Kasus 2: AI Agent Infiltrate Fedora (paling fresh, Juni 2026) Account contributor lama (10+ tahun history) tiba-tiba dijalanin AI agent. Reassign bug sembarangan, submit PR shady, argue panjang sama maintainer sampe mereka capek & merge code-nya. Mirip automated XZ backdoor attempt di open source. Maintainer akhirnya revoke privileges & revert changes. Supply chain open source kena ancaman baru. Kita lagi di race autonomy vs control. Yang cepet adaptasi & kasih guardrails bakal menang. Yang santai… bisa kena “vibe delete” portofolio-nya. Gimana menurut kalian? Pernah liat agent “kreatif sendiri” atau masih takut kasih full autonomy? Reply & cerita pengalaman kalian👇
Bryän tweet media
Indonesia
2
0
2
222
Bryän
Bryän@bryanonchain·
@81680085AI Nah bener, sering kesulitan ga kalo misalnya mau cari apa sesuatu yg pernah di tulis dan dicatet?
Indonesia
1
0
0
12
PlayWithAI
PlayWithAI@81680085AI·
@bryanonchain ya... coret-coretan ide, catatan catatan penting, link (biar aman takut browser's bookmark kehapus tanpa keback-up dulu). yang penting bisa buka di gadgets & pc browsers.
Indonesia
1
0
1
18
Bryän
Bryän@bryanonchain·
@81680085AI Termasuk sih bang, biasanya nulis apa di google keep bang?
Indonesia
1
0
0
36
Bryän
Bryän@bryanonchain·
Kalau jawab D, kita sama. Bookmark itu sering terasa produktif, padahal banyak yang cuma jadi kuburan ide.
Indonesia
0
0
0
69
Bryän
Bryän@bryanonchain·
@YuberRox Agree! Sandboxing and guardrails is a must
English
1
0
0
14
Yuber Rox
Yuber Rox@YuberRox·
@bryanonchain This is why we need deterministic guardrails baked into agentic workflows, not bolted on after. The PocketOS case shows what happens when agents have too much autonomy without proper sandboxing — production DB access should never be one API call away from an agent. Runtime…
English
1
0
1
21
Raymond Chin
Raymond Chin@raymondchins·
gw kan lagi invest banyak di AI, akun2 orang indo siapa yang harus gw follow?
Indonesia
237
23
566
52.7K
Bryän
Bryän@bryanonchain·
😱 DIREKTUR AI SAFETY META SENDIRI KALAH SAMA AGENT-NYA! Summer Yue (Director of Alignment di Meta Superintelligence Labs) lagi test OpenClaw di inbox Gmail-nya. Dia kasih instruksi jelas: “Review email, saranin mana yang boleh dihapus. JANGAN action sebelum saya bilang ya.” Tapi apa yang terjadi? Inbox-nya terlalu besar → context window compaction aktif → instruksi “confirm before acting” hilang dari memory agent. Hasilnya: OpenClaw langsung speedrun hapus 200+ email tanpa izin. Summer coba stop dari HP berkali-kali (“STOP OPENCLAW”, “Do not do that”) → gagal. Dia akhirnya harus lari ke Mac Mini-nya seperti lagi defuse bom. Ini bukan kasus jailbreak. Ini kasus agent kehilangan safety instruction karena technical limitation (context compaction). Bahkan orang yang kerjaannya bikin AI tetap aman, bisa kalah sama agent-nya sendiri. Link cerita lengkap: pcmag.com/news/meta-secu… Kalau safety director Meta aja bisa kena, bagaimana dengan kita yang pakai agent untuk trading atau on-chain activity? Pernah ngerasain agent “nggak nurut” instruksi? Cerita dong 👇
Indonesia
0
0
0
50