Yuk Berisik
16.8K posts



Andaikan kata-kata itu berubah tempat, tapi sudahlah "nasi sudah jadi bubur". Itu semua sudah jadi pilihannya di tahun 2019. Waktu tak bisa kembali lagi.













@infomalang mahalnyaa 😭


Pernah dengar cerita kalau Jemaah Haji asal Aceh menerima uang tunai jutaan rupiah saat berada di Mekkah? Itu bukan uang bansos, bukan uang APBN, dan bukan giveaway. Itu adalah "Dividen Akhirat" dari sebuah investasi jenius yang dilakukan oleh orang Aceh lebih dari 200 tahun yang lalu! 😱 ✨ Ini adalah kisah tentang Wakaf Baitul Asyi. 📜 Sejarah Singkat (Story) Semua bermula di tahun 1809 M (1224 H). Seorang ulama dan saudagar kaya asal Aceh bernama Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi (Habib Bugak Asyi) berikrar wakaf di depan Mahkamah Syariah Mekkah. Beliau mewakafkan tanah dan bangunan di dekat Bukit Marwah (samping Ka'bah) untuk tempat tinggal jemaah haji asal Aceh. Syaratnya ketat: Aset ini tidak boleh dijual, tidak boleh diwariskan, tapi manfaatnya harus untuk orang Aceh selamanya. 🏗 Kenapa Asetnya Bisa Jadi Triliunan? Kuncinya ada pada konsep Wakaf Produktif (Endowment Fund). Ketika tanah wakaf asli di kawasan Ajyad terkena penggusuran perluasan Masjidil Haram, Nadzir (pengelola) wakaf mendapatkan uang ganti rugi (kompensasi) dari Kerajaan Arab Saudi. Uang ganti rugi itu TIDAK DIBAGI-BAGIKAN sampai habis. ❌ Melainkan diputar kembali untuk membeli lahan strategis lain dan membangun Hotel-Hotel Bintang 5 di sekitar Masjidil Haram. ✅ 🏨 Aset Wakaf Baitul Asyi Sekarang Saat ini, portofolio wakaf Baitul Asyi telah berkembang menjadi beberapa properti premium di Tanah Suci, di antaranya aset hotel di kawasan strategis: 1. Hotel di kawasan Ajyad (Sangat dekat dengan pelataran Masjidil Haram). 2. Hotel di kawasan Aziziyah. Keuntungan sewa dari hotel-hotel inilah yang setiap tahun dibagikan tunai kepada seluruh jemaah haji Embarkasi Aceh (BTJ). Jumlahnya fluktuatif, namun seringkali mencapai SAR 1.200 - SAR 1.500 per orang. 📚 Referensi & Bacaan Lanjutan: Untuk menjaga kredibilitas, berikut beberapa sumber yang membahas fenomena Wakaf Baitul Asyi: 1. Jurnal Ilmiah: “The Management of Baitul Asyi Waqf in Mecca” (Banyak dibahas dalam jurnal Ekonomi Islam & Filantropi UIN Ar-Raniry). 2. Arsip Kemenag: Laporan tahunan Penyelenggaraan Haji Cr: vazzams








