B@kul Pitik
1.3K posts

B@kul Pitik
@LMoerdoko
Belajar lebih sungguh.... dodol ayam goreng Laos, maknyozzz, kotos kotos...pokoke uenakk poll 😁
Sleman, Indonesia Se unió Aralık 2018
70 Siguiendo14 Seguidores

@MOLLYEMBUL @LambeSahamjja Tetaplah dungu... aq suka aq suka wkwkwk
Indonesia

@LambeSahamjja Karena pejabat no 1 Indonesia 2 periode ngaku JD alumni nya, yg telah merusak tatanan negara dan UGM diam seribu bahasa, dosa jariah bagi orang2 yg terlibat dan mengetahui perbuatan jahat seseorang tapi diam, sbg manusia memaafkan tp hukum Alam trs berjln
Indonesia

@LambeSahamjja Kalo UGM merasa bersalah harusnya berani mengakui bahwa ijazah jokowi itu bukan asli terbitan UGM itu baru ksatria
Indonesia

Jokowi: Benar, Pak JK yang Pertama Kali Minta Saya Ikut Pilgub DKI news.detik.com/berita/d-19836…
Termul, Jokower, Partai Jokowi (PSI dan Golkar) masih mau bantah pernyataan Pak JK ?
Indonesia

RATUSAN DOKUMEN DARI UGM DIHITAMKAN!! BALA RRT MINTA 709 SALINAN DOKUMEN KE PPID POLDA METRO JAYA!!
youtu.be/3tDznI4SYrI?si…

YouTube
Indonesia

SKENARIO JKW GAGAL LAGI?! IJAZAH MALAH MAKIN BERBELIT! GIBRAN MUNDUR, IJAZAH TAMAT!
youtu.be/wfyzLTUZHXY?si…

YouTube
Indonesia

Rakyat tidak pernah berhutang bayar listrik
Tapi tiap mbaca berita laporan PLN rugi mulu...Censyuwoq
kompas.tv/info-publik/64…

Indonesia

Kebohongan yang Terkuak di Ujung Tahun.
Oleh: dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc
Pasal 32 dan 35 UU ITE Pasal yang sangat kejam dengan hukuman 8 dan 12 tahun, yang dibuat untuk menghukum pembobol bank, pemanipulator data, hacker keamanan negara, dipakai oleh Joko Widodo, mantan Presiden, untuk mempidanakan RRT!
Dan parahnya lagi, dalam pernyataan-pernyataan yang dia sampaikan di media, dia tidak mengakui!
Ini lebih dari sekedar kekejaman bagi rakyat, lebih dari itu, dia telah membuat kegaduhan, dan perpecahan di masyarakat, meningkatkan rasa saling curiga. Dan yang paling mengerikan, dia melibatkan anak-anak muda sebagai termul, yang seharusnya menjadi aset bangsa, bukan sekedar berhenti menjadi termul.
Berapa jahatnya.
Tetapi yang lupa, ada biaya yang harus ditanggung oleh tubuh, yang tidak dia sadari, biaya emosi yang menghantam imunitas tubuh!
Biaya ini tidak tercatat di neraca keuangan, tidak tampak di laporan kekuasaan, tetapi perlahan menggerogoti pikiran, tubuh, dan sistem imun. Ia bekerja senyap, konsisten, dan kejam.
Kejujuran, meski sering terasa pahit di awal, sejatinya adalah berkat biologis dan psikologis. Saat seseorang jujur, pikiran berada dalam satu jalur. Tidak ada cerita ganda, tidak ada ingatan yang harus disesuaikan, tidak ada kecemasan tentang kebohongan mana yang harus dipertahankan. Otak berada dalam kondisi koheren. Tubuh pun relatif tenang. Sistem imun bekerja tanpa gangguan stres kronis.
Sebaliknya, kebohongan adalah utang mental. Setiap kebohongan menuntut kebohongan lanjutan untuk menutupinya. Otak dipaksa hidup dalam konflik internal: antara fakta dan narasi, antara realitas dan citra. Dalam ilmu saraf dan psiko-neuro-imunologi, kondisi ini memicu stres kronis—kortisol naik, peradangan meningkat, dan sistem imun perlahan melemah. Tubuh membaca kebohongan sebagai ancaman yang tak pernah selesai.
Dalam konteks Joko Widodo, polemik yang tak kunjung usai—terutama soal ijazah—bukan sekadar perkara hukum atau politik. Ia telah berubah menjadi beban emosi kolektif dan, lebih dalam lagi, beban psikobiologis bagi subjek utamanya. Setiap klarifikasi yang setengah, setiap transparansi yang tertunda, setiap narasi yang berubah-ubah, menambah lapisan stres baru. Bukan hanya pada publik, tetapi pada diri sendiri.
Masalahnya, tubuh tidak bisa diajak berbohong. Pikiran boleh merekayasa cerita, aparat boleh mengatur prosedur, media boleh membingkai narasi, tetapi sistem imun hanya mengenal satu bahasa: kejujuran biologis. Ketika seseorang terus hidup dalam ketegangan mempertahankan kebohongan, tubuh akan menagihnya dalam bentuk kelelahan, penyakit autoimun, inflamasi kronis, atau kerusakan kesehatan yang tampak “tidak ada sebabnya”.
Di titik ini, berbohong menjadi jauh lebih mahal daripada jujur. Mahal secara mental, mahal secara emosional, dan mahal secara biologis. Kejujuran mungkin menjatuhkan citra sesaat, tetapi ia menyelamatkan integritas diri. Kebohongan mungkin menyelamatkan kekuasaan sementara, tetapi ia menghancurkan ketenangan jiwa dan daya tahan tubuh.
Sejarah berulang kali menunjukkan: kekuasaan bisa dipertahankan dengan manipulasi, tetapi kesehatan dan ketenangan hidup hanya bisa dirawat dengan kejujuran. Pada akhirnya, bukan pengadilan yang paling keras, melainkan tubuh sendiri yang akan memutuskan vonisnya.
Indonesia

@indepenSumatera @AirinDatangLagi Ya tinggal misah aja bro, kok repot.
Gak usah nunggu status bencana nasional,.
Indonesia


@sharpandshark ini orang ribet banget, gamungkin gaada isinya itu tumbler, masa tumbler harga 300ribu di beli waktu diskon 99ribu perak jadi ribet gini, spekulasi gue isi tumbler tersebut adalah
1. video full inara
2. ijazah yang selama ini kita ributkan
Indonesia
















