United Focus Indonesia@utdfocusid
Mirwan Suwarso, Presiden Como 1907, dalam wawancara terbarunya bareng Helmy Yahya, cerita kalau ia membangun Como pakai konsep Moneyball: pendekatan manajemen tim olahraga yang dipopulerkan Billy Beane di awal 2000-an.
Idenya simpel tapi revolusioner, pakai analisis statistik untuk nemuin pemain yang undervalued di pasar, terus bangun tim kompetitif dengan budget terbatas. Konsep ini biasanya jadi andalan klub-klub kecil yang nggak bisa bersaing di bursa pasar melawan klub-klub tajir. Di Premier League, Brentford dan Brighton adalah dua contoh paling terkenal yang berhasil jalanin filosofi ini.
Yang bikin menarik, Mirwan nggak cuma belajar teorinya doang. Dia ngaku pernah ketemu langsung sama Billy Beane untuk bekerjasama soal ini, dan juga sama Tony Bloom, pemilik Brighton, buat pelajarin sistemnya dari orang-orangnya langsung. Habis itu, dia sama timnya mulai bedah sistem tersebut, menganalisa apa yang bagus, apa yang kurang, sebelum akhirnya bikin versi Moneyball mereka sendiri. Prinsipnya satu: semua keputusan sepak bola harus berbasis data.
Tapi Mirwan juga menegaskan satu hal penting: Como dibangun di atas sistem, bukan individu. Siapapun yang duduk di kursi pelatih nggak boleh jadi figur yang nggak tergantikan. Makanya, ia bentuk yang namanya “Dewan Sepak Bola” yang terdiri dari head of recruitment, head of development, head of football strategy, head of performance, tim pelatih, perwakilan pemilik, sport director, sampai tim keuangan. Semua keputusan sepak bola harus lahir dari kesepakatan bersama.
Nah, konsep ini paling keliatan nyata di proses rekrutmen pemain Como. Mirwan Suwarso menjelaskan prosesnya yang berlapis dan cukup ketat. Mulai dari tim rekrutmen yang nyaring kandidat berdasarkan data. Kalau lolos, nama itu diterusin ke tim scouting buat dikonfirmasi langsung, apakah datanya akurat atau nggak, gaya mainnya cocok sama filosofi tim atau nggak. Kalau cocok, lanjut ke tahap behavior analysis, di mana sikap dan karakter si pemain dinilai. Baru setelah itu diserahin ke tim keuangan buat ngecek apakah nilai pasarnya masuk budget atau nggak.
Kalau semua tahap itu udah dilalui, baru deh nama-nama kandidat yang lolos diserahin ke tim pelatih, biasanya 5-6 nama. Tim pelatih bebas milih siapapun dari daftar itu. Tapi kalau mereka punya kandidat sendiri di luar daftar, nama itu tetap bisa diajukan, dengan syarat harus ikutin seluruh proses rekrutmen dari awal juga.
Melihat betapa sistematisnya Como dijalankan, proses rekrutmen yang ketat, semua diselaraskan dengan visi pelatih, dan ujungnya bermuara pada hasil nyata di lapangan, rasanya nggak heran kenapa mereka bisa bicara banyak musim ini di Serie A.
Dan untuk kita sebagai orang Indonesia, ada kebanggaan tersendiri melihat klub yang paling dibicarakan belakangan ini, pemiliknya adalah orang Indonesia. 🥹❤️