🤭

11.5K posts

🤭 banner
🤭

🤭

@mrautomatically

But perhaps you hate a thing and it's good for you. And perhaps you love a thing and it's bad for you. Allah knows while you're not

Attiki, Greece Bergabung Kasım 2012
483 Mengikuti201 Pengikut
🤭 me-retweet
DJI POWER
DJI POWER@djipowerglobal·
Labor Day is around the corner. We’re giving away ONE Osmo Pocket 4! 🎁 Ready to level up your travel content? Enter now! How to enter: Follow @djipowerglobal Like, comment, and repost Ends May 14 Winner announced May 15 (EST) Open worldwide Fingers crossed!
English
1.5K
1.7K
2.1K
353.3K
🤭 me-retweet
sumiaty
sumiaty@rosemaryngarlic·
🦕 : sedino 🦕🦕 : dino dino 🦕🦕🦕 : telungdino 🦕🧚🏻‍♂️ : dinoprei 🫸🏻🦕🫷🏻: dino kecepet 🛞🦕 : sakban dino 🦕🦖 : dino liane 🦖🦕🦖 : bedo dino 🦖 : ganti dino 🦖🦖🦖🦖🦖🦖🦖 : pitong dino
Filipino
283
8.4K
26.3K
515.4K
🤭 me-retweet
Ardianto Satriawan
Ardianto Satriawan@ardisatriawan·
Perjalanan Karir Dosen "Selamat Mutia, udah lulus S2!" "Terima kasih Prof. Harjo!" "Kamu jadi mau jadi dosen kan? Saya bisa tulis rekomendasi." "Ya Pak." *** "Mbak Admin, ini surat rekomendasi dari Prof. Harjo sama surat lamaran saya" "Baik Bu Mutia, saya terima." "Terus ini gimana Bu?" "Bu Mutia dikontrak jadi dosen tidak tetap di sini dulu sampai bukaan CPNS." "Bayarannya?" "Per SKS Bu. Honorarium, bukan gaji. Sekitar 75 ribu per pertemuan." "Baik Mbak." *** "Bu Mutia, ini jadwal ngajarnya. Total kuliah 9 SKS ya Bu." "Kalau sebulan berarti empat pertemuan?" "Iya Bu." "Berarti saya dapat 2.7 juta Mbak?" "Iya Bu" "UMR kota ini aja 4.8 juta?" "Iya Bu. Memang aturannya gitu." "..." *** "Prof. Harjo, ini emang dosen awal karir bayarannya cuma segini?" "Iya. Saya dulu juga gitu." "Terus Prof dulu gimana?" "Saya ngajar di kampus-kampus tetangga dulu waktu masih muda. Dari dulu aturannya gitu." "Legal di bawah UMR? Gak ada yang protes Prof?" "Kemarin sih di berita ada yang gugat ke MK Bu." "..." *** "Mbak Admin, ini emang belum ada bukaan CPNS?" "Belum Bu." "Sampai kapan?" "Gak tau, kata pemerintah lagi moratorium." "Terus saya harus nunggu gak ada kepastian?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada bukaan CPNS, segera daftar ya Bu." "Baik Mbak Admin, apa yang perlu saya siapkan?" "Ibu belajar tes SKD sama SKB." "Lah ini kan udah waktu saya lamar jadi dosen tidak tetap?" "Iya, lagi Bu." "Hah? Kalau misal saya amit-amit gak lulus atau ada orang luar kampus yang lolos gimana?" "Ibu nunggu bukaan CPNS lagi yang berikutnya." "Hah? Itu pun belum tentu ada?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Admin, ini pengumuman CPNS belum ada?" "Belum Bu." "Lah katanya Maret?" "Kata berita kemarin Menpan RB bilang ditunda." "Sampai kapan?" "Oktober Bu." "Enam bulan? Emang biasa ya ditunda kaya gitu?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari pusat." "Saya baca dulu" "..." "Alhamdulillah. Lolos CPNS." "Selamat ya Bu." "Cuma ini emang selama satu tahun saya cuma nerima 80% gaji pokok?" "Iya Bu. Setahun pertama CPNS. Nanti PNS abis itu." "Cuma 2.2 jutaan? Masih di bawah UMR sini? Malah mending honorer ngajar 9 SKS?" "Memang aturannya begitu. Ibu kan masuknya S2, jadi IIIB. Sekitar segitu." "Ini gak melanggar undang-undang ketenagakerjaan?" "Nggak Bu. Ibu kan CPNS. Dosen juga. Beda aturan. Memang begitu Bu." "..." *** "Mbak Admin, ini gimana caranya nambah take home pay? Gila aja segini terus" "Ibu harus punya jabatan fungsional Bu. Asisten Ahli. Biar dapat tunjangan profesi." "Bisa langsung apply?" "Harus udah PNS Bu. CPNS belum bisa." "Jadi harus nunggu setahun dulu?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu. Dari dulu juga begitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari pusat. Selamat Bu udah jadi PNS dosen." "Alhamdulillah. Jadi saya dapet tambahan 20%, dari tadinya 80% jadi utuh?" "Iya Bu. Jadi sekitar 2.9 jutaan." "Gak ada tambahan apa-apa? Bukannya PNS di tempat lain ada Tukin?" "Gak ada Bu. Itu kan yang pegawai di kementerian sama PTN Satker sama BLU." "Kok gitu? Bedanya apa?" "Ibu kan PNS dosen di sini, PTN-BH. Kata Sekjen Dikti di berita kemarin 'Tukin itu untuk pegawai, bukan dosen'" "Jadi huruf 'P' di status saya PNS itu bukan 'Pegawai'?" "Kata pemerintah gitu Bu. Memang aturannya begitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Admin, saya bisa langsung mengajukan jabfung Asisten Ahli tahun ini?" "Bisa Bu. Ini syaratnya." "BKD memenuhi 12 SKS per semester selama 2 tahun berturut-turut?" "Iya Bu." "Lah, penugasan saya kemarin-kemarin aja pas honorer 9 SKS? Gak memenuhi?" "Iya Bu. Memang begitu." "Berarti yang keitung baru yang pas CPNS 12 SKS? Cuma setahun?" "Iya Bu. Dari dulu juga gitu." "Terus gimana?" "Tahun depan Bu. Setelah genap 12 SKS 2 tahun berturut-turut." "..." *** "Mbak Admin, ini berkas saya buat Asisten Ahli." "Baik Bu, saya cek sebentar." "..." "Berkasnya lengkap Bu, saya ajukan ya." "SK Keluarnya kapan?" "Enam bulan sampai setahun Bu." "Nunggu lagi? Tetep dengan take home pay yang sama?" "Iya Bu. Memang gitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Keuangan, saya mau tanya" "Gimana Bu?" "Ini kan saya baru jadi Asisten Ahli. Ada tunjangan jabfung?" "Ada Bu. 375 ribu." "Hah? 375 ribu?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu. Sejak 2007." "Udah mau dua puluh tahun lewat?" "Iya Bu." "..." *** "Prof. Harjo, ada tips lagi gak buat nambah take home pay?" "Udah Asisten Ahli Bu?" "Sudah." "Udah apply sertifikasi belum?" "Belum." "Nah cobain. Sekali gaji pokok itu lumayan." "Baik Pak." *** "Mbak Admin, saya mau apply sertifikasi." "Lengkapi berkasnya Bu. Sekarang yang penting tuh Pekerti atau Applied Approach." "Semacam training sama pelatihan gitu ya?" "Iya Bu. Sekitar seminggu trainingnya. Bayar 1-3 juta." "Ada reimburse dari kampus?" "Gak ada Bu. Bayar sendiri." "Hah? Kan ini buat kepentingan profesional kan ya?" "Diitungnya pendidikan untuk pengembangan diri Bu. Bukan bagian profesionalisme." "Hah?" "Memang begitu Bu. Dari dulu juga gitu. Bahkan dulu ada TPA sama TOEFL bayar sendiri juga sebelum dihapus." "..." *** "Mbak, ini jadwal Pekerti yang deket adanya di luar kota." "Iya Bu." "Transport sama nginep saya bayar sendiri?" "Iya Bu. Memang gitu. Atau kalau enggak nunggu ada di kampus kita." "Kapan Mbak?" "Tahun depan." "..." *** "Mbak Admin, ini berkas sertifikasi saya." "Baik Bu. Sudah lengkap. Saya nanti submit waktu udah jadwalnya." "Udah jadwalnya? Gak bisa tiap waktu?" "Nggak Bu. Setahun dua kali doang. Yang kemarin udah lewat." "Terus gimana?" "Saya submit nanti sesi kedua tahun ini, enam bulan lagi." "..." *** "Bu Mutia, ini SK serdosnya sudah keluar." "Alhamdulillah, akhirnya. Memang selama itu Mbak?" "Iya Bu. Setahun biasanya." "Jadi saya langsung terima tunjangan profesi?" "Biasanya ada delay 1-2 bulan Bu." "Nunggu lagi?" "Iya Bu. Memang begitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Gimana Mut Sertifikasinya?" "Alhamdulillah Prof Harjo, akhirnya THP saya di atas UMR." "Iya, mesti punya jabfung sama AA dulu, baru gitu." "Iya Pak, ordenya tahunan." "Saya dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Admin, saya mau apply jadi Lektor." "Udah berapa lama jadi AA Bu?" "Dua tahun seinget saya." "Nah, udah bisa berarti. Udah ada publikasi ilmiah Bu?" "Belum Mbak." "Mesti ada." "Hah? Risetnya? Biaya penelitiannya? Mencit? Reagen? Bahan Kimia?" "Wah, itu saya kurang tahu. Coba tanya senior Bu." "..." *** "Prof. Harjo, saya perlu naik jadi Lektor." "Wah mantab. Bagus Bu." "Nah tapi perlu paper buat itu." "Iya Bu. Memang gitu. Saya dulu juga gitu." "Risetnya? Biaya penelitiannya? Mencit? Reagen? Bahan Kimia? APC jurnalnya?" "Saya dulu bayar sendiri semua itu Bu." "Hah? Gak ada alternatif Prof?" "Coba ke Lembaga Penelitian Kampus cari Hibah pemula." "..." *** "Mbak Admin Lembaga Penelitian Kampus, ada hibah buat dosen muda untuk riset pemula? Saya perlu paper." "Ada Bu. Coba dibaca-baca" "Ini memang semua syaratnya Lektor? Bahkan buat pemula?" "Iya Bu. Rata-rata perlu sudah Doktor dan sudah Lektor." "Jadi untuk jadi Lektor saya butuh dana riset, dan untuk dapat dana riset saya harus jadi Lektor?" "Iya Bu. Memang begitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Prof. Harjo, saya pinjam ruangan lab basah ya selama setahun ke depan." "Dapat hibah Mut akhirnya?" "Nggak ada Prof. Untuk jadi Lektor saya butuh dana riset, dan untuk dapat dana riset saya harus jadi Lektor." "Terus gimana?" "Bayar sendiri." "Semangat Mut. Saya dulu juga gitu." "..." *** "Mbak Admin, ini berkas saya buat Lektor." "Baik Bu, saya cek sebentar." "..." "Berkasnya lengkap Bu, saya ajukan ya." "SK Keluarnya kapan?" "Enam bulan sampai setahun Bu." "Nunggu lagi? Tetep dengan take home pay yang sama?" "Iya Bu. Memang gitu. Dari dulu juga gitu." "..." *** "Bu Mutia, ini SK Lektornya sudah keluar." "Alhamdulillah, akhirnya. "Selamat ya Bu." "Memang selama itu Mbak?" "Iya Bu. Enam bulan sampai setahun biasanya. Memang biasanya begitu." "..." *** "Mbak Keuangan, saya mau tanya" "Gimana Bu?" "Ini kan saya baru jadi Lektor. Tunjangan jabfungnya nambah?" "Iya Bu. Pas Asisten Ahli 375 ribu, kalau Lektor 700 ribu." "Hah? 700 ribu?" "Iya Bu. Memang aturannya begitu. Sejak 2007." "Udah mau dua puluh tahun lewat?" "Iya Bu." "..." *** "Bu Mutia, dipanggil ke ruangan Pak Dekan." "Ada apa ya Mbak Admin?" "Ada yang mau diobrolin katanya." "Jam berapa mbak?" "Jam 1, habis makan siang." *** "Ada apa Pak Dekan?" "Bu Mutia kan udah lama jadi dosen di sini kan ya?" "Iya Pak." "Udah Lektor juga kan ya? Tapi ijazah masih S2 ya?" "Iya Pak." "Biar karir Bu Mutia lancar, kami minta untuk Tugas Belajar S3." "Wah, kalau nggak gimana Pak? Saya lagi banyak pengeluaran. Mana utang waktu S1 belum kebayar semua." "Nanti karir Bu Mutia stuck di situ." "Oh gitu, oke Pak." *** "Mbak Admin, kalau saya mau daftar S3 di univ sini aja, syaratnya apa aja?" "Kok gak ke luar negeri aja Bu?" "Anak saya baru masuk kuliah, di jurusan sebelah, adiknya mau masuk SMA." "Wah udah gede." "Iya, saya dulu nikah muda dan punya anak cepet." "Oh gitu, saya cek dulu ya syarat-syaratnya Bu, nanti saya hubungi." *** "Bu Mutia, syaratnya ini Bu: Ijazah sama Transkrip S1 dan S2, Hasil tes TPA, Hasil tes TOEFL, sama Proposal Penelitian." "Tes TPA sama TOEFL saya udah kadaluarsa, harus tes lagi?" "Iya Bu. Oh ya, nanti juga ada tes lagi dari jurusan." "Bentar, saya ngajar di jurusan Farmasi ini, punya beberapa paper di jurnal internasional di bidang ini juga, masih harus dites kemampuannya?" "Iya Bu, memang aturannya begitu." "..." *** "Mbak Admin, ini saya udah dapat tes TPA dan TOEFL saya, ada reimburse-nya?" "Gak ada Bu." "Hah? Kok gitu, bukannya ini saya melaksanakan tugas secara profesional? Kok jadi uang saya pribadi yang keluar?" "Memang aturannya begitu Bu." "Uang pendaftaran ke universitas juga nggak ada reimburse-nya?" "Gak ada Bu." "..." *** "Pak Dekan, saya kan udah urus pendaftaran S3 ke sini, untuk biaya UKT per semesternya gimana?" "Sekitar 15 juta per semester Bu." "Wah, saya gak kuat harus bayar segitu." "Bu Mutia cari beasiswa aja, ada LPDP atau BPI." "Bentar, ini saya kan melaksanakan tugas secara profesional kan Pak? Atas perintah Fakultas?" "Iya Bu." "Tapi saya disuruh cari pendanaan sendiri? Antara bayar sendiri atau beasiswa cari sendiri?" "Iya Bu. Memang begitu. Saya dulu juga begitu." "..." *** "Prof. Harjo, bisa jadi promotor S3 saya?" "Bisa Mut, tapi saya lagi minim funding beberapa semester ke depan. Hampir semua guru besar di fakultas kita lagi susah Bu." "Oh gitu Prof, kalau tanpa funding, gimana?" "Mutia harus biayain penelitian sendiri." "Maksudnya?" "Beli mencit, reagen, bahan kimia, sama alat-alatnya secara mandiri Bu." "Bentar, jadi selain harus bayar UKT, saya juga harus bayar penelitiannya?" "Iya Mut." "Kan ini saya bertugas secara profesional kan Prof? Ada surat dari Fakultas loh saya disuruh Tugas Belajar, kok pakai uang pribadi?" "Saya dulu juga gitu Bu. Memang begitu." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari LPDP." "Oh iya Mbak Admin, sudah ada pengumumannya?" "Iya Bu, ini ada suratnya. Dibuka aja Bu. LPDP itu yang rame kemarin gara-gara pada gak pulang?" "Iya mbak, cuma saya apply yang dalam negeri aja." "Kenapa Bu, kok sedih?" "Nggak keterima Mbak, padahal saya juga PNS Dosen." "Masa Bu? Maudy Ayunda sama Tasya yang artis aja bisa dapet? Terus gimana Bu?" "Ini masih nunggu BPI mbak." "..." *** "Bu Mutia, ini ada surat dari BPI." "Oh iya Mbak Admin, sudah ada pengumumannya?" "Iya Bu, ini ada suratnya. Dibuka aja Bu." "..." "Kenapa Bu, kok sedih?" "Beasiswanya dibatalin Bu. Kena efisiensi. Jadi buat guru doang." "Waduh. Tapi itu beasiswa bermasalah dari dulu Bu. Suka telat sama nunggak." "Hah iya?" "Iya. Kemarin juga macet. Servernya kena hack." "Sebenernya masih bisa diusahain sih kalau itu mbak. Tapi ya itu, dibatalin." "Jadi Bu Mutia gimana akhirnya?" "Terpaksa bayar UKT pakai uang pribadi." "..." *** "Mbak Keuangan Fakultas, ini kok gaji saya tinggal gaji pokok PNS doang? Ini gaji pokoknya mana di bawah UMK pula." "Bentar saya cek ya Bu Mutia." "Tolong ya mbak, itu semua tunjangan sama serdos jadi ilang semua, saya lagi perlu biayain anak-anak saya." "Bu Mutia mulai tugas belajar semester ini?" "Iya Mbak." "Oh pantes, memang gitu aturannya Bu, selama tugas belajar yang diberikan hanya gaji pokok PNS." "Hah, kok gitu? Saya kan mengerjakan tugas ini atas perintah Fakultas?" "Memang aturannya begitu Bu." "..." *** "Prof. Harjo, tugas belajar ini emang semua tunjangan ilang?" "Iya Mut, dari dulu juga gitu. Saya dulu juga gitu." "Gak ada yang protes?" "Kapan hari ada yang gugat ke MK, katanya kan mereka ngerjain tugas profesional, terus ditolak." "Hah ditolak? Kan emang profesional? Saya ada surat tugas. Ini atas perintah Fakultas?" "Iya, katanya bukan bagian dari tugas keprofesionalan dosen. Mantan rektor kampus gede yang jadi saksi ahli." "Lah terus riset, nulis paper, sama ngisi BKD itu apa? Saya tugas gak tugas kerjaannya sama, bayarannya beda." "Ya MK bilang aturannya memang begitu." "..."
Dosen Kesayanganmu@direktoridosen

Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok Wamendikti Goblok

Indonesia
151
1.2K
3.8K
293.7K
🤭
🤭@mrautomatically·
@lilygo9 hi can you please check my order 74088 because I didn't received any tracking number
English
0
0
0
8
🤭 me-retweet
Wakgim
Wakgim@gimbot75·
Bang feri ini ya kalo ngomong suka ceplas ceplos gini, gak takut apa ya?
Wakgim tweet media
Indonesia
263
10.6K
36.6K
375.2K
🤭 me-retweet
Endless Story
Endless Story@xendless_s·
😌😇🤲🏻
QME
53
2.4K
15K
608.1K
🤭 me-retweet
Prabowo Subianto
Prabowo Subianto@prabowo·
Studi DPR RI ke luar negeri merupakan pemborosan dan buang waktu. Ada KBRI. Kita pun bisa menggunakan teknologi
Indonesia
173
1.2K
1.4K
0
🤭 me-retweet
Kapal Laut
Kapal Laut@budionosiregar_·
@sosmedkeras Masuk kristen ga sih biar punya bapak?
Indonesia
69
34
1.9K
172.8K
🤭 me-retweet
jakartalk
jakartalk@Jakartalk·
Banyak sudah kisah yang tertinggal, kau buat jadi satu kenangan..
jakartalk tweet media
Indonesia
536
837
5.4K
1.1M
🤭 me-retweet
Lambe Saham
Lambe Saham@LambeSahamjja·
Guys, ada sidak DPR ke gudang motor listrik MBG sekitar beberapa hari yang lalu dan yang mereka temukan menurut gue adalah salah satu bukti paling konkret dari bagaimana program ini dijalankan. Yang ditemukan saat sidak: DPR mendatangi kantor dan gudang tempat penyimpanan motor listrik program MBG di Jakarta. Hasilnya: masih terkunci. Belum beroperasi. Motor sudah dibeli. Anggaran sudah keluar Rp1,2 triliun. Tapi gudangnya terkunci. Motor belum dipakai. Dan program yang katanya butuh motor ini untuk operasional SPPG tetap berjalan tanpa motor itu. Pertanyaan pertama yang langsung muncul: Kalau program bisa berjalan tanpa motor untuk apa motor itu dibeli? Dan kalau motor sudah dibeli tapi gudangnya masih terkunci motor itu sekarang ada di mana? Siapa yang memegang? Soal merek Emo Electric Mobility dan ini yang mencurigakan: dalam video sidak itu menunjukkan papan bertuliskan merek Emo Electric Mobility sebagai pemasok motor listrik untuk kepala SPPG. Tapi anggota DPR menemukan kejanggalan: motor sudah beredar lebih dulu sebelum proses pengadaan resmi selesai. Ini bukan detail kecil. Dalam pengadaan pemerintah barang tidak boleh beredar sebelum kontrak ditandatangani dan proses administrasi selesai. Kalau motor sudah beredar lebih dulu itu artinya ada proses yang tidak sesuai prosedur. Siapa yang memesan duluan? Siapa yang membiayai sebelum kontrak resmi? Dari mana modalnya? Pernyataan Charles Honoris yang paling tepat: Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mempertanyakan dua hal langsung dan keras: Satu — dasar pemilihan merek Emo. Kenapa merek ini yang dipilih? Apakah ada tender terbuka? Apakah ada perbandingan harga dengan merek lain? Apakah ada kajian teknis yang dipertanggungjawabkan? Dua — relevansi motor trail untuk kepala SPPG di perkotaan. Motor trail adalah kendaraan off-road yang dirancang untuk medan berat. Kepala SPPG tugasnya mengelola dapur dan distribusi makanan bukan melintasi hutan atau pegunungan. Di Jakarta yang macet motor trail justru lebih tidak efisien dari motor biasa. Kebutuhan kendaraan listrik untuk kepala SPPG sangat tidak mendesak. Ini bukan pendapat yang kontroversial. Ini common sense. Dan ini konteks yang membuat semuanya semakin berat: Di saat yang sama: BPOM tidak punya anggaran Rp2,9 miliar yang bisa digunakan untuk sampling makanan MBG untuk memastikan makanan yang dimakan anak-anak itu aman. BGN punya anggaran Rp1,2 triliun untuk motor listrik yang gudangnya masih terkunci dan belum jelas kegunaannya. Ini bukan soal salah prioritas kecil-kecilan. Ini adalah cermin dari keseluruhan tata kelola program yang menurut gue sudah sangat bermasalah secara fundamental. Pola yang sudah terlalu konsisten untuk disebut kebetulan: Semir sepatu — harganya tiga kali lipat pasar. Dipecah 12 paket kontrak. Kaos kaki — Rp100.000 per pasang. Motor listrik — Rp1,2 triliun. Gudangnya terkunci. Motor beredar sebelum kontrak resmi. Digitalisasi — Rp3,1 triliun. Dan dari semua itu yang sampai ke piring anak-anak menurut survei hanya 6,5%. Sementara Mahfud MD menyebut dari triliunan anggaran MBG yang untuk makan hanya Rp34 miliar. Ini bukan kebocoran kecil di pinggir sistem. Ini adalah sistem itu sendiri yang bermasalah. Yang perlu dituntut sekarang bukan nanti: Satu — audit forensik menyeluruh atas seluruh pengadaan BGN: motor listrik, semir sepatu, kaos kaki, digitalisasi. Berapa harga pasarnya, berapa yang dibayar, siapa vendornya, bagaimana prosesnya. Dua — penjelasan transparan mengapa motor sudah beredar sebelum kontrak resmi dan siapa yang bertanggung jawab atas pelanggaran prosedur itu. Tiga — realokasi anggaran segera dari pengadaan yang tidak esensial ke pengawasan kualitas makanan termasuk memberikan BPOM anggaran yang memadai untuk sampling. Empat — penjelasan ke publik soal isi gudang yang masih terkunci: motornya ada di mana, kondisinya bagaimana, kapan akan digunakan. Charles Honoris menegaskan satu hal yang menurut gue harus jadi prinsip dasar program ini: "Program MBG bertujuan memperbaiki gizi anak-anak. Program ini tidak boleh menjadi ajang pembagian proyek." Tapi fakta yang ditemukan saat sidak gudang terkunci, motor beredar sebelum kontrak, merek yang dipertanyakan dasar pemilihannya, anggaran triliunan yang sebagian besar tidak sampai ke makanan menunjukkan bahwa program ini sudah bergerak jauh dari tujuan awalnya. Dan selama tidak ada pertanggungjawaban yang konkret dan terukur setiap rupiah yang keluar dari anggaran MBG adalah rupiah yang berpotensi tidak sampai ke tujuannya. Yaitu perut anak-anak Indonesia yang lapar.
Lambe Saham tweet media
Indonesia
191
1.4K
2.7K
153.1K
🤭
🤭@mrautomatically·
@wanpur11 Pangkuan ilahi 😅
Indonesia
1
0
0
12
🤭
🤭@mrautomatically·
Nonton film pangku, iling karo @wanpur11 & gundem
Indonesia
1
0
0
99
Insta360
Insta360@insta360·
GIVEAWAY LIVE 🌟 From iPhone's best to Android's most advanced 🌼 Your pocket AI filmmaker just got smarter with the Flow 2 Pro Spring Update. WIN a Flow 2 Pro Standard Bundle! 1️⃣ Follow @insta360 2️⃣ Like this post and tag 2 friends. ⏰ Giveaway period: April 23 – May 7, 2026 Winner announced on May 7, 2026 ONE winner will be selected at random and announced in the comments. Good luck 🤞 #insta360gimbalupdate #Insta360 #Insta360Flow2Pro #Phonegimbal
English
785
528
950
29.7K
FOOTBALL ITALIA
FOOTBALL ITALIA@FutbolShIrTALIA·
Roma x Totti
FOOTBALL ITALIA tweet media
Italiano
5
192
2.9K
37K
🤭 me-retweet
H’s mom
H’s mom@aiishadahir·
Why did Allah choose 4 months and 10 days for a widow after her husband dies? Not 3 months. Not 6 months. Not “whenever she feels ready.” Her heart is grieving…So Why exactly 4 months and 10 days?
English
28
673
4.8K
1.5M