Hanif Al Qorny

4K posts

Hanif Al Qorny banner
Hanif Al Qorny

Hanif Al Qorny

@Han7fold

么 九 今 工 力

Ciamis / Bekasi 가입일 Eylül 2013
506 팔로잉470 팔로워
Hanif Al Qorny
Hanif Al Qorny@Han7fold·
@kadangkedeng Yaelah mba, hidup beban anda lebih berat ternyata daripada saya 🤣 Lagian tiket KA lokal berapa, sih. Hehehe ✌🏼
Indonesia
0
0
0
5
Hanif Al Qorny
Hanif Al Qorny@Han7fold·
@KAI121 Min, apakah tidak ada wacana untuk mengganti KA Serayu pakai kereta premium/ekonomi NG? Dan kenapa jadwalnya hanya 2 keberangkatan saja, padahal minat di kawasan selatan itu bagus, loh.
Indonesia
3
0
0
35
Rain
Rain@faarent·
@ARSIPAJA Sebenarnya klo memang BBM naik ya memang sudag seharusnya, klo ditahan seperti ini memang defisit APBN makin lebar...
Indonesia
1
1
0
838
Hanif Al Qorny 리트윗함
Edy Bayo Regar
Edy Bayo Regar@regar_op0sisi·
Ini hanya contoh kecil. Bagaimana dgn IKN Bagaimana dgn whoosh Bagaimana dgn MBG Bagaimana dgn Koperasi Merah putih
Indonesia
206
1.2K
4.4K
308K
Hanif Al Qorny 리트윗함
SecrethManZ
SecrethManZ@secr3thm4nz56·
KASUS IJAZAH PALSU JOKOWI SARAT DENGAN REKAYASA, ADA UPAYA MENGHINDARI PEMBUKTIAN KEBENARAN TIDAK DI LAKUKAN DI DEPAN PERSIDANGAN....‼️ #2026MenujuRevolusi #2026MenujuRevolusi 🆘🆗
SecrethManZ tweet media
Indonesia
10
82
125
743
Hanif Al Qorny 리트윗함
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
-Kini kami Dwitunggal- Sejak awal langkah ini dimulai, ketika jalan masih gelap, ketika suara-suara kebenaran terasa seperti berbisik di tengah badai yang paling menguatkan kami, saya dan Rismon, yang waktu itu masih waras, adalah Mas Roy. Ia tidak sekadar hadir. Ia mengayomi. Ia tidak sekadar berbicara. Ia menguatkan. Dalam setiap tekanan, setiap gempuran, setiap tudingan yang datang tanpa henti dari berbagai arah, Mas Roy berdiri seperti dinding yang kokoh. Setahun ini bukan waktu yang pendek. Rangkaian hari-hari panjang yang menguras tenaga, emosi, bahkan keyakinan terdalam. Namun di tengah itu semua, Mas Roy tetap tegak, dengan stamina yang seakan tak habis, dan mental yang tak retak. Namun ada satu hal yang sering luput dilihat orang, saat kita sedang letih dan lemah. Mas Roy yang selalu ceria, yang tawanya berderai-derai. Ringan, lepas, seolah ingin mencairkan segala beban yang kami pikul bersama. Tawa dan cerianya bikin kami naik semangat. Ia hampir tak pernah berkata tidak. Selalu ada “iya” di setiap permintaan, di setiap kebutuhan, di setiap kelelahan yang kami rasakan. Dan lebih dari itu, ia selalu berusaha menyenangkan semua orang. Di tengah kerasnya perjuangan, ia memilih menjadi pribadi yang hangat. Di tengah gelapnya tekanan, ia memilih menjadi penerang yang sederhana: tawa, kehadiran, dan kesediaan. Ia benar-benar Abang. Bukan hanya karena usia. Tapi karena jiwa. Dan kini… ketika Rismon memilih jalannya sendiri, meninggalkan ruang perjuangan yang pernah kita isi bersama, ada kekosongan yang tak bisa dipungkiri. Sunyi itu nyata. Namun perjuangan tidak boleh berhenti. Kini kami berdiri sebagai Dwitunggal. Bukan karena segalanya menjadi lebih ringan, justru sebaliknya. Tapi karena kami tahu, amanah ini tidak boleh jatuh. Dari tiga, menjadi dua. Dari ramai, menjadi lebih senyap. Namun justru dalam kesenyapan itu, tekad kami mengeras. Mas Roy, tetap Abang yang sama. Dengan tawa yang tak pernah benar-benar padam, dengan hati yang selalu berkata “iya”, dengan niat tulus untuk membahagiakan orang-orang di sekelilingnya. Dan saya, akan tetap melangkah. Dengan segala luka, dengan segala pelajaran, dengan segala kesadaran bahwa perjuangan ini tidak pernah tentang jumlah, tetapi tentang keteguhan. Karena pada akhirnya, yang bertahan bukan yang paling banyak, tetapi yang paling setia pada kebenaran.
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
715
1.5K
6.5K
97.3K
Hanif Al Qorny 리트윗함
Hasmi Bakhtiar
Hasmi Bakhtiar@hasmibakhtiar·
Begini nasib umat kristiani di Israel dilarang aparat untuk sekedar beribadah. Di Indonesia, sebagian kristen dengan bangga membela Israel. Selain kurang baca itu mesti kurang gizi hehe
Indonesia
92
666
1.1K
31.2K
Hanif Al Qorny 리트윗함
Dokter Tifa
Dokter Tifa@DokterTifa·
Pernyataan dr Tifa Bismillahirrahmanirrahiim. Beberapa hari ini saya memilih menarik diri sejenak dari berbagai urusan. Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, saya ingin memusatkan diri pada ibadah: sholat, tadarus, membaca kitab-kitab hikmah, dan lebih banyak berdiam di rumah. Dalam keheningan itu, saya tetap mengikuti perkembangan yang terjadi di luar. Termasuk kabar tentang Rismon Hasiholan Sianipar yang mengajukan Restorative Justice kepada Jokowi di Solo. Saya mencermatinya sesekali, dari jarak yang tenang. Terus terang, saya menyesalkan langkah tersebut. Saya tidak berada pada posisi yang sama dengannya. Dan InsyaAllah, atas izin Allah serta dukungan yang terus mengalir dari banyak pihak, saya tidak akan pernah memilih jalan rendah seperti yang dipilih Rismon. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Tetapi hidup sering menempatkan manusia pada tekanan yang tidak terlihat oleh orang lain. Tekanan itu bisa berupa ancaman yang kasar, tetapi sering kali justru lebih kuat dalam bentuk yang jauh lebih halus: bujukan, iming-iming, kompromi, yang menimbulkan ketakutan yang perlahan menggerogoti keberanian dan akal sehat. Berbagai isu yang beredar tentang dirinya, mulai dari soal ijazah S2 dan S3 dari Jepang hingga kabar mengenai surat keterangan kematian yang konon dibuat oleh istrinya, tentu bukan perkara ringan bagi siapa pun. Saya memahami bahwa tidak semua orang mampu memikul beban semacam itu sendirian. Karena saya sendiri sedang menghadapi persoalan dengan orang yang sama, mantan Presiden Jokowi, saya cukup mengenal karakter Rismon. Selama ini saya mengenalnya sebagai sosok yang berani, blak-blakan, dan bernyali, serta cermat dalam analisis. Dalam banyak kesempatan, saya melihat ia memang memiliki kepakaran yang nyata di bidangnya. Soal tidak punya ijazah itu perkara lain. Karena kepakaran seseorang tidak melulu diukur dari ijazah. (Di sini sebagai mantan kawan saya berbisik: "Why, Mon, kenapa kau musti palsuin ijazah, sih?") Langkah yang Rismon ambil saat ini, setidaknya dalam penilaian saya, terasa asing. Tidak mencerminkan kemandirian sikap yang biasanya kita tunjukkan. Saking liar dan mandirinya, kadang saya dan mas Roy suka kewalahan dan geleng-geleng kepala melihat segala manuvernya sambil berkata: " Piye to adikmu kuwi?* "Lha embuh!* Jawab saya. Setahun ini kami bertiga memang sudah seperti saudara dekat. Seia sekata dan senasib sepenanggungan. Hanya kami sedih karena kepada kami pun dia tidak terbuka. Padahal dalam ilmu yang dia tekuni, dia betul-betul hebat. Namun kekecewaan terbesar saya justru bukan kepada Rismon. Kekecewaan terbesar saya tertuju kepada mantan Presiden Jokowi dan lingkar kekuasaannya. Demi menepis tuduhan tentang ijazah yang dipersoalkan publik, cara-cara yang digunakan sungguh kejam, keji, dan sangat menyakitkan: menghancurkan reputasi orang, menekan hingga kehilangan ruang bernapas. Hal yang sama pernah menimpa Bambang Tri. Juga Gus Nur. Dan kini sejarah itu seperti berulang. Pada Rismon, dibuat hancur harga diri melata begitu rendah tak berdaya. Kekuasaan seharusnya melindungi rakyat. Bukan alat untuk membungkam mereka yang bersuara. Tetapi sejarah selalu mengajarkan satu hal: kekuasaan yang digunakan untuk membungkam kebenaran pada akhirnya justru memperbesar gema kebenaran itu sendiri. Namun saya tidak ingin larut dalam kemarahan. Ramadhan mengajarkan kita untuk menahan diri, menjaga hati tetap jernih, dan menyerahkan segala sesuatu kepada Yang Maha Mengetahui. Saya memilih jalan yang berbeda. Dengan dukungan banyak orang, dan dengan sepenuhnya berserah kepada Allah, saya akan tetap melanjutkan perjuangan ini. Perjuangan untuk kebenaran memang sering kali sunyi. Kadang juga menyakitkan. Tetapi kebenaran memiliki sifat yang tidak dimiliki oleh kekuasaan: ia tidak pernah benar-benar bisa dimatikan. Selama masih ada satu orang saja yang berani berdiri, kebenaran akan tetap hidup. Dan saya memilih untuk tetap berdiri. Salam, Tifa
Dokter Tifa tweet media
Indonesia
780
1.3K
5.6K
94.2K
Hanif Al Qorny 리트윗함
Boediantar4
Boediantar4@Boediantar4·
Menurut Bible 1892 , tidak ada nama bangsa / tanah / negara Israel , yg ada hanya tanah / bangsa Palestina
Indonesia
58
1.7K
3.7K
38.7K
Hanif Al Qorny 리트윗함
AgusWidodo
AgusWidodo@arwidodo·
Penjaga Masjid Al-Aqsa menangis: Masjid tersebut telah kosong tanpa jamaah selama 16 hari😢💔. Masjid Al-Aqsa, Gaza, Palestina benar-benar sendirian 💔. Kami memohon kepada Allah agar melindungi rakyat dan bangsa kami dari tipu daya orang-orang Yahudi dan sekutu mereka.
Indonesia
124
14.7K
45.9K
420.3K
Hanif Al Qorny 리트윗함
Embun Pagi💧💧
Embun Pagi💧💧@_riverheaven·
Pribadi asli manusia akan nampak saat ia ada di posisi puncak dan menjadi orang terkenal Respek untuk Ronaldo🩵
Indonesia
598
4.2K
31.6K
1.2M
Hanif Al Qorny 리트윗함
Solekhan
Solekhan@__PASMANTAP·
Efek dari negara yg suka melindungi Penjahatnya..
Solekhan tweet media
Indonesia
173
10K
32.9K
669.2K
Ramazayn
Ramazayn@ramazaynworld·
@Han7fold @KMER212 @abu_waras @AimanWitjaksono Karena analisa keilmuan roy dan tifa halu gak jelas. Cuma cocokologi. Kalo rismon masih legit metodologinya makanya diikat mereka. Tapi back again ya, salahnya Rismon dia udah koar penelitian dia palsu atau asli. Padahal metode image processing itu bukan untuk itu.
Indonesia
1
0
0
36
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
@Dihandri1 Sudah purna tugas saja masih terus dibicarakan bahkan ada semangat agar nama beliau ini ngga hilang dari peredaran.
Indonesia
9
0
0
270
Dedy Nur
Dedy Nur@DedynurPalakka·
Salah ❌ Ini bukti nyata kalau rakyat memang masih percaya sama beliau. Biasanya kalau sudah tidak ada ikatan kepercayaan itu maka rakyat jangankan mendekat, memikirkan dia saja sudah ngga. Dalam konteks ini Anak Ogi adalah rakyat yang masih terus memikirkan Jokowi ✍️
Anak ogi@Anak__Ogi

Kelakuan anjing ternak Jokowi, warga panas-panasan demi amplop tapi dia bikin narasi, antusias warga untuk bertemu Jokowi. Mirip Jokowi, menipu adalah jalan ninja termul. Betul tdk bro @DedynurPalakka?💩

Indonesia
84
6
50
4.4K
Hanif Al Qorny
Hanif Al Qorny@Han7fold·
@JohnBanting03 Dan nanti pada saatnya, jika kamu mengalami, org2 kafir, semua manusia akan masuk islam, walaupun dg cara yg hina.
Indonesia
0
0
0
83
JohnBanting03
JohnBanting03@JohnBanting03·
Silahkan baca buku Sejarah ttg Iran. Iran adlh Persia yg dijajah Pasukan Muslim thn 633 ats Perintah Khalifah Abu Bkr, serangan dipimpin Khalid bn Walid. Persia dulunya Kerajaan yg Makmur, Sampe Islam datang n mnawarkan Agamanya, saat ditolak Islam mulai mnyerang.
JohnBanting03 tweet media
Indonesia
317
217
1.5K
279.2K
Hasyim Muhammad
Hasyim Muhammad@hasyimmah·
Berkali-kali saya bilang bahwa orang yang menyerang Jokowi dengan tuduhan ijazah palsu adalah KROCO. Kini, satu persatu kroco tersadarkan. Lawan Jokowi itu banyak. Tapi yang serang pakai isu ijazah, cuma di level kroco. Lawan Jokowi yang level atas, nggak mungkin ikutan. Megawati, SBY, Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, atau bahkan Prabowo saat masih bersebarangan, apa pernah menyerang Jokowi dengan isu ini? Lawan Jokowi di level atas sebenarnya tahu bahwa itu isu omong kosong. Tapi mereka diuntungkan ketika masyarakat dibuat bingung tentang keaslian ijazah Jokowi. Makanya mereka diam dan menimmati serangan ke Jokowi. Tuduhan ijazah palsu Jokowi itu adalah isu ecek-ecek seperti isu yang bilang bahwa Jokowi keturunan Tionghoa, Jokowi keturunan PKI, Jokowi aslinya Kristen, dan masih BUWANYAK LAGI isu-isu yang memang dibuat untuk mematikan elektabilitas Jokowi. Dalam Pilpres 2014 dan 2019, Prabowo itu akan melakukan SEGALA HAL untuk bisa mengalahkan Jokowi. Andai ijazahnya palsu, sudah pasti Jokowi tersisih dari dulu-dulu. Orang waras, ketika menyadari tuduhannya mengarah pada kekalahan, ya pasti nggak mau melanjutkan sidang. Dia pasti memilih mundur. Dan tampaknya, Rismon saat ini sudah waras. Bagi Anda yang masih percaya ijazah Jokowi palsu, berarti Anda korban para kroco itu. Begitu pendapat saya.
Indonesia
70
62
226
28.6K
Dede Budhyarto
Dede Budhyarto@kangdede78·
@NieSide27 Bbrp kejadian langsung digoreng seolah semua MBG beracun. Padahal jutaan porsi tiap hari jalan normal. Di X-land memang gitu, 1 kasus dijadikan propaganda nasional.
Indonesia
21
1
1
5.4K
Dede Budhyarto
Dede Budhyarto@kangdede78·
Aneh ya. Anak sekolah dikasih makan bergizi oleh negara… ada saja yg marah. Bukan marah karena anak-anak lapar. Bukan marah karena gizi buruk. Tapi marah karena pemerintahnya yg memberi makan. Kadang saya curiga… yg mereka lawan itu bukan programnya. Tapi kebencian mereka pada pemerintah sampai rela melihat anak-anak tetap lapar. Memang ada jenis politik yg levelnya sudah seperti ini. Bikin kesal saja….🤯😱
Indonesia
328
17
89
332.2K