Nular TV
56 posts

Nular TV
@nulartv
Official announcements. Unofficial reality. We cannot be held responsible for how real this sounds.



WHAT'S UP: Pemerintah Pastikan Target Rp17.845 Tercapai Tepat di HUT RI ke-81.

Saya, sambil melukis di Magelang, mengikuti perkembangan dan dinamika pasar. Baik pasar modal maupun pasar uang. Memang, kurang menggembirakan. Tetapi, saya berpendapat, tekanan ekonomi yang lebih berat masih dapat dicegah. Tentu something must be done. Kita masih memiliki "political & economic resources". Opsi & solusi masih tersedia. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, pemerintah, dunia usaha, para ekonom dan seluruh pemangku kepentingan "must be on board". In crucial things unity. Mutual trust mesti dibangun bersama. Mari kita berikan kesempatan dan dukungan kepada pemerintah. Insya Allah Indonesia Bisa. *SBY*

JUST IN: Pemprov DKI Jakarta confirms the new digital installation at Bundaran HI is not a countdown to the city's 500th anniversary, but a live USD/IDR tracker. "Angkanya kebetulan lebih relevan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dalam keterangan tertulisnya Selasa pagi.


JUST IN: Pemprov DKI Jakarta confirms the new digital installation at Bundaran HI is not a countdown to the city's 500th anniversary, but a live USD/IDR tracker. "Angkanya kebetulan lebih relevan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dalam keterangan tertulisnya Selasa pagi.

Saya bantu jelaskan agar pembaca TEMPO dan warganet tidak menyalahartikan pernyataan Presiden @prabowo. Karena bagi yang awam di Oil and Gas industri, pernyataan ini bisa dituding "omon-omon". ------------ Maksud tidak akan lagi impor BBM/swasembada BBM adalah; kebutuhan BBM dalam negeri (ditarget 2028-2029) sepenuhnya akan disupply dari produksi kilang di Indonesia. Pernyataan ini tidak terkait dengan status lifting Minyak mentah Indonesia. Dimana, untuk minyak mentah, tentu Indonesia masih akan terus impor karena lifting Indonesia jauh dibawah kebutuhan. Target swasembada BBM ini realistis, dan sangat bisa dilakukan Indonesia. Dan ini mestinya sudah dilakukan jauh hari, ber-dekade dulu. Namun, karena kemalasan bangsa kita yang sudah mendunia akibat nyanyian "Tongkat kayu dan batu jadi tanaman", pemerintah abai untuk membangun kilang minyak yang kapasitasnya mampu mencukupi kebutuhan BBM dalam negeri. Berbeda dengan Malaysia, yang walau belajar ke Indonesia awalnya soal minyak, mereka sejak awal paham, bahwa lifting akan ada masanya turun, tapi Kapasitas Kilang bisa terus ditingkatkan. Dengan cara pikiran itulah Malaysia sejak lama jadi negara yang SWASEMBADA BBM, malah jadi eskportir BBM, termasuk ekspor ke Indonesia. Walau sejatinya mereka adalah importir crude oile (minyak mentah). Pemerintah akan mengikuti jalan Malaysia, tapi jauh lebih dahsyat karena kita punya sumber energi yang jauh lebih berlimpah dan beragam. Hanya butuh mikir untuk mengolahnya agar betul-betul nanti, pada suatu masa, Indonesia akan jadi EKSPORTIR ENERGI. Salam FK

WHAT'S UP: 200 Siswa Surabaya Keracunan MBG, Diduga dari Menu Daging









