@crypticallypse Kalau boleh ia jujur, sesungguhnya ia merasa minder.
Gadis yang ia ajak adalah putri Ravenclaw. Jangan-jangan, malah ia nanti yang mempermalukan sang nona?
Bahkan ketika sang nona muncul di hadapannya. Sadarlah ia akan tampilannya yang biasa saja.
—
@crypticallypse —
Topengnya pun sangat biasa.
"Ah, tidak kok." Senyum terulas dari bibirnya. "Saya tidak menunggu lama. Mari, take my hand, young lady?"
Tangan terulur kepada sang gadis, menjaga wibawanya sendiri.
@crypticallypse
@pertampanan tidak. pemuda itu tidak perlu risau. kau sejatinya tidak peduli dengan status, penampilan, dan apa yang orang lain miliki selama energinya tidak melebihi kapasitas dirimu.
kau tersenyum tipis akan bagaimana pemuda itu meminta untuk menggenggam tanganmu.
...
@crypticallypse Tangan sang pemuda Bagaskara meraih tangan sang gadis dengan hati-hati, membawa keduanya di tengah suasana pesta di aula besar itu.
"Excuse me, Miss Fyodora."
Biarlah tubuhnya memimpin, seperti yang sudah diizinkan oleh sang gadis. —
@crypticallypse — Kala musim masih mengalun, satu tangan dengan tangan lainnya, sementara tangan sang Adam yang satunya berada di pinggang Fyodora, berusaha menjaga agar tetap sopan.
"I must say, the dress suited you well, Fyodora."
@crypticallypse
@pertampanan kau memberi ruang kepada hanan untuk memimpin dirimu di lantai dansa. acara yang penuh suka cita, semua orang di aula besar saling bergembira mengikuti alunan musik. begitu pula dirimu, meletakkan telapak tangan di samping lengan milik sang pria, sembari ngikuti tarian waltz.
dirimu dibuat senyaman mungkin dengan penuturan serta sikap hanan yang sopan. kau pun mengerti kalau hanan melakukan hal yang melebih ekspektasinya sendiri.
kau pun terkekeh pelan tetap mencoba untuk berbaur dengan suasana. pujian itu terdengar menggemaskan jika didengar dari
mulut sang pria. diluar sifat ceria serta tingkah yang jenaka, kau dapat menilai kalau pria memperlakukan orang disekitarnya dengan baik. sebuah helaan nafas tipis diikuti senyuman tipis dilaku,
“suatu kehormatan pula bagiku mendapat pujian dari dirimu.”
@crypticallypse Di lantai dansa ini, Hanan yang memimpin. Tubuh semampainya membawa sang putri menari, berputar, dengan tangan yang tak lepas dari sang wanita.
Aneh, padahal ia tak terbiasa berdansa dengan perempuan. Sebetulnya ia juga takut berbuat kesalahan. —
— Tapi melihat Fyodora yang terlihat terbiasa..... Mungkin tidak ada masalah?
"Terima kasih." Senyum tersimpul di wajahnya yang sebagian tertutup topeng. "Kau juga cantik, sangat cantik, Fyodora." —
@pertampanan bila yang berkata begitu adalah hanan, maka kau percaya. kau dapat melihat bagaimana matanya serta gerak-gerik pria itu bukanlah berniat yang usil. sorot mata yang menampilkan kejujuran. barangkali dengan pujian itu juga bagaimana ia menghargai seorang wanita.
kedua bola mata amethyst dipejamkan mengingat bagaimana kedua adikmu, iris dan brandie rela repot-repot memilih baju serta aksesoris yang cocok dikenakan demi dirimu dapat menikmati pesta dengan nyaman. bukan dengan kelopak mata yang telah menghitam karena jam tidur berantakan.
@crypticallypse Hanan juga bisa memerhatikannya. Bagaimana gadis ini jarang ia lihat di kala keseharian mereka di Ilvermorny. Kala interaksi pertama mereka justru ketika Hanan meminta tisu setelah insiden itu.
Dan Hanan merasa tak ada salahnya mengulurkan tangan, mengajak menikmati pesta. —
— Memutari lantai dansa, seperti saat ini yang mereka lakukan.
"Kalau begitu—" bibir Hanan mengulas senyum, mata yang di sekelilingnya tertutup topeng menatapnya lekat.
"—kedua adikmu pasti sangat peduli padamu, dan ingin kamu menikmati pesta ini, Fyodora." —
@pertampanan berharga, ya. tentu saja. kedua kelopak matamu menutup, membiarkan gema musik waltz yang mengiringi langkahmu, membiarkan semuanya terhanyut dalam kenangan yang memutar. semuanya larut dalam satu waktu sebelum mengulas senyum tipis.
“menurut kamu, apa yang membuat seseorang menjadi harta berharga?
pertanyaan itu dilantunkan ketika tatapan pria itu dibalas. senyuman itu berubah menjadi penuh makna di balik gloss kemerahan yang memantulkan kemilau cahaya.
“apakah rekan sejawat, ataupun seseorang yang menemani di pesta dansa juga termasuk harta yang berharga meskipun hanya memanimu sementara?”
* @pertampanan
@crypticallypse Langkahnya masih membawa mereka berputar dan menari di atas lantai marmer yang dingin dan berkilauan. Tangan Hanan tak lepas dari dirinya, sesekali tersentuh oleh rambutnya yang panjang nan halus.
Nafasnya tertahan sebentar tatkala sang puan bertanya balik. —
— Harta 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘳𝘨𝘢, ia ditanya balik. Membuatnya teringat akan satu harta yang telah lama hilang. Yang ia rindukan selama ini.
"Entahlah," senyumnya menipis. Tatapnya sendu di balik topeng.
𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴𝗶𝘀, 𝗛𝗮𝗻𝗮𝗻.
—
— "Tapi jika kau tidak ingin kehilangan seseorang atau sesuatu, barangkali itulah harta berhargamu?"
Dan di dalam hatinya, Hanan juga tak akan membiarkan Fyodora menghilang.
@crypticallypse
@pertampanan krisis identitas dalam dirimu sebetulnya membuncah. sesungguhnya, semua yang berharga hilang. jika orang-orang berkata ingatan dan kenangan adalah berharga, maka, kau tidak punya itu semua. jika keluarga adalah hal yang berharga, kau sudah banyak kehilangan orang terkasihmu.
jika martabat serta kehormatan adalah hal yang berharga, kau hanyalah boneka seorang yang serakah. jika semangat daya juang adalah sesuatu hal yang pantas untuk diperjuangkan, ada seseorang yang ingin mematikan itu dari dirimu.
meski semua fana kehidupan tidak berbelas kasih pada dirimu, kamu tetap saja memakai topeng. topeng yang membantu dirimu melangkah sejauh ini hingga kenangan baru ini terukir. termasuk bertemu dengan hanan.
kau bersenandung mulai mengikuti irama yang memadu saat makna kehidupan menyelip dalam penuturan. setiap tangga nada mengirim isyarat pada daun telingamu. hingga tiba-tiba saja ada nada sumbang dari yang seharusnya diikuti oleh suka cita.
gema hati milik hanan berbisik dalam jemala mengisyaratkan sesuatu. ‘hatinya lembut sekali,’ sebagai respon yang menjadi kesimpulanmu.
“maka, aku tidak ingin kehilanganmu.”
* @pertampanan
@crypticallypse Hidup Hanan selama ini begitu manis. Tidak ada kenangan buruk yang berarti, selain kehilangan 'dia' yang direnggut dengan paksa darinya.
Tapi harta berharganya yang direnggut darinya itu.
—
— Tangan Hanan masih setengah melingkari Fyodora, lembut dan penuh kehati-hatian, membiarkan kaki-kaki yang terbalut kain mahal menyusuri setiap lantai aula Ilvermorny. Membiarkan mereka menikmati apa yang ada untuk saat ini.
—
— "Aku tidak akan pergi kemana-mana," Hanan mengulas senyum tipis, satu tangannya mengangkat topeng yang ia kenakan, membiarkan matanya langsung menatap Fyodora.
"Bahkan jika orang terkasih meninggalkan kita, mereka tidak akan pernah pergi kemana-mana." —
@pertampanan kau terdiam sejenak. menatap bagaimana mata itu memandang. indah sekali. cahaya yang berpadu begitu berkilau. rengkuhan tangan pada pinggangmu juga lembut.
“dalam hati...” gumammu sekilas saat lamunan seketika menyita perhatian. hati.
apakah ini juga menjadi alasan deja vu yang tidak berkesudahan? kau boleh jadi kehilangan ingatan berkepanjangan atas kekejian kakakmu sendiri.
namun, ingatan pada hati tetap memanggilmu ke dalam labirin yang tidak berujung. seketika kepalamu sakit dengan hebat.