
Kenan, Interrupted
745 posts



Pembahasan malam ini.

Fyi, Tora Sudiro lebih tua dari Bahlil Lahadalia


Oversight di strategi reformasi itu mungkin tanggung jawab generasi 98 ya. Tapi anehnya, WNI lintas generasi juga nggak belajar banyak dari kesalahan itu sehingga, di tahun 2026, udah loncat generasi pun kesalahan yang sama masih diulang:

Ada tiga kategori siswa dengan intelektualitas terbelakang: 1. Tidak bisa mengikuti mata pelajaran sebab Ayah dan Ibunya penuh keterbatasan ekonomi, serta sumber daya. (Ini yang seharusnya menjadi atensi negara) 2. Tidak bisa mengikuti mata pelajaran sebab ia malas, padahal Ayah dan Ibunya punya cukup banyak sumber daya untuk membuatnya pintar. 3. Tidak bisa mengikuti mata pelajaran sebab ia malas, dan Ayah - Ibunya penuh keterbatasan ekonomi, serta minim sumber daya. Parcok dan parjo sebagian besar diisi oleh tamatan SMA/sederajat dengan kategori 2 dan 3. Coba inget-inget, kawan SMA/sederajat kalian dengan kategori itu empati dan kepekaannya 'ada' ngga'? 🙂

@TheKerupuk TEMPLATE BARU YA MINPUK? RASANYA PENGEN GUE TIMPUK!

Kalau kamu pernah ikut demo, pulang dengan perasaan "ini akan mengubah sesuatu", lalu tiga bulan kemudian semuanya kembali seperti semula, seolah tidak terjadi apa-apa — 𝐔𝐓𝐀𝐒 𝐈𝐍𝐈 𝐔𝐍𝐓𝐔𝐊 𝐊𝐀𝐌𝐔. Hal itu dijawab tuntas oleh Zen RS di Diskusi & Peluncuran Buku: Infrastruktur Impunitas (Karya Elizabet F. Draxler). Ini agak panjang. Tapi setiap bagiannya saling mengunci, dan di akhir, ada satu pertanyaan yang mungkin akan terus mengganggumu setelah selesai membaca. 𝗦𝗘𝗕𝗨𝗔𝗛 𝗨𝗧𝗔𝗦.

kadang kalian gatau aja kalo yang turun aksi, orasi, tim medis, wartawan, itu juga BANYAK yang queer




sila pertama pancasila itu sila pelanggaran hak asasi manusia. penganut kong hu cu, hindu dan buddhism dipaksa punya konsep ketuhanan padahal aslinya itu semua agama yang lebih tua dari islam dan nasrani, dan nggak punya konsep ketuhanan di dalamnya.




