Friend Fries

9.9K posts

Friend Fries banner
Friend Fries

Friend Fries

@C92Or

INFJ-T

West Java, Indonesia انضم Ocak 2011
115 يتبع132 المتابعون
Friend Fries
Friend Fries@C92Or·
Makanya Indonesia tuh gk maju2 krn byk org yg punya mental kepiting. Udh gitu otaknya dipake buat niat jahat, krn hatinya udh hitam legam. Mendingan Patrick Star.
Lambe Saham@LambeSahamjja

Guys, ada rapat yang bocor hari ini yang menurut gue paling mempermalukan Indonesia di depan investor asing. Dan yang paling mengejutkan yang ngomong paling keras soal betapa rusaknya sistem kita bukan pengkritik pemerintah. Bukan oposisi. Bukan ekonom independen. Tapi Purbaya sendiri. Menteri Keuangan kita. Ceritanya simpel dan sangat memalukan: Ada perusahaan dari Amerika Serikat, Singapura, dan Arab Saudi yang masuk ke KEK Mandalika Lombok. Mereka diundang oleh ITDC perusahaan negara yang mengelola kawasan itu untuk membangun instalasi pengolahan air laut menjadi air bersih. Mereka datang. Mereka investasi. Mereka bangun infrastruktur. Mereka operasi. Mereka suplai air ke hotel-hotel di Mandalika termasuk untuk kebutuhan MotoGP. Lalu apa yang terjadi? ITDC membuat anak perusahaannya sendiri untuk ambil air dari PDAM memotong kontrak dengan investor yang sudah mereka undang. Investor yang sudah keluar uang besar, sudah bangun infrastruktur, sudah operasi tiba-tiba kehilangan pelanggan karena pelanggannya pindah ke perusahaan yang dibuat oleh si tuan tanah sendiri. Penghasilan investor turun dari 100% ke 10%. Karyawan lokal satu per satu resign karena tidak ada pekerjaan. Mesin berhenti. Investor menyerah. "Kami sudah tidak punya harapan." Dan ini kata-kata Purbaya di rapat itu langsung, tanpa sensor: "Ini bisnis yang enggak benar." Anda undang investor masuk. Lalu Anda buat perusahaan Anda sendiri jadi pesaingnya. Pasti investornya kalah. Pasti dikalahkan. Harusnya dari pertama kalau mau gitu jangan undang investor. Tapi karena sudah terlanjur diundang sekarang jadi kacau. "Enggak mau berbagi untung. Padahal sudah ngundang orang masuk." "Ini cara membunuh investor. Begitu gampang pasti kabur. Muka kita jelek sekali." Gue ulangi ini bukan kata pengkritik pemerintah. Ini kata Menteri Keuangan Prabowo sendiri. Dan soal izin ini yang paling bikin geleng kepala: Berdasarkan perjanjian yang sudah ditandatangani dari awal ITDC yang wajib mengurus izin operasional untuk investor itu. Rapat itu terjadi setelah 5 tahun proyek berjalan. Izin belum keluar. Ketika ditanya kenapa jawabannya berputar-putar. Butuh kajian teknis. Butuh konsultan. Konsultan butuh bayaran. Tidak ada yang mau bayar. Masing-masing pihak saling tunjuk. Lima tahun. Izin belum ada. Investor sudah bangkrut duluan. Dan solusinya ditemukan di rapat itu dalam hitungan menit: Purbaya telepon langsung perwakilan investor yang ada di Bali. Tanya: kalau proyek dilanjutkan, kapan bisa kirim tim ke Mandalika? Jawaban: empat sampai enam jam. Lima tahun mandek karena birokrasi. Empat jam untuk siap jalan kalau ada yang mau gerak. Dan izin yang katanya butuh berbulan-bulan ternyata bisa keluar dalam 5 hari kerja. Bahkan lebih cepat kalau ada yang monitor sungguh-sungguh. Dan ketika ITDC bilang ada benturan kepentingan kalau mereka yang urus izin: Purbaya langsung semprot: "Enak aja Anda ngomong benturan kepentingan ketika Anda rugi. Waktu Anda bikin anak perusahaan sendiri jadi pesaing investor waktu itu Anda enggak bilang benturan kepentingan." Dan ini yang paling penting untuk dipahami: Kasus Mandalika ini bukan kejadian langka. Ini bukan kesalahan satu orang atau satu perusahaan. Ini adalah cerminan dari sistem yang terjadi di seluruh Indonesia. Investor diundang masuk dengan janji manis. Setelah masuk dipersulit izinnya. Dibuat pesaing dari dalam. Dikuras sampai tidak bisa bertahan. Lalu pergi. Dan kita heran kenapa investasi tidak masuk. Kita heran kenapa rupiah melemah. Kita heran kenapa lapangan kerja tidak tumbuh. Sementara di Mandalika karyawan lokal yang seharusnya dapat pekerjaan dari investor asing itu sudah resign semua karena proyek mati. Mereka jadi pengangguran. Bukan karena investor tidak mau datang. Tapi karena sistemnya mengusir investor yang sudah datang. Dan soal Purbaya gue mau jujur: Dalam rapat ini Purbaya tampil sangat berbeda dari biasanya. Dia tegas. Dia marah. Dia menyebut masalahnya dengan jelas. Dia telepon investor langsung di tengah rapat. Dia paksa semua pihak untuk berkomitmen. Itu bagus. Gue apresiasi. Tapi pertanyaannya: kenapa baru sekarang? Kasus ini sudah 5 tahun. Investor sudah menjerit bertahun-tahun. Karyawan lokal sudah lama kehilangan pekerjaan. Dan orang yang sama Purbaya selama ini bilang fundamental Indonesia kuat. Bilang investor percaya pada Indonesia. Bilang tidak perlu khawatir. Sementara di Mandalika investor yang sudah masuk saja tidak bisa bertahan. Bagaimana investor baru mau masuk kalau yang lama diperlakukan seperti ini? Prabowo pidato soal reformasi Bea Cukai. Purbaya menyemprot staf Danantara soal investor yang dikecewakan. Semua itu bagus sebagai sinyal. Tapi sinyal saja tidak cukup. Yang dibutuhkan bukan rapat dramatis yang viral. Yang dibutuhkan adalah sistem yang memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi di Mandalika, di Nusa Tenggara Timur, di Papua, di seluruh Indonesia. Karena selama sistem yang sama terus berjalan investor akan terus diundang, lalu digerogoti dari dalam, lalu pergi dan yang paling merugi bukan investornya. Yang paling merugi adalah karyawan lokal yang seharusnya dapat pekerjaan tapi malah jadi pengangguran. Dan rakyat yang seharusnya menikmati investasi asing yang masuk tapi tidak pernah merasakan apapun karena investasinya mati duluan sebelum berkembang.

Indonesia
0
0
0
128
Friend Fries أُعيد تغريده
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada rapat yang bocor hari ini yang menurut gue paling mempermalukan Indonesia di depan investor asing. Dan yang paling mengejutkan yang ngomong paling keras soal betapa rusaknya sistem kita bukan pengkritik pemerintah. Bukan oposisi. Bukan ekonom independen. Tapi Purbaya sendiri. Menteri Keuangan kita. Ceritanya simpel dan sangat memalukan: Ada perusahaan dari Amerika Serikat, Singapura, dan Arab Saudi yang masuk ke KEK Mandalika Lombok. Mereka diundang oleh ITDC perusahaan negara yang mengelola kawasan itu untuk membangun instalasi pengolahan air laut menjadi air bersih. Mereka datang. Mereka investasi. Mereka bangun infrastruktur. Mereka operasi. Mereka suplai air ke hotel-hotel di Mandalika termasuk untuk kebutuhan MotoGP. Lalu apa yang terjadi? ITDC membuat anak perusahaannya sendiri untuk ambil air dari PDAM memotong kontrak dengan investor yang sudah mereka undang. Investor yang sudah keluar uang besar, sudah bangun infrastruktur, sudah operasi tiba-tiba kehilangan pelanggan karena pelanggannya pindah ke perusahaan yang dibuat oleh si tuan tanah sendiri. Penghasilan investor turun dari 100% ke 10%. Karyawan lokal satu per satu resign karena tidak ada pekerjaan. Mesin berhenti. Investor menyerah. "Kami sudah tidak punya harapan." Dan ini kata-kata Purbaya di rapat itu langsung, tanpa sensor: "Ini bisnis yang enggak benar." Anda undang investor masuk. Lalu Anda buat perusahaan Anda sendiri jadi pesaingnya. Pasti investornya kalah. Pasti dikalahkan. Harusnya dari pertama kalau mau gitu jangan undang investor. Tapi karena sudah terlanjur diundang sekarang jadi kacau. "Enggak mau berbagi untung. Padahal sudah ngundang orang masuk." "Ini cara membunuh investor. Begitu gampang pasti kabur. Muka kita jelek sekali." Gue ulangi ini bukan kata pengkritik pemerintah. Ini kata Menteri Keuangan Prabowo sendiri. Dan soal izin ini yang paling bikin geleng kepala: Berdasarkan perjanjian yang sudah ditandatangani dari awal ITDC yang wajib mengurus izin operasional untuk investor itu. Rapat itu terjadi setelah 5 tahun proyek berjalan. Izin belum keluar. Ketika ditanya kenapa jawabannya berputar-putar. Butuh kajian teknis. Butuh konsultan. Konsultan butuh bayaran. Tidak ada yang mau bayar. Masing-masing pihak saling tunjuk. Lima tahun. Izin belum ada. Investor sudah bangkrut duluan. Dan solusinya ditemukan di rapat itu dalam hitungan menit: Purbaya telepon langsung perwakilan investor yang ada di Bali. Tanya: kalau proyek dilanjutkan, kapan bisa kirim tim ke Mandalika? Jawaban: empat sampai enam jam. Lima tahun mandek karena birokrasi. Empat jam untuk siap jalan kalau ada yang mau gerak. Dan izin yang katanya butuh berbulan-bulan ternyata bisa keluar dalam 5 hari kerja. Bahkan lebih cepat kalau ada yang monitor sungguh-sungguh. Dan ketika ITDC bilang ada benturan kepentingan kalau mereka yang urus izin: Purbaya langsung semprot: "Enak aja Anda ngomong benturan kepentingan ketika Anda rugi. Waktu Anda bikin anak perusahaan sendiri jadi pesaing investor waktu itu Anda enggak bilang benturan kepentingan." Dan ini yang paling penting untuk dipahami: Kasus Mandalika ini bukan kejadian langka. Ini bukan kesalahan satu orang atau satu perusahaan. Ini adalah cerminan dari sistem yang terjadi di seluruh Indonesia. Investor diundang masuk dengan janji manis. Setelah masuk dipersulit izinnya. Dibuat pesaing dari dalam. Dikuras sampai tidak bisa bertahan. Lalu pergi. Dan kita heran kenapa investasi tidak masuk. Kita heran kenapa rupiah melemah. Kita heran kenapa lapangan kerja tidak tumbuh. Sementara di Mandalika karyawan lokal yang seharusnya dapat pekerjaan dari investor asing itu sudah resign semua karena proyek mati. Mereka jadi pengangguran. Bukan karena investor tidak mau datang. Tapi karena sistemnya mengusir investor yang sudah datang. Dan soal Purbaya gue mau jujur: Dalam rapat ini Purbaya tampil sangat berbeda dari biasanya. Dia tegas. Dia marah. Dia menyebut masalahnya dengan jelas. Dia telepon investor langsung di tengah rapat. Dia paksa semua pihak untuk berkomitmen. Itu bagus. Gue apresiasi. Tapi pertanyaannya: kenapa baru sekarang? Kasus ini sudah 5 tahun. Investor sudah menjerit bertahun-tahun. Karyawan lokal sudah lama kehilangan pekerjaan. Dan orang yang sama Purbaya selama ini bilang fundamental Indonesia kuat. Bilang investor percaya pada Indonesia. Bilang tidak perlu khawatir. Sementara di Mandalika investor yang sudah masuk saja tidak bisa bertahan. Bagaimana investor baru mau masuk kalau yang lama diperlakukan seperti ini? Prabowo pidato soal reformasi Bea Cukai. Purbaya menyemprot staf Danantara soal investor yang dikecewakan. Semua itu bagus sebagai sinyal. Tapi sinyal saja tidak cukup. Yang dibutuhkan bukan rapat dramatis yang viral. Yang dibutuhkan adalah sistem yang memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi di Mandalika, di Nusa Tenggara Timur, di Papua, di seluruh Indonesia. Karena selama sistem yang sama terus berjalan investor akan terus diundang, lalu digerogoti dari dalam, lalu pergi dan yang paling merugi bukan investornya. Yang paling merugi adalah karyawan lokal yang seharusnya dapat pekerjaan tapi malah jadi pengangguran. Dan rakyat yang seharusnya menikmati investasi asing yang masuk tapi tidak pernah merasakan apapun karena investasinya mati duluan sebelum berkembang.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
167
1.4K
3.9K
232.7K
Friend Fries أُعيد تغريده
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Translate : 🪖 : Ngapain nonton pesta babi sampe di post di WA segala? 🪖: Mau mecah belah bangsa? 👨🏻‍💼: Lah lu kenapa marah-marah ke gua? Lu kenapa? 🪖 : Harusnya lu nggak nonton!!! Nggak ngehargain gua yang tugas jauh disini? 👨🏻‍💼: Lah, Kok lu komplen ke gua, Sana ke yang buat filmnya, Lu kenapa sih gebleg? cc:agni
Lambe Saham tweet media
Indonesia
75
370
4.2K
277.9K
Friend Fries أُعيد تغريده
Media Indonesia
Media Indonesia@mediaindonesia·
Prabowo Singgung Seragam Hijau dan Coklat Kerap Jadi Backing Pejabat Korup PRESIDEN Prabowo Subianto menyinggung kelakuan aparat penegak hukum yang diduga kerap menjadi backingan atau beking dari pejabat korup. Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5). Pada kesempatan itu, Prabowo mulanya menyinggung soal perilaku nakal pejabat yang melakukan praktik korupsi. Prabowo menegaskan jaman kian canggih sehingga secerdik apapun cara menyembunyikannya dapat dengan mudah diketahui. “Tapi biasanya mereka ada backing-nya. Biasanya seragamnya kalau nggak hijau ya cokelat,” ujar Prabowo disambut riuh anggota DPR.  Dia pun menegaskan akan menindak aparat keamanan yang nakal dan korup. Prabowo tidak ingin aparat keamanan digunakan untuk mencederai kepercayaan yang diberikan dari rakyat. (M-1) Naskah dan Editor Video: MI/Rifaldi Putra Irianto #Prabowo #Koruptor #DPR #Polisi #TNI
Indonesia
31
28
50
7.3K
Friend Fries أُعيد تغريده
Indonesnews
Indonesnews@pendapatpribumi·
WARTAWAN DI MEDAN DIDUGA DI CULIK ANGGOTA TNI Dunia pers di Sumatera Utara kembali diguncang kabar duka terkait keselamatan jurnalis. SP, salah satu pimpinan media online, diduga menjadi korban penculikan dan intimidasi oleh oknum anggota TNI AD pada Selasa (12/5/2026) malam. Peristiwa ini terjadi tak lama setelah media tersebut menayangkan laporan investigasi mengenai dugaan praktik ilegal kondensat dan judi meja tembak ikan di wilayah Kabupaten Langkat.​Kronologi Penjebakan: Modus Informasi Narkoba​Aksi dugaan penculikan ini bermula dari upaya penjebakan yang rapi. Kepada awak media, SP menceritakan bahwa dirinya awalnya dihubungi oleh seorang oknum wartawan berinisial FK. Dengan dalih ingin membagikan informasi terkait peredaran narkoba di daerah Binjai, FK mengajak SP untuk bertemu di sebuah kafe di Kota Medan.​Namun, setibanya di lokasi yang disepakati, situasi berubah drastis. SP tidak mendapati diskusi yang dijanjikan, melainkan intimidasi fisik.​“Setelah saya datang ke lokasi, tiba-tiba saya didatangi dua pria tak dikenal. Saya dipaksa masuk ke dalam mobil dengan dalih harus memberikan klarifikasi atas berita yang saya tulis,” ujar SP dengan raut wajah trauma, Selasa malam.​Di dalam kendaraan tersebut, situasi semakin mencekam. SP mengaku melihat sosok pria mengenakan seragam loreng yang diduga kuat merupakan anggota TNI AD. Di bawah tekanan dan ancaman, SP dipaksa untuk menyangkal kebenaran produk jurnalistik yang telah diterbitkannya.​“Saya ditekan untuk membuat video klarifikasi. Isinya, saya harus menyatakan bahwa berita soal kondensat dan judi tembak ikan itu tidak benar. Saya tidak punya pilihan di bawah ancaman seperti itu,” tegas SP.​Lebih ironis lagi, para terduga pelaku mencoba menutup-nutupi aksi mereka dengan pesan yang tak masuk akal. Jika ada rekan sejawat atau keluarga yang bertanya mengenai keberadaan SP, ia diperintahkan untuk berbohong.​“Mereka bilang, kalau ada wartawan lain bertanya, bilang saja ada acara ulang tahun atau surprise,” ungkapnya menirukan ucapan oknum tersebut
Indonesia
177
3.7K
5.1K
1.1M
Friend Fries أُعيد تغريده
submh
submh@submh·
submh tweet media
QME
8
135
447
55.3K
Friend Fries أُعيد تغريده
saydoriscute🤍
saydoriscute🤍@saydoriscute·
260513 SAY MY NAME Sweet & Sour
English
0
25
111
1.7K
Friend Fries أُعيد تغريده
Friend Fries أُعيد تغريده
Handoko Tjung
Handoko Tjung@handokotjung·
Mau nyalon, gagal. Mau nyalon, gagal. Pas berhasil, waduh hasilnya amburadul. Tempat potong rambut macam apa ini.
Indonesia
453
16.5K
53.2K
810.8K
Friend Fries أُعيد تغريده
Sisters in Danger x Simponi
Sisters in Danger x Simponi@SistersInDanger·
Gilaaa... ini kelanjutan yang kemarin. Ada cowok Jepang pedofil sering ke Jakarta nyariin anak kecil untuk seks sambil direkam 🤮😭 Dia ceritain di postingan X-nya kalau 15 Agustus 2025 lalu dia digrebek polisi Indonesia di kamar hotelnya. Bukannya ditangkap malah dilepas (disogok??). Polisi malah bilang “good” sambil ketawa waktu lihat video2nya dia, trus nanya “cewe Jepang harganya berapa?” 🤬 Tiap bulan dia balik lagi ke sini. Dia ngerasa sedang ngasi sedekah/sumbangan ke anak2 miskin Indonesia dengan bayar prostitusi anak ini 🤬 Dia ga sendirian, banyak banget sekarang pedofil Jepang yang dateng ke sini tiap bulan. Mereka ngerasa aman, kayak lagi di jajahan sendiri. Mereka dengan bangga & terbuka pamer video creampie (ejakulasi di dalam) ke anak2 perempuan kita 😭🤬 Haloooo @DivHumas_Polri @ditjen_imigrasi @KPAI_official @kpp_pa , ambil tindakan serius dong!! Baca utas kakaknya ini:
Indonesia
587
19.1K
37.6K
3.3M