BadStats
1.7K posts

BadStats
@BadStatsid
Satu data, banyak cerita buruk. Bagian dari @GoonNFI

🚨 BREAKING: Pemerintah RI adalah pembunuh masa depan bangsa! Pendidikan tinggi di Indonesia cuma 16% - TERENDAH, kalah sama India 18%, China 31%, apalagi Korea 69%! Tapi apa yg mereka lakuin? Terbitin SE Mendikdasmen No.7/2026, hapus guru non-ASN per 31 Desember 2026, GELO!! Udah gitu ngurangin anggaran pendidikan gedein anggaran MBG (@menuembegejelek), blokk! Ratusan ribu guru honorer yg nambal kekurangan guru di sekolah negeri bakal diPHK massal mulai 2027.. Mau Indonesia Emas 2045? Dengan guru dipecat duluan? Ironi goblok level dewa! Guru bukan beban, mereka penyelamat pendidikan! Prioritas kalian salah total..



anda itu boleh minta guru untuk berkualitas x, y, z. tapi harus sepakat dulu, gajinya layak. inget ya, saya ga bilang besar. cukup layak saja. UMR/ UMP. kalau hal dasar seperti ini, anda ga bisa memahami. coba sumpel saja mulut anda pake sendal musola. gak punya? saya nanti belikan.

menurut kalian kartu kredit itu penting dan sangat membantu ga sih? kalo iya dalam hal apa? dan yang paling worth it, kartu kredit dari mana by? mau testimoninya tolong by


Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap kelompok usia 19-34 tahun menjadi penyumbang terbesar kredit macet pinjaman online (pinjol) legal. Per Maret 2026, kelompok usia produktif tersebut menyumbang 48,65 persen pendanaan macet industri pinjol. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan tingginya kredit macet dipengaruhi meningkatnya penggunaan pinjol pada kelompok usia produktif. OJK juga mencatat tingkat wanprestasi pendanaan lebih dari 90 hari (TWP90) naik menjadi 4,54 persen pada Februari 2026, dari 2,78 persen pada periode yang sama tahun lalu. Menurut Agusman, kredit macet paling banyak berasal dari pembiayaan sektor konsumtif karena sangat bergantung pada pendapatan dan arus kas pribadi peminjam. Per Maret 2026, terdapat 16 penyelenggara pinjol dengan rasio TWP90 di atas 5 persen. Namun, perusahaan tersebut tidak otomatis diwajibkan menghentikan penyaluran pinjaman dan diminta memperkuat prinsip kehati-hatian serta manajemen risiko. OJK juga menyoroti maraknya penggunaan layanan buy now pay later (BNPL) atau paylater. Menurut OJK, kepemilikan banyak akun paylater berisiko meningkatkan gagal bayar jika total kewajiban melebihi kemampuan finansial pengguna. Karena itu, OJK akan menerbitkan aturan turunan dari POJK Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Beli Sekarang Bayar Nanti (BNPL), termasuk kemungkinan pembatasan penggunaan platform paylater oleh konsumen. 📸: Dok. kumparan/Ilustrasi. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play. 📝: bisnisupdate | update | bisnis | oneliner | R206 | E079 | E036 #bicarafaktalewatberita #kumparan






Di tengah berbagai pendapat tentang MBG, ada banyak cerita dari anak-anak yang menerima langsung manfaatnya. #mbg

📸📸












