📸
163 posts

تغريدة مثبتة

AKHIRNYAAAA ELIG 😭😭🫠
tepat 3 minggu akun ini dibuat dan mulai cenblue dari nol banget, aku dapet juga email yg ditunggu-tunggu 😭 sesuatu yg aku pikir gak mungkin tuh ternyata bisa kejadian, alhamdulillah 🥹🫶🏻
makasi banyak buat moots-ku sayangku yg udah rajin jbjb luv 🫶🏻😭


Nay 🌸@naysrolls
The real definition of “mulai dari nol ya kak?” :)
Indonesia

Guys, gue baru baca sesuatu yang bikin gue mikir keras. Dan semakin gue pikirin semakin gue yakin ini adalah jawaban paling jujur dari pertanyaan yang sudah lama menggantung:
kenapa Indonesia tidak pernah benar-benar maju?
Negara-negara yang berhasil jadi maju hampir semuanya melakukan dua hal yang sama.
Dua hal yang sederhana.
Dua hal yang sebetulnya tidak butuh teknologi canggih atau sumber daya alam melimpah untuk dilakukan.
Fokus ke pendidikan.
Dan berantas korupsi sampai ke akarnya.
Dan dari presiden pertama sampai presiden kedelapan tidak ada satupun yang benar-benar melakukan keduanya sekaligus dengan serius.
Lihat Korea Selatan.
Tahun 1960-an, Korea Selatan adalah negara miskin yang bahkan lebih miskin dari beberapa negara Afrika. GDP per kapitanya di bawah Ghana.
Tidak punya sumber daya alam berarti.
Tidak punya modal besar.
Yang mereka punya hanya satu hal:
keputusan untuk taruh semua energi negara ke pendidikan.
Pemerintahnya menginvestasikan anggaran besar untuk sekolah, guru, dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Bukan sekadar melek huruf tapi mendidik generasi yang bisa berpikir, berinovasi, dan bersaing di level global.
Hasilnya?
Lima puluh tahun kemudian Korea Selatan melahirkan Samsung, Hyundai, LG, BTS dan menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia.
Bukan karena nikel.
Bukan karena batu bara.
Tapi karena manusianya.
Lihat Finlandia.
Negara kecil di ujung utara Eropa yang tidak punya sumber daya alam luar biasa.
Yang mereka lakukan adalah menjadikan guru sebagai profesi paling bergengsi dan paling kompetitif di negara itu.
Untuk jadi guru di Finlandia kamu harus bersaing ketat seperti masuk fakultas kedokteran.
Gajinya layak, penghargaan sosialnya tinggi, dan kepercayaan pada guru sangat besar.
Hasilnya?
Sistem pendidikan Finlandia konsisten masuk peringkat terbaik di dunia.
Dan SDM-nya menjadi fondasi ekonomi yang kuat tanpa bergantung pada ekspor komoditas.
Sekarang lihat China.
Banyak orang membahas China dari sisi ekonomi atau geopolitiknya.
Tapi ada satu hal yang jarang dibahas:
kenapa China bisa tumbuh jadi adidaya dalam waktu yang relatif singkat?
Salah satu jawabannya adalah pemberantasan korupsi yang dilakukan dengan cara yang tidak pernah dilakukan Indonesia.
Di China pejabat yang terbukti korupsi tidak cukup hanya dipecat atau dipenjara beberapa tahun.
Xi Jinping menetapkan bahwa korupsi di atas 3 juta yuan sudah memenuhi syarat untuk hukuman mati.
Dua jenderal senior militer Li Shangfu dan Wei Fenghe dihukum mati.
Bukan karena mereka orang kecil tanpa koneksi.
Mereka adalah orang-orang paling berkuasa di sistem militer China.
Pesannya ke seluruh aparatur negara sangat jelas:
tidak ada yang terlalu tinggi untuk dijatuhkan.
Uang negara bukan uang pribadi.
Dan konsekuensinya nyata bukan basa-basi.
Hasilnya?
Uang negara yang sebelumnya bocor ke kantong pejabat mulai mengalir ke tempat yang seharusnya:
infrastruktur, teknologi, riset, pendidikan.
Dan China tumbuh menjadi kekuatan ekonomi nomor dua di dunia.
Sekarang lihat Singapura.
Lee Kuan Yew membangun negara ini dari titik nol bahkan lebih buruk dari nol, karena Singapura diusir dari Malaysia dan tidak punya sumber daya alam apapun.
Tidak ada air bersih yang cukup.
Tidak ada lahan pertanian.
Tidak ada minyak bumi.
Yang dia lakukan pertama kali bukan membangun jalan tol atau gedung pencakar langit.
Yang dia lakukan pertama adalah membuat korupsi menjadi sangat mahal ongkosnya dan membuat pendidikan menjadi prioritas utama negara.
Pejabat di Singapura digaji tinggi karena Lee Kuan Yew sadar bahwa gaji yang rendah adalah undangan untuk korupsi.
Tapi di sisi lain, hukuman untuk yang tetap korupsi meskipun sudah digaji tinggi luar biasa beratnya.
Tidak ada kompromi.
Tidak ada maaf karena koneksi politik.
Lima puluh tahun kemudian Singapura adalah salah satu negara dengan GDP per kapita tertinggi di dunia. Dari negara yang diusir dan tidak punya apa-apa.
Dan sekarang kembali ke Indonesia.
Kita punya nikel terbesar di dunia.
Kita punya batu bara.
Kita punya sawit.
Kita punya lautan yang luasnya luar biasa.
Kita punya 270 juta manusia salah satu populasi terbesar 3 di dunia.
Tapi kita tidak pernah benar-benar fokus ke pendidikan.
Dan kita tidak pernah benar-benar berantas korupsi sampai ke akarnya.
Anggaran pendidikan 20% yang diamanatkan konstitusi dipotong untuk membiayai program makan siang yang tata kelolanya amburadul.
Guru honorer masih ada yang digaji di bawah UMR. Infrastruktur sekolah di daerah terpencil masih memprihatinkan.
Dan kurikulumnya berubah-ubah tergantung siapa menterinya.
Koruptor di Indonesia rata-rata divonis 3 tahun 3 bulan. Harvey Moeis yang terlibat korupsi tambang timah Rp300 triliun divonis 6,5 tahun di tingkat pertama.
Sementara Nadiem dituntut 18 tahun untuk kasus yang kerugian negaranya bahkan belum terbukti mengalir ke rekeningnya.
Hukum kita bukan soal seberapa besar kerusakan yang kamu buat.
Hukum kita soal seberapa besar ancaman yang kamu buat terhadap kepentingan yang sedang berkuasa.
Dan ini yang menurut gue paling penting untuk diakui dengan jujur:
bukan soal siapa presidennya.
Dari Soekarno sampai Prabowo setiap pergantian presiden selalu ada narasi yang sama.
Narasi perubahan.
Narasi pemberantasan korupsi.
Narasi investasi pada SDM.
Dan setiap kali di balik narasi itu selalu ada kepentingan politik yang lebih besar dari niat untuk memajukan negara.
Bukan karena semua presiden jahat.
Tapi karena sistem yang ada tidak dirancang untuk menghasilkan pemimpin yang benar-benar bebas dari kepentingan di belakangnya.
Setiap presiden naik ke atas dengan bantuan koalisi dan koalisi selalu punya harga yang harus dibayar.
Harga itu dibayar dengan kebijakan, dengan proyek, dengan perlindungan dan ujungnya rakyat yang menanggung.
Selama sistem itu tidak berubah siapapun yang duduk di kursi presiden akan menghadapi tekanan yang sama.
Dan sangat sedikit manusia yang bisa menolak tekanan itu ketika harga politisnya terlalu besar.
dua hal yang membuat negara maju fokus ke pendidikan dan berantas korupsi sampai ke akarnya bukan hal yang sulit dipahami. Semua orang tahu.
Semua presiden pasti tahu.
Tapi mengetahui dan melakukan adalah dua hal yang berbeda ketika sistem politiknya sendiri dibangun di atas fondasi yang membuat keduanya hampir mustahil dilakukan secara bersamaan dengan sungguh-sungguh.
Dan sampai fondasi itu diubah kita akan terus merayakan pertumbuhan ekonomi di atas kertas, sambil terus melihat uang negara bocor, guru honorer digaji tidak layak,
dan orang-orang terbaik kita memilih pergi ke luar negeri karena di sana kepintaran dihargai bukan dihukum.

Indonesia

Setuju... Modalnya 85 ribu 1 bulan, tapi digaji 2x sebulan 🥹
Walopun banyak rintangannya, tapi semua kalo udah bisa dilewatin bakalan worth it banget. Kamu gak perlu joget2 atau gak perlu edit video susah-susah buat bisa dapetin payout di X
Selain modal cenblu, kamu juga harus mau jbjb sama banyak teman-teman disini udah gitu harus banget aktif setiap hari ga ada liburnya hahaha
Emang banyak rintangannya, tapi ya begitulah hidup ga ada yang bisa didapat secara instan dan lancar-lancar aja...
Bisa yuk semuaaaa!!!

TxtdariHI@TxtdariHI
unpopular opinion: salah satu investasi terbaik in this economy adalah langganan cenblue
Indonesia

President Pellegrini and I were delighted to witness a special Yoga demonstration by schoolchildren from Slovakia.
As the world counts down to International Yoga Day, it is delightful to see the youth embrace Yoga.
Also happy to see Yoga continuing to bring people together in the shared pursuit of well-being.
@PellegriniP_


English

"They get no rewards until they comply."
Robert Greenway, architect of the Abraham Accords, breaks down the implications of Trump's deal with Iran with @JesseBWatters.
Jesse Watters@JesseBWatters
🚨 WOW: THE ARCHITECT OF TRUMP'S ABRAHAM ACCORDS JUST TORCHED OBAMA'S IRAN DEAL 🚨 "They didn't stop the threat—they FUNDED it." 🔥 "The infrastructure that the Obama and Biden administrations paid for, that I suspect are being mourned right now, ultimately have been destroyed by President Trump" "The best verification is done by EXPLOSIVES" 💣
English

They always use defensible excuses for the indefensible
tobi lutke@tobi
This is the point. Same will happen in all countries that will make social media age restrictions. “Won’t someone think of the children” is usually not about the children
English



















