
Firmansyah
467 posts




Minor itu rentang umurnya dari 0-17 tahun. Kemampuan otak untuk membuat keputusan dari umur 0-17 jg berbeda. Khususnya remaja fase tengah dan akhir, mereka tidak punya konsen, tapi punya assent. Sehingga mereka tentunya berhak untuk memutuskan sesuatu untuk dirinya.










Pernyataan Resmi Pihak Taxi GreenSM Sebelum dan Setelah Dibully Netijen 13 jam lalu Sejam yg lalu



Halo kak lila! Semoga sehat-sehat ya! Btw... ✋✊ ijin jump in ✊✋ huhuuu. Sepertinya bukan sesimple membela sex anak di bawah umur, kak lila. Cuma kita juga gak bisa nutup mata soal realita di lapangan yang seperti tu. Concern dari @sdenta ini Valid. Valid banget. Tapi argumen dari @triplechocobar juga sama validnya. Dalam case ini, pendekatannya mungkin bisa lewat cara yang lebih berimbang. Salah satunya ya mungkin bisa dengan pendidikan seks yang komprehensif sesuai dengan usia dan sosio-ekonomi masyarakat yang dituju. Karena buat saya di era sekarang gak bisa "dipukul rata" semuanya dengan cara yang sama kaya zaman dulu. This could be a hot take. Tapi buat saya, penjualan alat kontrasepsi di Indonesia yang bisa didapatkan di minimarket ini agak kurang tepat juga dengan kondisi sosial yang ada. Saya lebih percaya kalo semisal alat kontrasepsi begini lebih bisa terfilter kalo dijual khusus di faskes kaya Apotek. Walaupun memang, di lapangan terutama apotek-apotek konvensional masih ada juga apotek yang berjalan tanpa adanya apoteker yang berpraktek di waktu-waktu tertentu. Tapi, Apotek-apotek jaringan seperti Apotek BUMN rasanya Apoteker sebagai nakes justru "hadir". Rasanya kalo Nemu kasus seperti ini, Apoteker sebagai nakes juga bisa lebih ngejelasin secara ilmiah jadi gak cuma asal nolak aja. Balik lagi ke pendidikan seks komprehensif yang sesuai dengan kondisi Sosio ekonomi setiap masyarakat. Memprioritaskan edukasi soal menduda sex sampai waktunya tiba adalah prioritas yang utama. Saya rasa untuk ini no debat mau diliat dari sisi manapun. Lalu kalo sudah kadung sexually active, ya ajarkan proteksi maksimal termasuk penggunaan kondom dan alat kontrasepsi lain bila perlu. Selain itu, di titik ini juga orang tua, sekolah, dan tenaga kesehatan lain pada akhirnya punya andil dalam pencegahan. Jadi gak cuma berhenti di "kasih kondom doang". Dan yang terakhir, ajarkan dan tekankan soal consent dan risiko sex diluar nikah terutama untuk underage ini pada diri mereka sendiri. Terutama di anak laki-laki karena suka gak suka, laki-laki berada di posisi dengan relasi kuasa lebih tinggi. Rasanya kalo cuma ngelarang-ngelarang doang juga gak bakal berguna di era sekarang. Harus diterima kalo zaman sudah berubah. Dan pendekatan-pendekatan secara konvensional akan cenderung sulit untuk masuk dan diterima di era sekarang.












Pengadilan Militer II-08 Jakarta menggelar sidang perdana kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, pada Rabu (29/4/2026). Empat prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI hadir sebagai terdakwa dalam persidangan yang berlangsung di Cakung, Jakarta Timur tersebut. Keempat terdakwa yang hadir yakni Serda Edi Sudarko (ES), Lettu Budhi Hariyanto Widhi (BHW), Kapten Nandala Dwi Prasetia (NDP), dan Lettu Sami Lakka (SL). Dalam persidangan tersebut, Oditurat Militer memaparkan hasil pemeriksaan sementara terkait latar belakang penyerangan. Kepala Oditurat Militer II-07 Jakarta, Kolonel Chk Andri Wijaya, mengungkapkan bahwa aksi nekat para oknum prajurit tersebut diduga kuat dipicu oleh masalah personal. #SidangMiliter #BAISTNI #KasusAndrieYunus


@fluoxetan Berarti lo tak paham bahwa terserah yang punya rahim jika belum cukup umur akan diwalilkan oleh walinya, siapapun itu. Bukan gw yang gila, lo yang keblinger pengen sok mulia.

@fluoxetan Kalau kebobolan bagaimana? Ya terserah yang punya rahim. Bukan hak gw untuk memutuskan. Sampai sini lo udah ngerti atau masih mau terlihat mulia lagi?

😋





Ini jujur gajelas banget daerah Kokas akses pejalan kaki dan transumnya 1. Pemprov DKI sudah bangun halte di depan JPO 2. Dianggap biang kerok macet, TJ jadi harus pindah ke titik halte yang tidak ada shelternya 3. Di titik ini sempat ada akses pedestrian masuk kokas ke bawah, tapi malah DITUTUP lagi jadi buat mobil dan kembali pedestrian dilarang masuk 4. Pedestrian akhirnya disuruh mutar ke kedua ujung mal yg aksesnya jg gak ada bagus2nya 5. Padahal di sebelah titik bus stop sekarang ada akses tangga direct yg malah jadi ditutup tanaman 6. Sekarang mereka lebih mending invest gede untuk buat ramp raksasa di sisi timur buat further development mereka Heran? Saya juga tentunya

Niatnya melindungi dari pelecehan, tapi malah menaruh di titik paling rawan benturan. Insiden Bekasi Timur membuktikan kekhawatiran lama: Gerbong wanita di ujung depan/belakang itu ibarat "bumper" manusia. Mari kita bedah risikonya pakai data.











