
majubersama
14K posts

majubersama
@gebethcalled
memberi lebih baik daripada menerima


@AdjieSanPutro Tapi kalopun kita jawab "Doakan saja ya" penanya tidak akan berhenti, akan ada pertanyaan dan pernyataan lanjutan2nya yg kadang itu yg bikin sedih


Ni cewe² emg bener appreciate cowo yg ga ngeroko ya?






















Oke, kita bicara secara hemat pikiran saja @Stakof :') Dari teks al Quran, tidak ada satu ayat secara eksplisit bhw nabi Muhammad bersunat. Lantas gimana dgn 3 riwayat tentang khitan? 1: Nabi dikhitan oleh kakeknya, Abdul Muthallib: riwayat ini menjelaskan beliau bersunat oleh kakeknya pada hari ke-7. Ini juga blurr! Karena statusnya dinilai lemah/dhaif, sanadnya bermasalah, perawi terputus oleh sebagian besar ulama. 2: Dikhitan oleh malaikat: pendapat ini biasanya dikaitkan dgn pembelahan dada (shaqq al-sadr). Ini sangat absurd. Sanadnya tidak kuat/tidak sahih. Sebagian ulama menganggapnya mungkar. 3: Riwayat lahir sudah "makhtun" alias sudah bersunat: ini cukup populer dikalangan awam. Tapi, banyak jalurnya lemah. Sebagian ulama seperti Ibn Hajar al-Asqalani mengatakan tidak ada riwayat sahih yang tegas tentang ini. Mari kita jujur secara ilmiah: Jadi, ke-3 riwayat itu tidak mencapai derajat sahih. Sebagian bahkan sangat lemah atau ditolak. Jadi jelas. Tidak ada satu pun hadis sahih yang menjelaskan secara spesifik tentang nabi Muhammad bersunat. Tapi kenapa diyakini bahwa nabi Muhammad bersunat? Karena sunat adlh bagian dari fitrah (yang dimana satu hadis diterima secara umum). Contoh hadis yang paling relevan tentang sunat, yang berbunyi kira kira seperti ini: “Fitrah itu ada lima: khitan (sunat), mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan memendekkan kumis.” Hadis ini diriwayatkan dalam kitab sahih seperti Bukhari, Sahih Muslim. Statusnya sahih. Namun kedua hadist ini tidak menjelaskan secara khusus apakah nabi Muhammad bersunat atau bagaimana caranya. Jangan jangan kamu ini termasuk Muslim yang masih tergolong awam, sukanya konsumsi yang populer populer saja tanpa lewat kajian kajian ilmiah. Aduuuuuh kamuuuuuuu..






