Sudut Pandang

3.5K posts

Sudut Pandang banner
Sudut Pandang

Sudut Pandang

@_pandangsudut

Buletin harian untuk pikiran yang terbuka. Menangkap fenomena sosial, tren, dan realita pekerja sehari-hari lewat kacamata yang lebih membumi.

Beigetreten Nisan 2026
427 Folgt496 Follower
Sudut Pandang
Sudut Pandang@_pandangsudut·
Petani bukan sembarang petani. - Bung Kusnaeni
Indonesia
0
0
0
7
Sudut Pandang
Sudut Pandang@_pandangsudut·
Sedih juga lihat Arsenal sejauh ini. Tapi jujur, perjalanan mereka musim ini keren.
Indonesia
0
0
1
33
Sudut Pandang
Sudut Pandang@_pandangsudut·
Selamat PSG. Back-to-back juara Liga Champions. Dominasi yang luar biasa!
Indonesia
0
0
1
279
wargasini
wargasini@ulasanwarga·
Skornya udah 1-1. Buat keluar dari tekanan, mentalitas ikut berpengaruh. Tinggal siapa yang matang aja soal mental buat juara.
Indonesia
1
0
1
51
Sudut Pandang
Sudut Pandang@_pandangsudut·
GOAAAALLL PSG ⚽ O. Dembele
Indonesia
0
0
0
355
Sudut Pandang
Sudut Pandang@_pandangsudut·
Jelas wajib kartu merah sih
Indonesia
0
0
0
20
Sudut Pandang
Sudut Pandang@_pandangsudut·
Udah bisa ngucapin selamat buat Arsenal?
Indonesia
0
0
0
70
Sudut Pandang
Sudut Pandang@_pandangsudut·
Havertz bikin kejutan. PSG ayo bereaksi!
Indonesia
0
0
0
70
Sudut Pandang
Sudut Pandang@_pandangsudut·
The Killers memang tidak pernah kehilangan pesonanya. Final #UCL
Indonesia
0
0
0
121
Sudut Pandang
Sudut Pandang@_pandangsudut·
We're burning down the highway skyline On the back of a hurricane that started turning When you were young Ahhh sedap, lagu ini yg dibawain
English
0
0
0
38
Sudut Pandang
Sudut Pandang@_pandangsudut·
@sejak2006 Saya masih dengerin juga kalo pas nyetir Om. Tapi secara industri lagi engap-engapan. Brand suka dengan angka-angka :(
Indonesia
1
0
1
12
ؘ
ؘ@sejak2006·
@_pandangsudut di jkt masih ok sih. karena macet jadi pada dengerin radio kali ya. berasa ada temen aja
Indonesia
2
0
3
50
Sudut Pandang
Sudut Pandang@_pandangsudut·
Industri radio Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Pailing tidak di kota kelahiran saya, Bandung. Pemasukan iklan terus merosot. Studio dikecilkan. Penyiar terbaik pergi ke podcast dan media digital. Tapi sebelum bicara soal itu, saya cerita dulu tentang masa ketika radio adalah segalanya. Tahun 2000-an. Tidak ada Spotify, tidak ada YouTube. Kalau mau tahu hasil pertandingan bola tadi malam, tinggal nyalakan radio. Ada sesuatu yang tidak tergantikan dari suara penyiar yang membacakan skor dengan tempo yang pas. Diam dan dengarkan. Dua suara yang paling melekat buat saya: Ernest Prakasa. Sebelum jadi komika dan sutradara, dia dulu penyiar radio Paramuda FM 93,7 Bandung. Ringgo Agus Rahman. Penyiar OZ FM Bandung, sebelum Hanung Bramantyo menawarinya main film Jomblo. Dua orang yang akhirnya lebih dikenal dari profesi keduanya. Bandung punya ekosistem radio yang kuat di era itu. OZ FM tempat Ringgo dan Annisa Pohan pernah siaran. Radio Ardan tempat Fitri Tropica memulai karier. Setiap kota punya "radionya" sendiri. Dan orang-orang tahu betul mana stasiun favorit mereka. Sekarang kondisinya berbeda. Peneliti BRIN mencatat, semua industri penyiaran terestrial termasuk radio mengalami kemerosotan pemasukan iklan. Banyak radio lokal operasionalnya dipangkas. Studio dikecilkan. Penyiar terbaiknya pergi ke podcast. Yang tersisa hanya format lama yang belum berani berubah. Yanf ironis, radio punya semua modal untuk bersaing. Konten. Suara. Brand. Kedekatan dengan pendengar. Tapi banyak yang masih memutar playlist yang sama, diselingi iklan yang terlalu panjang. Sementara podcast dengan satu mic dan satu topik yang jujur jauh lebih banyak didengar. Mungkin bukan radionya yang mati. Tapi format siarannya yang tidak mau berubah. Sementara kita yang tumbuh besar dengan suara-suara itu, masih ingat betul rasanya mendengarkan radio di pagi hari sebelum sekolah. Dan itu tidak akan pernah bisa digantikan algoritma.
Sudut Pandang tweet media
Indonesia
3
0
2
139
Sudut Pandang
Sudut Pandang@_pandangsudut·
@jelajahinet Dari situ muncul istilah "si paling" dengan maksud sarkas. Hehehe
Indonesia
1
0
1
33
AvoMyst
AvoMyst@jelajahinet·
@_pandangsudut Malah jadi irony, yah. Yg kurang cerdas teriak cerdas, yg kurang EQ teriak EQ. Kaya efek Dunning-Kruger.
Indonesia
1
0
1
27
Bacot Bola
Bacot Bola@bacot_bolaa·
Singkat saja, gw jagoin Arsenal. Alasannya simpel, sebelum eranya Pep dan Klopp, tim di Inggris yang gw suka tonton, Arsenal. Kalian fans netral, jagoin siapa dan apa alasannya? 🫵
Bacot Bola tweet media
Indonesia
18
3
16
971