ievs

10 posts

ievs

ievs

@dievaaeiva

Se unió Nisan 2026
56 Siguiendo0 Seguidores
ievs
ievs@dievaaeiva·
@mobiltoyata aku masih sama :( masih disuruh pilih metode pembayaran, tadi kamu refresh2 aja terus kan yaaa?
Indonesia
1
0
0
15
toya
toya@mobiltoyata·
@dievaaeiva hai, coba buka lagi webnya. di aku udh bs soalnya
Indonesia
1
0
0
101
toya
toya@mobiltoyata·
infokan yg web smup unpad-ny stuck ky gini bray, padahal ak udh bayar...
toya tweet media
Indonesia
9
0
9
1.1K
ievs
ievs@dievaaeiva·
guys smup aku malah gabisa dilanjutkan pendaftaran padahal aku udah isi isi berkas :)))) kapan balik normal lagi…
Indonesia
1
0
0
22
ievs
ievs@dievaaeiva·
smup unpad adakah yang malah balik ke pilih jalur padahal udah payment dan isi isi berkas :( terus di webnya malah seakan akan aku blm payment 😭😭😭😭😭😭
Indonesia
0
0
3
198
ievs
ievs@dievaaeiva·
@nnalshske kaa berarti untuk isi isi berkas masih bisa sampe waktu terakhir finalisasi jam 23.59 ya?
Indonesia
1
0
4
274
yura
yura@nnalshske·
smup error... batas finalisasinya sampe malem ko guyss -dari aku yg blm daftar 😀😀
yura tweet media
Indonesia
6
0
13
2.6K
ievs retuiteado
ievs retuiteado
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ini gilaa sihh Suster Natalia. Perempuan yang tidak menikah. Tidak punya harta pribadi. Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya. bahkan dia bilang ke teman dia yang suster juga dia akan masuk penjara. dia cerita Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu, saya selalu katakan: mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung. Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya. Kronologi yang perlu semua orang pahami: Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah. Umat menabung perak demi perak. Untuk sekolah anak. Untuk biaya sakit. Untuk masa depan. Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota. Di 2019 Andi Hakim Febriansyah Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara mendatangi pengurus CU. Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment dengan bunga 8% per tahun. Lebih tinggi dari deposito biasa. Pengurus percaya. Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015? Tujuh tahun berjalan. Bunga masuk rutin setiap bulan. Tidak ada masalah. Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh: CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota. Bertahap minta Rp2 miliar dulu. Januari 2026 tidak cair. Februari 2026 tidak cair. 5 Februari Suster Natalia panggil Andi. Andi bilang besok. Besok tidak cair. Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya. Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti. Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang. Tapi kepala kas baru. Dengan kalimat yang mengubah segalanya: Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi. Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI. Suster Natalia pingsan lima menit. Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu: Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti. Tapi Andi salah hitung. Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan. Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata. Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand. Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster." Masih janjikan pencairan. Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu. Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya. Uangnya? Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU. Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan: BNI melakukan verifikasi internal sendiri. Tanpa transparansi. Tanpa melibatkan korban dalam proses. Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar. Dari Rp28 miliar lebih. Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak. Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai. Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras. Karena: Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya. Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun. Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban. POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya. Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal. Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban: Enam kali mediasi. Satu kali aksi damai. Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban. Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung. Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri. Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI. Bukan di tangan korban. Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin. Satu hal yang tidak bisa diabaikan: Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang. Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses. Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya. "Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak." BNI adalah bank BUMN. Bank milik negara. Diawasi oleh OJK. Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia. Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka. BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya. Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim. Korban menyimpan uang kepada BNI. Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian. Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa. Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
2.8K
46.8K
101.8K
11.2M
ievs retuiteado
ren
ren@hyutaesft·
260404 #HAECHAN #해찬 instagram live 🐻: i think I’ve been spending my time thinking about what’s next. i have been resting, but I’ve also been taking vocal lessons, and i have been preparing for the next album comeback.. just constantly thinking about the future. because of that, i figured you might be worried, so i thought it’d be better to come and talk to you face-to-face like this. i also wanted to share some of my thoughts and feelings. first of all, thank you so much to everyone who’s been worried about me. it's been really been over 10 years, right? if i am being exact, since i was 14… it’s been more than 13 years now. so yeah, it’s been 13 years. during those 13 years with mark hyung, i relied on him so much. i learned so much from him. whenever i was shaken, he held me together. honestly, other than during concerts, i have almost never seen him cry but there were times he called me while crying. to me, he was more than just a member… he was truly like a real older brother. in his family, he’s the youngest, and I’m the oldest in mine, but to me, he was my hyung. really. more than any other “hyung,” he felt like a real one to me. so after spending 13 years together, i depended on him a lot. i think that’s why many of you are even more worried, because you know that too. thank you so, so much. as soon as the article came out, i sent Mark hyung a long message. i told him: everyone knows how hard he worked while living as part of nct. all of that will surely become meaningful steps on the path he’s going to walk. and at the same time, everything he’s done in nct will also become good steps for nct's future path. so i told him to work hard in a way that he won’t regret the choice he made. now that i am the only one doing two teams, of course i feel sad and worried too. but all the things i built up while working with him… how should i even describe it? the energy and strength I gained from being with him are still with me. so now, i have become someone who can walk forward even without him. of course, even if he hadn’t been there from the start, i might have still made it this far… but i don’t think that path would have been easy alone. still, because he was there, he gave me comfort, strength, and support. an all of that has built up into the strength that allows me to keep going now. that is something ireally wanted to tell all of you, that you don’t have to worry too much. mark hyung wasn’t my only pillar of support. i have the other members too, and i have czennies who support me. so i am not scared. i am not worried. i don’t know yet what choices or decisions i will make in the future, but no matter what, the 10 years i have walked and the many people who’ve been by my side will continue to be with me. so i am not afraid. and when it comes to Mark hyung’s decision… i know his personality well. i know he must have thought about it deeply. he probably went through a lot of stress and pain while making that choice. of course, we can’t say whether that decision was right or wrong… but i do feel a bit regretful about the way it was delivered to you all. i knew about it at the time too… but honestly, there was nothing the members could do. it was such a helpless moment, we really couldn’t do anything except feel frustrated and cry. that part is still really frustrating. but still, thank you all so much. and going forward… i hope you’ll continue to stay with us like you are now.
English
2
15.8K
37K
1.1M
ievs retuiteado
링
@NCTDAOYlNG·
🐻 i’m doing very well... i think i’m doing well with many members and good people around me. what about you all? i think i’ve been spending my time while think about what’s next. i’ve been attending vocal lessons and spending time (preparing) for the next album and comeback. i’ve been spending my time thinking and thinking about what comes next. i’m worried about everyone too, so i thought it would be good to talk to you all while showing my face
English
5
2.5K
8.5K
238K